Ribut Soal Pemukiman
Deplu AS: Israel Tetap Sekutu Strategis AS
Selasa, 16/03/2010 01:56 WIB
Foto: Reuters
Washington -
Teka-teki hubungan AS dan Israel pasca-cekcok soal rencana pembangunan 1.600 unit rumah di Yerusalem Timur terjawab sudah. Meski merasa telah dihina oleh rencana pembangunan itu, AS ternyata masih menganggap Israel sebagai sekutu strategisnya.
"Israel adalah sekutu strategis AS dan akan berlanjut, dan akan terus seperti itu," kata Jurubicara Departemen Luar Negeri AS, Philip Crowley, seperti dilansir AFP, Senin (16/3/2010).
Seperti diberitakan, rencana pembangunan pemukiman di tengah usaha perdamaian Israel-Palestina tersebut membuat Gedung Putih naik pitam. Apalagi, rencana itu diumumkan saat Wakil Presiden AS Joe Biden berada di Israel.
Menlu Hillary Clinton mengatakan hal itu merupakan pelecehan terhadap AS. Rencana kontroversial Israel itu juga memicu kritik keras dari Rusia, PBB, dan Uni Eropa.
Meski mengakui memerhatikan suatu daerah spesifik, Philip mengatakan, "Komitmen kita terhadap keamanan Israel masih tak tergoyahkan."
Menunggu Respon
Deplu AS juga menyatakan sedang menunggu respon formal dari Israel terhadap masalah tersebut. Deplu menolak berkomentar soal pernyataan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang mendukung pembangunan rumah tersebut.
Netanyahu mengindikasikan pembangunan konstruksi rumah akan terus berlanjut di Yerusalem Timur, meski tensi Hillary lewat telepon kemarin memaksa Netanyahu menyetop rencana.
"Saat ia (Hillary) menguraikan apa yang dia pikir sebuah tindakan yang tepat kepada perdana menteri, ia minta respon ke pemerintah Israel. Kami menunggu tanggapan," kata Philip. (lrn/lrn)
"Israel adalah sekutu strategis AS dan akan berlanjut, dan akan terus seperti itu," kata Jurubicara Departemen Luar Negeri AS, Philip Crowley, seperti dilansir AFP, Senin (16/3/2010).
Seperti diberitakan, rencana pembangunan pemukiman di tengah usaha perdamaian Israel-Palestina tersebut membuat Gedung Putih naik pitam. Apalagi, rencana itu diumumkan saat Wakil Presiden AS Joe Biden berada di Israel.
Menlu Hillary Clinton mengatakan hal itu merupakan pelecehan terhadap AS. Rencana kontroversial Israel itu juga memicu kritik keras dari Rusia, PBB, dan Uni Eropa.
Meski mengakui memerhatikan suatu daerah spesifik, Philip mengatakan, "Komitmen kita terhadap keamanan Israel masih tak tergoyahkan."
Menunggu Respon
Deplu AS juga menyatakan sedang menunggu respon formal dari Israel terhadap masalah tersebut. Deplu menolak berkomentar soal pernyataan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang mendukung pembangunan rumah tersebut.
Netanyahu mengindikasikan pembangunan konstruksi rumah akan terus berlanjut di Yerusalem Timur, meski tensi Hillary lewat telepon kemarin memaksa Netanyahu menyetop rencana.
"Saat ia (Hillary) menguraikan apa yang dia pikir sebuah tindakan yang tepat kepada perdana menteri, ia minta respon ke pemerintah Israel. Kami menunggu tanggapan," kata Philip. (lrn/lrn)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Kamis, 09/02/2012 23:36 WIB
Aktivitas Gunung Lokon Meningkat, Waspadai Letusan
-
Kamis, 09/02/2012 22:31 WIB
MUI Sumsel Larang Perayaan Valentine's Day
-
Kamis, 09/02/2012 21:24 WIB
Braak! Mobil Walikota Depok Ditabrak Pemotor
-
Kamis, 09/02/2012 20:37 WIB
Pansel KPU-Bawaslu: Data Seleksi Sifatnya Rahasia
-
Kamis, 09/02/2012 20:31 WIB
Korban Pencabulan Habib 'H' Diiming-Iming Janji Surga dan Uang
-
Kamis, 09/02/2012 20:31 WIB
Korban Pencabulan Habib 'H' Diiming-Iming Janji Surga dan Uang
-
Kamis, 09/02/2012 21:28 WIB
Tabrak Mobil Walikota Depok, Pemotor Tak Dipolisikan
-
Kamis, 09/02/2012 15:49 WIB
Buruh di Jakarta Ancam Demo Besar-besaran, Foke: Buruh Harus Ngaca
-
Kamis, 09/02/2012 21:24 WIB
Braak! Mobil Walikota Depok Ditabrak Pemotor
-
230 Komentar
-
196 Komentar
-
176 Komentar
-
166 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Senin, 06/02/2012 15:13 WIB
Bagir Manan: Harus The Best One yang Jadi Ketua MA
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 857.000
- Rp 600.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer




_2.gif)


Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

