Menteri Agama: Kami Siap Dampingi Tahanan Teroris di LP
Minggu, 14/03/2010 13:58 WIB
Jakarta -
Kementrian Agama mulai siap menerapkan konsep pendampingan terhadap tahanan teroris di penjara. Pendampingan terkait pendidikan, pembelajaran, dan pemahaman agama Islam selama mereka menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan (LP).
"Mulai tahun ini konsep itu Insya Allah akan kami terapkan. Kami siap mendampingi tahanan teroris untuk memberikan pembelajaran agama yang benar dan mempelajari Islam secara utuh bagi mereka," tegas Menteri Agama Surya Dharma Ali.
Pernyataan itu disampaikan Surya Dharma Minggu (14/3/10) kepada wartawan di sela-sela acara Haflah Maulud Nabi Besar Muhammad SAW dan Walimatut Tasyakur Lil Ikhtitam, di Pondok Pesantren Darrussalam Desa Watucongol, Kecamatan Muntilan Kabupaten Magelang, Jawa Tengah pimpinan KH Ahmad Abdul Hak.
Menag menjelaskan, terjadinya aksi terorisme di Indonesia ini disebabkan salah satunya fakor pemahaman agama Islam yang tidak secara keseluruhan. Sehingga mengakibatkan jalan yang sesat dan terjadilah upaya terorisme. Menurut pengertian dan pemahaman mereka sebagai bentuk jihad, melawan kebathilan.
"Mereka mayoritas memahami islam dari beberapa aliran-aliran sempalan Islam dalam bentuk jihad yang masih tidak jelas dan semu," tegas Surya Dharma.
Maka, mulai tahun ini selain memberikan pendampingan kepada tahanan teroris, juga memberikan ruang dialog seluas-luasnya kepada pelaku terorisme tentang ajaran Islam yang benar.
"Mereka butuh ruang dialog yang luas. Supaya mereka bias kembali ke agama Islam yang benar seperti agama Islam yang ada di Indonesia," tegas Surya Dharma.
Ketum PPP ini juga menambahkan, mayoritas dari pelaku teroris mereka mendapatkan pelajaran agama dan konsep jihad dari luar negeri seperti Afghanistan, Teheran, dan negara arab lainya sehingga penerapan konsep jihad tidak sesuai.
Selain memberikan pendampingan serta pendidikan agama terhadap tahanan teroris, kementrian agama juga sudah menyiapkan konsep pembelajaran agama bagi tahanan lainya. Seperti tahanan anak-anak, tahanan wanita serta tahanan lainnya yang melakukan tindak pidana.
"Sebab saya pernah berkunjung ke LP di Jakarta Pusat, mereka di dalam tahanan juga melakukan aktivitas ibadah seperti solat, tahlilan. Sehinga mereka butuh bimbingan cara mempelajari islam yang benar," tutur Surya Dharma.
(ndr/nal)
"Mulai tahun ini konsep itu Insya Allah akan kami terapkan. Kami siap mendampingi tahanan teroris untuk memberikan pembelajaran agama yang benar dan mempelajari Islam secara utuh bagi mereka," tegas Menteri Agama Surya Dharma Ali.
Pernyataan itu disampaikan Surya Dharma Minggu (14/3/10) kepada wartawan di sela-sela acara Haflah Maulud Nabi Besar Muhammad SAW dan Walimatut Tasyakur Lil Ikhtitam, di Pondok Pesantren Darrussalam Desa Watucongol, Kecamatan Muntilan Kabupaten Magelang, Jawa Tengah pimpinan KH Ahmad Abdul Hak.
Menag menjelaskan, terjadinya aksi terorisme di Indonesia ini disebabkan salah satunya fakor pemahaman agama Islam yang tidak secara keseluruhan. Sehingga mengakibatkan jalan yang sesat dan terjadilah upaya terorisme. Menurut pengertian dan pemahaman mereka sebagai bentuk jihad, melawan kebathilan.
"Mereka mayoritas memahami islam dari beberapa aliran-aliran sempalan Islam dalam bentuk jihad yang masih tidak jelas dan semu," tegas Surya Dharma.
Maka, mulai tahun ini selain memberikan pendampingan kepada tahanan teroris, juga memberikan ruang dialog seluas-luasnya kepada pelaku terorisme tentang ajaran Islam yang benar.
"Mereka butuh ruang dialog yang luas. Supaya mereka bias kembali ke agama Islam yang benar seperti agama Islam yang ada di Indonesia," tegas Surya Dharma.
Ketum PPP ini juga menambahkan, mayoritas dari pelaku teroris mereka mendapatkan pelajaran agama dan konsep jihad dari luar negeri seperti Afghanistan, Teheran, dan negara arab lainya sehingga penerapan konsep jihad tidak sesuai.
Selain memberikan pendampingan serta pendidikan agama terhadap tahanan teroris, kementrian agama juga sudah menyiapkan konsep pembelajaran agama bagi tahanan lainya. Seperti tahanan anak-anak, tahanan wanita serta tahanan lainnya yang melakukan tindak pidana.
"Sebab saya pernah berkunjung ke LP di Jakarta Pusat, mereka di dalam tahanan juga melakukan aktivitas ibadah seperti solat, tahlilan. Sehinga mereka butuh bimbingan cara mempelajari islam yang benar," tutur Surya Dharma.
(ndr/nal)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita ยป
-
Minggu, 12/02/2012 00:05 WIB
Masih Saksi, Kernet Bus Karunia Bakti Diamankan di Polres Bogor
-
Sabtu, 11/02/2012 23:07 WIB
Banjir Rendam 750 Rumah dan Lahan Tambak di Bangkalan
-
Sabtu, 11/02/2012 22:31 WIB
Jenazah Terakhir Korban Kecelakaan Maut di RS Paru Diambil Keluarga
-
Sabtu, 11/02/2012 22:02 WIB
Kaji Pasal Pembunuhan untuk Sopir Karunia Bakti, Polisi Gelar Perkara
-
Sabtu, 11/02/2012 21:26 WIB
Hujan Deras Sebabkan Banjir Setinggi 70 Cm di Gandaria
-
Sabtu, 11/02/2012 19:05 WIB
Kisah Anggota DPR Akbar Faisal dan Aksi Tolak FPI di Bandara Palangkaraya
-
Sabtu, 11/02/2012 13:02 WIB
Astaga! Restoran di Malaysia Tawarkan 'Hidangan' Seks
-
Sabtu, 11/02/2012 20:08 WIB
Sebelum Bus Karunia Bakti Nyungsep , Tanah Bergetar & Terdengar Gemuruh
-
Sabtu, 11/02/2012 12:51 WIB
Ditolak di Palangkaraya, 5 Anggota FPI Diturunkan Sriwijaya di Banjarmasin
-
400 Komentar
-
336 Komentar
-
320 Komentar
-
229 Komentar
Lapsus
Index ยป
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 1,407.000
- Rp 600.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

