Sebuah Surat dari Obama
Kamis, 18/03/2010 10:42 WIB
AFP
Jakarta -
Minggu ini menjadi sangat genting untuk rakyat Amerika Serikat (AS). Berhasil atau gagalnya kebijakan reformasi kesehatan akan diketuk palu oleh Kongres (DPR) AS. Dalam momen krusial ini, Presiden AS Barack Obama menebar surat kepada semua orang dan meminta dukungan.
Sebuah surat elektronik bertanda Presiden AS Barack Obama pun sampai ke redaksi detikcom, Rabu (18/3/2010) semalam. Obama ingin menjelaskan kepada semua pihak betapa isu kesehatan sangat menjadi perhatiannya, bahkan sampai menunda kunjungannya ke Indonesia.
"Tinggal beberapa hari tersisa dan semua yang telah kita kerjakan (untuk reformasi kesehatan) sudah pada jalurnya. Dukungan dari Anda semua sekarang semakin dibutuhkan," kata Obama.
Obama menjelaskan kenapa isu kesehatan menjadi sangat krusial di AS. Presiden yang akan berkunjung ke Indonesia pekan depan ini mengisahkan tentang Natoma Canfield.
"Natoma adalah penderita kanker dan untuk itu dia menjadi nasabah asuransi kesehatan," Obama memulai kisahnya.
Namun, perusahaan asuransi terus menaikkan preminya tiap tahun. Bahkan sampai US$ 10.000 (Rp 91 juta) tiap bulan. Natoma tak sanggup lagi dan berhenti menjadi nasabah asuransi. Dia lalu menyurati Obama dan berkeluh kesah.
"Dua minggu lalu Natoma kolaps. Dia terkena leukimia (kanker darah). Dia kebingungan bagaimana dia bisa selamat secara finansial. Saya sekarang bicara karena Natoma," jelas Obama.
Menurut dia, ternyata masih banyak warga negara AS lain seperti Natoma. Penghasilan mereka tidak seberapa dan mereka berhadapan dengan premi asuransi kesehatan yang mahal. Ketika mereka sakit, sudah tidak ada.
"Ibu saya juga meninggal karena kanker. Dalam enam bulan terakhir hidupnya, saya masih melihat dia berdebat dengan perusahaan asuransi kesehatannya," ungkap Obama.
Oleh karena itu, Obama meminta warga AS untuk bergerak 'menekan' Kongres (DPR) AS. Caranya dengan menelepon atau menyurati Kongres, penggalangan massa, atau menyebar informasi lewat Facebook dan Twitter. Obama juga menggalang dukungan di internet lewat my.barackobama.com.
Jika reformasi kesehatan ini berhasil, Obama menjanjikan sejumlah hal. Perusahaan asuransi tidak boleh menolak klien. Rakyat AS yang akan menyiapkan asuransi kesehatan bisa mendapat pengurangan pajak.
"Para politisi di Washington butuh keberanian untuk menghadapi berbagai kepentingan yang sudah lama menghambat reformasi kesehatan ini," pungkas Obama.
(fay/ken)
Sebuah surat elektronik bertanda Presiden AS Barack Obama pun sampai ke redaksi detikcom, Rabu (18/3/2010) semalam. Obama ingin menjelaskan kepada semua pihak betapa isu kesehatan sangat menjadi perhatiannya, bahkan sampai menunda kunjungannya ke Indonesia.
"Tinggal beberapa hari tersisa dan semua yang telah kita kerjakan (untuk reformasi kesehatan) sudah pada jalurnya. Dukungan dari Anda semua sekarang semakin dibutuhkan," kata Obama.
Obama menjelaskan kenapa isu kesehatan menjadi sangat krusial di AS. Presiden yang akan berkunjung ke Indonesia pekan depan ini mengisahkan tentang Natoma Canfield.
"Natoma adalah penderita kanker dan untuk itu dia menjadi nasabah asuransi kesehatan," Obama memulai kisahnya.
Namun, perusahaan asuransi terus menaikkan preminya tiap tahun. Bahkan sampai US$ 10.000 (Rp 91 juta) tiap bulan. Natoma tak sanggup lagi dan berhenti menjadi nasabah asuransi. Dia lalu menyurati Obama dan berkeluh kesah.
"Dua minggu lalu Natoma kolaps. Dia terkena leukimia (kanker darah). Dia kebingungan bagaimana dia bisa selamat secara finansial. Saya sekarang bicara karena Natoma," jelas Obama.
Menurut dia, ternyata masih banyak warga negara AS lain seperti Natoma. Penghasilan mereka tidak seberapa dan mereka berhadapan dengan premi asuransi kesehatan yang mahal. Ketika mereka sakit, sudah tidak ada.
"Ibu saya juga meninggal karena kanker. Dalam enam bulan terakhir hidupnya, saya masih melihat dia berdebat dengan perusahaan asuransi kesehatannya," ungkap Obama.
Oleh karena itu, Obama meminta warga AS untuk bergerak 'menekan' Kongres (DPR) AS. Caranya dengan menelepon atau menyurati Kongres, penggalangan massa, atau menyebar informasi lewat Facebook dan Twitter. Obama juga menggalang dukungan di internet lewat my.barackobama.com.
Jika reformasi kesehatan ini berhasil, Obama menjanjikan sejumlah hal. Perusahaan asuransi tidak boleh menolak klien. Rakyat AS yang akan menyiapkan asuransi kesehatan bisa mendapat pengurangan pajak.
"Para politisi di Washington butuh keberanian untuk menghadapi berbagai kepentingan yang sudah lama menghambat reformasi kesehatan ini," pungkas Obama.
(fay/ken)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Kamis, 09/02/2012 16:03 WIB
KPK Seriusi Temuan Denny Pergoki Nasir & Pengacara Rosa Bertemu Nazar
-
Kamis, 09/02/2012 15:49 WIB
Buruh di Jakarta Ancam Demo Besar-besaran, Foke: Buruh Harus Ngaca
-
Kamis, 09/02/2012 15:46 WIB
Ical Tebar Pujian untuk Mahfud MD
-
Kamis, 09/02/2012 15:43 WIB
Taufiq Kiemas Kumpulkan Alumni Kelompok Cipayung
-
Kamis, 09/02/2012 15:42 WIB
Pesawat Kepresidenan RI Siap Pakai Agustus 2013
-
Kamis, 09/02/2012 15:05 WIB
Albertina Ho, Hakim yang Bebaskan Terdakwa Korupsi Kuburan Rp 27 M
-
Kamis, 09/02/2012 12:59 WIB
Nasir Kaget Ketahuan Denny Bertemu Nazaruddin di Rutan Cipinang
-
Kamis, 09/02/2012 14:32 WIB
Gadis Malaysia Berbicara Dalam Bahasa Aneh Setelah Kecelakaan
-
Kamis, 09/02/2012 13:36 WIB
Hebat! Siswa SMK 2 Langsa Bikin Alat Pengubah Air Jadi Bahan Bakar
-
229 Komentar
-
196 Komentar
-
176 Komentar
-
166 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Senin, 06/02/2012 15:13 WIB
Bagir Manan: Harus The Best One yang Jadi Ketua MA
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 600.000
- Rp 857.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer




_2.gif)


Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

