Jelang Muktamar ke-32
Bagdja Rangkul Semua Potensi Kader NU
Selasa, 16/03/2010 23:01 WIB
Jakarta -
Calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul (PBNU) Ahmad Bagdja akan merangkul
semua potensi kader untuk memajukan NU ke depan. Potensi kader NU yang akan
dirangkul kader struktural maupun kultur serta kalangan politisi, pengusaha dan birokrat.
Hal itu dibuktikannya dengan menggelar diskusi untuk menjaring aspirasi dan
masukan kader NU struktural dan kultural di Hotel Bintang, Jakarta, Selasa
(16/3/2010).
Dalam pertemuan hadir Endang Tumudzi (Sekjen PBNU), Ridlwan Lubis (Ketua PBNU), Musthofa Zuhad Mughni (Ketua PBNU), Taufik R Abdullah (Wakil Sekjen PBNU), Syaiful Bahri Anshori (Wakil Sekjen), Anas Thahir (Wakil Sekjen PBNU), Nasihin Hasan (Ketua PP Lakpasdam NU) dan perwakilan semua lembaga dan badan otonom NU.
Sedangkan dari kalangan struktural hadir sejumlah politisi NU lintas partai,
birokrat, pengusaha, diantaranya Effendi Choiri, Arif Mudatsir Mandan (PPP),
Muhammad Romahurmuzy (PPP), Isa Mukhsin, serta puluhan kader NU lainnya yang
kini tersebar di berbagai tempat. Dalam diskusi ini, masing-masing tokoh yang hadir memberikan masukan kepada Bagdja terkait pembangunan NU pada masa
mendatang.
"Pak Bagdja punya visi dan misi yang jelas. Harapan saya, NU ke depan dapat
membuktikan kerja yang kongkrit di bidang pendidikan, kesehatan dan ekonomi," kata Arif Mudatsir usai pertemuan.
Sementara itu, dalam sambutannya, Bagdja mengatakan, NU ke depan tak akan bisa maju, jika yang bekerja hanya orang struktural saja. Karena itu, menurutnya, semua elemen NU, mulai dari politisi, birokrat dan pengusaha harus turut membangun NU.
"NU itu perlu dikonsolidasikan dengan menjalin komuniksi dan menyapa potensi
yang ada, yaitu politisi, pengusaha dan birokrasi. Ini yang belum ada model
jaringannya seperti apa," ungkapnya.
Bagdja mengatakan, jika konsolidasi dan komunikasi dengan para politisi yang ada di sejumlah partai politik bisa lancar, maka, kebutuhan memperkuat pera NU bisa terwujud. "Para politisi dari NU diharapkan bisa mementingkan pendidikan politik, pencerahan kepada warga negara, bisa memberi pilihan
yang lebih rasional," jelasnya.
Selain itu, para politisi, pengusaha dan birokrasi juga bisa memperjuangkan kepentingan para nahdliyin di bawah. "Bagaimana para politisi partai dalam menyusun anggaran lebih memihak rakyat. Sekarang ini kan para politisi NU banyak yang tidak ingat ke NU," ungkapnya.
Pada kesempatan ini, Bagdja menegaskan, bahwa ujung tombak NU adalah para ulama melalui Dewan Suriah. "Ini penting meletakan kembali supremasi ulama dan revitalisasi ulama. Karena jati diri NU adalah ulama," pungkasnya.
(zal/mad)
semua potensi kader untuk memajukan NU ke depan. Potensi kader NU yang akan
dirangkul kader struktural maupun kultur serta kalangan politisi, pengusaha dan birokrat.
Hal itu dibuktikannya dengan menggelar diskusi untuk menjaring aspirasi dan
masukan kader NU struktural dan kultural di Hotel Bintang, Jakarta, Selasa
(16/3/2010).
Dalam pertemuan hadir Endang Tumudzi (Sekjen PBNU), Ridlwan Lubis (Ketua PBNU), Musthofa Zuhad Mughni (Ketua PBNU), Taufik R Abdullah (Wakil Sekjen PBNU), Syaiful Bahri Anshori (Wakil Sekjen), Anas Thahir (Wakil Sekjen PBNU), Nasihin Hasan (Ketua PP Lakpasdam NU) dan perwakilan semua lembaga dan badan otonom NU.
Sedangkan dari kalangan struktural hadir sejumlah politisi NU lintas partai,
birokrat, pengusaha, diantaranya Effendi Choiri, Arif Mudatsir Mandan (PPP),
Muhammad Romahurmuzy (PPP), Isa Mukhsin, serta puluhan kader NU lainnya yang
kini tersebar di berbagai tempat. Dalam diskusi ini, masing-masing tokoh yang hadir memberikan masukan kepada Bagdja terkait pembangunan NU pada masa
mendatang.
"Pak Bagdja punya visi dan misi yang jelas. Harapan saya, NU ke depan dapat
membuktikan kerja yang kongkrit di bidang pendidikan, kesehatan dan ekonomi," kata Arif Mudatsir usai pertemuan.
Sementara itu, dalam sambutannya, Bagdja mengatakan, NU ke depan tak akan bisa maju, jika yang bekerja hanya orang struktural saja. Karena itu, menurutnya, semua elemen NU, mulai dari politisi, birokrat dan pengusaha harus turut membangun NU.
"NU itu perlu dikonsolidasikan dengan menjalin komuniksi dan menyapa potensi
yang ada, yaitu politisi, pengusaha dan birokrasi. Ini yang belum ada model
jaringannya seperti apa," ungkapnya.
Bagdja mengatakan, jika konsolidasi dan komunikasi dengan para politisi yang ada di sejumlah partai politik bisa lancar, maka, kebutuhan memperkuat pera NU bisa terwujud. "Para politisi dari NU diharapkan bisa mementingkan pendidikan politik, pencerahan kepada warga negara, bisa memberi pilihan
yang lebih rasional," jelasnya.
Selain itu, para politisi, pengusaha dan birokrasi juga bisa memperjuangkan kepentingan para nahdliyin di bawah. "Bagaimana para politisi partai dalam menyusun anggaran lebih memihak rakyat. Sekarang ini kan para politisi NU banyak yang tidak ingat ke NU," ungkapnya.
Pada kesempatan ini, Bagdja menegaskan, bahwa ujung tombak NU adalah para ulama melalui Dewan Suriah. "Ini penting meletakan kembali supremasi ulama dan revitalisasi ulama. Karena jati diri NU adalah ulama," pungkasnya.
(zal/mad)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita ยป
-
Minggu, 12/02/2012 14:10 WIB
Uji Wawancara Calon Pimpinan KPU-Bawaslu Berlangsung Terbuka
-
Minggu, 12/02/2012 13:57 WIB
Korban Bus Karunia Bakti di RSPG Tinggal 1 Orang, 1 Dirujuk ke RS Sentra Medika
-
Minggu, 12/02/2012 13:54 WIB
Bentrok Ormas di Bali Dipicu Miras
-
Minggu, 12/02/2012 13:20 WIB
Sopir Bus Pariwisata Belum Bisa Dimintai Keterangan Karena Shock
-
Minggu, 12/02/2012 13:15 WIB
Penumpang Bus yang Kecelakaan Hendak Ziarah ke Makam Sunan Gunung Jati
-
Minggu, 12/02/2012 12:49 WIB
Polisi: Bentrokan di Bali Melibatkan Dua Ormas Besar
-
Minggu, 12/02/2012 13:20 WIB
Sopir Bus Pariwisata Belum Bisa Dimintai Keterangan Karena Shock
-
Minggu, 12/02/2012 13:54 WIB
Bentrok Ormas di Bali Dipicu Miras
-
Minggu, 12/02/2012 13:15 WIB
Penumpang Bus yang Kecelakaan Hendak Ziarah ke Makam Sunan Gunung Jati
-
548 Komentar
-
448 Komentar
-
375 Komentar
-
230 Komentar
Lapsus
Index ยป
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 600.000
- Rp 863.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

