Nyepi, TV Swasta Nasional Diminta Tidak Siaran di Bali
Selasa, 16/03/2010 07:22 WIB
Denpasar -
Umat Hindu di Bali hari ini merayakan Nyepi Tahun Saka 1932. Selama Nyepi, semua aktivitas dihentikan termasuk menikmati hiburan, seperti menonton televisi.
Selama satu hari, umat Hindu melaksanakan Tapa Brata Penyepian (empat larangan), yaitu Amati Geni (tidak menghidupkan api), Amati Karya (tidak bekerja), Amati Lelungaan (tidak berpergian), serta Amati Lelanguan (tidak bersenang-senang, seperti menikmati hiburan televisi).
Untuk melaksanakan Amati Lelanguan, Pemprov Bali menghimbau agar pihak televisi swasta nasional dan radio tidak melangsungkan siarannya di Bali selama Nyepi selama 24 jam, sejak pukul 06.00 Wita, Selasa (16/3/2010) hingga pukul 06.00 Wita, Rabu (17/3/2010).
Permintaan tersebut telah ditindaklanjuti oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Bali.
"Menghormati Hari Raya Nyepi, KPI Bali meminta dengan tegas seluruh lembaga penyiaran baik lokal Bali dan yang memancarkan siarannya di Bali agar tidak bersiaran saat Nyepi," kata Ketua KPI Bali, Komang Suarsana, saat melakukan sosialisasi larangan siaran di Bali dengan DPRD Bali, beberapa waktu lalu.
Permintaan tersebut telah dilakukan oleh KPI Bali sejak beberapa tahun lalu. Awalnya, hanya berupa imbauan hingga menjadi permintaan. Namun, saat Nyepi 2009, lima TV Swasta Nasional tetap bersiaran di Bali.
(lrn/lrn)
Selama satu hari, umat Hindu melaksanakan Tapa Brata Penyepian (empat larangan), yaitu Amati Geni (tidak menghidupkan api), Amati Karya (tidak bekerja), Amati Lelungaan (tidak berpergian), serta Amati Lelanguan (tidak bersenang-senang, seperti menikmati hiburan televisi).
Untuk melaksanakan Amati Lelanguan, Pemprov Bali menghimbau agar pihak televisi swasta nasional dan radio tidak melangsungkan siarannya di Bali selama Nyepi selama 24 jam, sejak pukul 06.00 Wita, Selasa (16/3/2010) hingga pukul 06.00 Wita, Rabu (17/3/2010).
Permintaan tersebut telah ditindaklanjuti oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Bali.
"Menghormati Hari Raya Nyepi, KPI Bali meminta dengan tegas seluruh lembaga penyiaran baik lokal Bali dan yang memancarkan siarannya di Bali agar tidak bersiaran saat Nyepi," kata Ketua KPI Bali, Komang Suarsana, saat melakukan sosialisasi larangan siaran di Bali dengan DPRD Bali, beberapa waktu lalu.
Permintaan tersebut telah dilakukan oleh KPI Bali sejak beberapa tahun lalu. Awalnya, hanya berupa imbauan hingga menjadi permintaan. Namun, saat Nyepi 2009, lima TV Swasta Nasional tetap bersiaran di Bali.
(lrn/lrn)
Baca Juga
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 12/02/2012 05:18 WIB
Hakim Artidjo Siap Hukum Mati Koruptor, Bagaimana dengan Ketua MA?
-
Minggu, 12/02/2012 04:13 WIB
Asosiasi PTS Tolak Jurnal Ilmiah Jadi Syarat Lulus S1
-
Minggu, 12/02/2012 03:12 WIB
10 Korban Tragedi Bus Karunia Bakti Luka Berat, Mayoritas Patah Tulang
-
Minggu, 12/02/2012 02:19 WIB
Polisi Libatkan Saksi Ahli dalam Pengukuran Kecepatan Bus Karunia Bakti
-
Minggu, 12/02/2012 01:38 WIB
Biayai Gapura Mapolres dengan Dana Pribadi, Kapolres Kukar Disorot
-
Minggu, 12/02/2012 01:38 WIB
Biayai Gapura Mapolres dengan Dana Pribadi, Kapolres Kukar Disorot
-
Sabtu, 11/02/2012 19:05 WIB
Kisah Anggota DPR Akbar Faisal dan Aksi Tolak FPI di Bandara Palangkaraya
-
Minggu, 12/02/2012 04:13 WIB
Asosiasi PTS Tolak Jurnal Ilmiah Jadi Syarat Lulus S1
-
Sabtu, 11/02/2012 13:02 WIB
Astaga! Restoran di Malaysia Tawarkan 'Hidangan' Seks
-
443 Komentar
-
385 Komentar
-
352 Komentar
-
229 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 863.000
- Rp 600.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message

---125x125.gif)
.gif)

