Obama: AS Akan Terus Upayakan Sanksi Agresif Terhadap Nuklir Iran
Kamis, 18/03/2010 10:50 WIB
AFP
Washington -
Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama menegaskan, pemerintahannya akan terus mengupayakan sanksi-sanksi agresif untuk mencegah Iran mendapatkan senjata nuklir yang bisa berpotensi memicu adu senjata nuklir di Timur Tengah.
"Seperti yang telah kita lihat, pemerintah Iran lebih peduli soal mencegah rakyat mereka mempraktekkan hak-hak demokratis dan HAM daripada mencoba menyelesaikan masalah ini secara diplomatik," kata Obama dalam wawancara di Fox News seperti dilansir kantor berita Reuters, Kamis (18/3/2010).
"Karena itulah kami akan terus mengejar sanksi-sanksi agresif. Kami belum mengesampingkan satu opsi pun. Kami akan terus mendesak," tegas Obama.
Menurut Obama, mencegah Iran mendapatkan senjata nuklir merupakan salah satu prioritas tertinggi pemerintahannya.
"Ini masalah yang sulit namun ini masalah yang perlu kami selesaikan karena jika Iran mendapatkan senjata nuklir maka kita kemungkinan bakal melihat adu senjata nuklir di seluruh Timur Tengah dan itu akan sangat merusak kepentingan keamanan nasional kita," tutur Obama.
Pemerintah AS dan Eropa mencurigai Iran diam-diam berupaya mengembangkan senjata nuklir lewat program nuklir yang dijalankannya. Namun pemerintah Iran telah berulang kali membantah hal tersebut. Ditegaskan Iran bahwa program nuklirnya semata-mata untuk tujuan damai, yakni sebagai pembangkit energi untuk kepentingan sipil.
(ita/iy)
"Seperti yang telah kita lihat, pemerintah Iran lebih peduli soal mencegah rakyat mereka mempraktekkan hak-hak demokratis dan HAM daripada mencoba menyelesaikan masalah ini secara diplomatik," kata Obama dalam wawancara di Fox News seperti dilansir kantor berita Reuters, Kamis (18/3/2010).
"Karena itulah kami akan terus mengejar sanksi-sanksi agresif. Kami belum mengesampingkan satu opsi pun. Kami akan terus mendesak," tegas Obama.
Menurut Obama, mencegah Iran mendapatkan senjata nuklir merupakan salah satu prioritas tertinggi pemerintahannya.
"Ini masalah yang sulit namun ini masalah yang perlu kami selesaikan karena jika Iran mendapatkan senjata nuklir maka kita kemungkinan bakal melihat adu senjata nuklir di seluruh Timur Tengah dan itu akan sangat merusak kepentingan keamanan nasional kita," tutur Obama.
Pemerintah AS dan Eropa mencurigai Iran diam-diam berupaya mengembangkan senjata nuklir lewat program nuklir yang dijalankannya. Namun pemerintah Iran telah berulang kali membantah hal tersebut. Ditegaskan Iran bahwa program nuklirnya semata-mata untuk tujuan damai, yakni sebagai pembangkit energi untuk kepentingan sipil.
(ita/iy)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Kamis, 09/02/2012 20:31 WIB
Korban Pencabulan Habib 'H' Diiming-Iming Janji Surga dan Uang
-
Kamis, 09/02/2012 20:21 WIB
Ditanya Money Politics Kongres Demokrat, Ketua DPC Dumai Bingung
-
Kamis, 09/02/2012 20:20 WIB
Berkas Febri Penusuk Raafi Dilimpahkan ke Kejaksaan
-
Kamis, 09/02/2012 20:05 WIB
Perlawanan Rektor Kalah, Nama Susu Formula Berbakteri Harus Dibuka
-
Kamis, 09/02/2012 19:43 WIB
Kuasa Hukum: 14 Saksi Tak Menyebut Anas Terlibat Wisma Atlet
-
Kamis, 09/02/2012 20:05 WIB
Perlawanan Rektor Kalah, Nama Susu Formula Berbakteri Harus Dibuka
-
Kamis, 09/02/2012 15:49 WIB
Buruh di Jakarta Ancam Demo Besar-besaran, Foke: Buruh Harus Ngaca
-
Kamis, 09/02/2012 19:42 WIB
Prihatin Politik Uang, Eks Pengurus PD: Katakan 'Yes' Pada Korupsi
-
Kamis, 09/02/2012 19:39 WIB
Kuasa Hukum: 14 Saksi Tak Menyebut Anas Terlibat Wisma Atlet
-
230 Komentar
-
196 Komentar
-
176 Komentar
-
166 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Senin, 06/02/2012 15:13 WIB
Bagir Manan: Harus The Best One yang Jadi Ketua MA
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 600.000
- Rp 1,408.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer




_2.gif)


Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

