Calon Ketua PBNU Janji Tak Akan Berpolitik Praktis
Sabtu, 13/03/2010 18:50 WIB
Jakarta -
Menjelang Muktamar Nadhlatul Ulama (NU) pada 22 Maret mendatang, para kandidat terus meyakinkan kaum nahdliyin bahwa merekalah yang layak untuk menjadi ketua umum. Dalam acara sarahsehan Ikatan Sarjana NU, mereka bertarung soal visi misi bagaimana membesarkan NU dengan segala tantangannya.
Salahudin Wahid misalnya. Adik Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini berjanji menjadikan NU terbebas dari politik praktis sebagaimana yang selama ini terjadi. Gus Solah juga menjanjikan politik NU lebih mengarah kepada politik kebangsaan sebagaimana semangat lahirnya pada tahun 1926.
"Saya kira NU ke depan harus memainkan peran strategis di masyarakat sebagai organisasi sosial kemasyarakatan dan keluar dari politik praktis. NU harus menjadi kekuatan masyarakat sipil yang menjadi kontrol terhadap kekuatan negara yang tidak berpihak kepada umat," kata Gus Solah dalam acara yang bertema 'Implementasi Pikiran-pikiran Gus Dur terhadap Jami'ah NU', di Pesantren Ciganjur, Jakarta Selatan, Sabtu (13/3/2010).
Pilihan ini diambil, menurut Gus Solah, karena gerakan sosial yang selama ini dikawal NU tidak otomatis dimanfaatkan sebagai gerakan politik. Hal ini terbukti dari besar pengaruh Gus Dur sebagai kekuatan masyarakat sipil saat itu termasuk dari kelompok minoritas, tetapi tidak otomatis menjadikan PKB yang dibentuk Gus Dur menjadi besar.
"Siapa yang meragukan kekuatan sosial NU saat dipimpin Gus Dur? Tetapi semua kekuatan itu tidak bisa dikonversi menjadi kekuatan politik," papar Gus Solah.
Sementara itu, calon ketua umum lainnya, Ali Maschan Musa, juga berkomitmen menjadikan NU menjadi diperhitungkan dalam kancah nasional dan global jika terpilih sebagai ketua PBNU.
"Pertama-tama saya akan mengembalikan NU sebagai semangat pendiriannya organisasi ini yang dilakukan oleh KH Hasyim Asy'ari. Karena dengan mengawal NU menjadi organisasi yang mengedepankan persatuan, saling menolong dan sosial kemasyarakatan, NU akan menjadi besar kembali," imbuhnya.
Putri Gus Dur, Yenny Wahid, yang menjadi salah satu pembicara dalam acara itu berharap Ketum PBNU bukan berasal dari politisi yang menghadapkan NU untuk kepentingan pribadi atau kelompoknya.
"Saya berharap ketua umum PBNU nanti tidak kedunian, tetapi ketua umum yang bersih dan suci," kata Yenny.
(mpr/irw)
Salahudin Wahid misalnya. Adik Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini berjanji menjadikan NU terbebas dari politik praktis sebagaimana yang selama ini terjadi. Gus Solah juga menjanjikan politik NU lebih mengarah kepada politik kebangsaan sebagaimana semangat lahirnya pada tahun 1926.
"Saya kira NU ke depan harus memainkan peran strategis di masyarakat sebagai organisasi sosial kemasyarakatan dan keluar dari politik praktis. NU harus menjadi kekuatan masyarakat sipil yang menjadi kontrol terhadap kekuatan negara yang tidak berpihak kepada umat," kata Gus Solah dalam acara yang bertema 'Implementasi Pikiran-pikiran Gus Dur terhadap Jami'ah NU', di Pesantren Ciganjur, Jakarta Selatan, Sabtu (13/3/2010).
Pilihan ini diambil, menurut Gus Solah, karena gerakan sosial yang selama ini dikawal NU tidak otomatis dimanfaatkan sebagai gerakan politik. Hal ini terbukti dari besar pengaruh Gus Dur sebagai kekuatan masyarakat sipil saat itu termasuk dari kelompok minoritas, tetapi tidak otomatis menjadikan PKB yang dibentuk Gus Dur menjadi besar.
"Siapa yang meragukan kekuatan sosial NU saat dipimpin Gus Dur? Tetapi semua kekuatan itu tidak bisa dikonversi menjadi kekuatan politik," papar Gus Solah.
Sementara itu, calon ketua umum lainnya, Ali Maschan Musa, juga berkomitmen menjadikan NU menjadi diperhitungkan dalam kancah nasional dan global jika terpilih sebagai ketua PBNU.
"Pertama-tama saya akan mengembalikan NU sebagai semangat pendiriannya organisasi ini yang dilakukan oleh KH Hasyim Asy'ari. Karena dengan mengawal NU menjadi organisasi yang mengedepankan persatuan, saling menolong dan sosial kemasyarakatan, NU akan menjadi besar kembali," imbuhnya.
Putri Gus Dur, Yenny Wahid, yang menjadi salah satu pembicara dalam acara itu berharap Ketum PBNU bukan berasal dari politisi yang menghadapkan NU untuk kepentingan pribadi atau kelompoknya.
"Saya berharap ketua umum PBNU nanti tidak kedunian, tetapi ketua umum yang bersih dan suci," kata Yenny.
(mpr/irw)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 11/02/2012 12:07 WIB
Kemenhub Bekukan Izin Trayek Bus Karunia Bakti
-
Sabtu, 11/02/2012 11:53 WIB
Takut Diamuk Massa, Armada Karunia Bakti Hari Ini Stop Beroperasi
-
Sabtu, 11/02/2012 11:18 WIB
Terseret Kasus Munir, Doktor HC Undip pada Mantan Waka BIN Disesalkan
-
Sabtu, 11/02/2012 10:54 WIB
PO Karunia Bakti Selalu Cek Kendaraan Sebelum Beroperasi
-
Sabtu, 11/02/2012 10:52 WIB
Daftar DKI-1, Faisal-Biem ke KPU
-
Sabtu, 11/02/2012 05:44 WIB
Foto-foto Kecelakaan Maut di Cisarua
-
Sabtu, 11/02/2012 10:29 WIB
Miliki Payudara Alami Ukuran 30L, Wanita Inggris Merana
-
Sabtu, 11/02/2012 04:17 WIB
Detik-detik Tabrakan Maut di Cisarua: Penjual Bakso Terpental ke Jurang
-
Sabtu, 11/02/2012 11:53 WIB
Takut Diamuk Massa, Armada Karunia Bakti Hari Ini Stop Beroperasi
-
229 Komentar
-
191 Komentar
-
177 Komentar
-
160 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 1,407.000
- Rp 600.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

