Fatwa Haram Rokok
Petani Tembakau Lebih Untung bila Tanam Komoditi Lain
Minggu, 14/03/2010 07:24 WIB
reuters
Jakarta -
Para Petani tembakau sebenarnya cuma mendapat keuntungan sedikit bila memilih tetap menanam komiditi tersebut dibanding yang lain. Namun, mereka sulit berubah karena kuatnya cengkeraman perusahaan rokok.
"Lembaga demografi Universitas Indonesia mempunyai studi tersendiri tentang penghasilan para petani tembakau. Hasilnya keuntungan petani dari menanam tembakau itu sebenarnya cukup rendah," kata Ketua PP Muhammadiyah, Sudibyo Markus, saat dihubungi detikcom, Sabtu (13/3/2010).
Menurut Sudibyo, untuk sampai ke pabrik rokok, hasil panen tembakau para petani itu juga harus melalui jalan berliku. Terlebih, serbuan tembakau impor cukup besar, sehingga membuat daya tawar tembakau dalam negeri rendah.
Dikatakan dia, dalam rangka kampanye antirokok, Muhammadiyah berusaha untuk membuat program alih usaha bagi para petani tembakau, terutama di daerah produsen tembakau semisal Kendal, Temanggung, dan Klaten, Jawa Tengah. Para petani itu dibina untuk menanam komiditi lain seperti kentang dan cabe.
Hasilnya, menurut Sudibyo, kesejahteraan petani lebih bagus. Namun, baru sebagian kecil saja petani tembakau di daerah itu yang berminat untuk mengalihkan jenis tanaman yang ditanam. Mereka masih dipengaruhi oleh para pebisnis rokok.
"Muhammadiyah lebih banyak bergerak pada sisi hilir, artinya pada petani. Kalau untuk industri rokok itu menjadi kewenangan kementrian perindustrian, dan kementerian tenaga kerja," tutupnya.
(irw/irw)
"Lembaga demografi Universitas Indonesia mempunyai studi tersendiri tentang penghasilan para petani tembakau. Hasilnya keuntungan petani dari menanam tembakau itu sebenarnya cukup rendah," kata Ketua PP Muhammadiyah, Sudibyo Markus, saat dihubungi detikcom, Sabtu (13/3/2010).
Menurut Sudibyo, untuk sampai ke pabrik rokok, hasil panen tembakau para petani itu juga harus melalui jalan berliku. Terlebih, serbuan tembakau impor cukup besar, sehingga membuat daya tawar tembakau dalam negeri rendah.
Dikatakan dia, dalam rangka kampanye antirokok, Muhammadiyah berusaha untuk membuat program alih usaha bagi para petani tembakau, terutama di daerah produsen tembakau semisal Kendal, Temanggung, dan Klaten, Jawa Tengah. Para petani itu dibina untuk menanam komiditi lain seperti kentang dan cabe.
Hasilnya, menurut Sudibyo, kesejahteraan petani lebih bagus. Namun, baru sebagian kecil saja petani tembakau di daerah itu yang berminat untuk mengalihkan jenis tanaman yang ditanam. Mereka masih dipengaruhi oleh para pebisnis rokok.
"Muhammadiyah lebih banyak bergerak pada sisi hilir, artinya pada petani. Kalau untuk industri rokok itu menjadi kewenangan kementrian perindustrian, dan kementerian tenaga kerja," tutupnya.
(irw/irw)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Senin, 13/02/2012 08:16 WIB
DPP PD Tindaklanjuti Rekomendasi DK Soal Pemecatan Kader Bermasalah
-
Senin, 13/02/2012 08:14 WIB
Kecelakaan Beruntun 4 Mobil di Tol Jagorawi
-
Senin, 13/02/2012 08:10 WIB
Marak Kecelakaan, Kemenhub Kumpulkan Semua Perusahaan Bus Hari Ini
-
Senin, 13/02/2012 08:00 WIB
Kecepatan Bus Mira Saat Tabrakan di Jalur Ngawi-Madiun 100 Km/jam
-
Senin, 13/02/2012 07:51 WIB
Anggota Komisi III DPR: Kembalikan Sampah Beracun ke Negara Pengirim
-
Senin, 13/02/2012 02:09 WIB
Insiden Tolak FPI di Palangkaraya Bentuk Kekecewaan Pada Pemerintah
-
Senin, 13/02/2012 07:44 WIB
Ruang Banggar Digeledah KPK, Sutan: Ngeri-ngeri Sedap Barang Tuh!
-
Senin, 13/02/2012 07:51 WIB
Anggota Komisi III DPR: Kembalikan Sampah Beracun ke Negara Pengirim
-
Senin, 13/02/2012 07:34 WIB
Danau 'Ajaib' Jebol, Dusun Mamua Maluku Tengah Tersapu Air Bah
-
602 Komentar
-
509 Komentar
-
384 Komentar
-
264 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 600.000
- Rp 863.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

