Keluarga Korban Gempa Tuntut Pemerintah Chili
Kamis, 18/03/2010 12:26 WIB
Reuters
Santiago -
Keluarga dua korban gempa dahsyat di Chili menuntut pemerintah Chili atas kematian anggota keluarga mereka. Mereka menuding pemerintah telah melakukan pembunuhan karena tidak memperingatkan mereka tentang tsunami mematikan yang terjadi akibat gempa bulan lalu.
Tuntutan hukum itu diajukan oleh keluarga Nancy dan Eliana Lema Morales. Target mereka adalah pejabat-pejabat negara yang mungkin bertanggung jawab atas kematian dua wanita itu.
Dua kakak-beradik itu tewas di desa nelayan Dichato akibat gelombang tsunami setinggi 7 meter menyusul gempa pada 27 Februari lalu.
Gempa berkekuatan 8,8 Skala Richter itu menewaskan sekitar 500 orang dan sekitar 200 orang lainnya tidak ditemukan. Kebanyakan korban tewas karena terseret oleh gelombang tsunami.
Menurut keluarga Lema Morales, setelah gempa terjadi, kantor emergensi yang dikenal sebagai ONEMI dan unit Angkatan Laut Chili yang bertanggung jawab atas monitoring laut tidak mengeluarkan peringatan tsunami.
Keluarga tersebut telah buru-buru pergi ke puncak bukit dengan mengendarai mobil karena khawatir tsunami akan terjadi. Namun mereka kemudian kembali ke Dichato ketika mendengar pengumuman di radio bahwa gelombang tsunami tidak mengarah ke wilayah mereka.
"Kami meninggalkan mobil sekitar 70 meter dari rumah. Saya masuk dan kemudian saya mendengar klakson mobil dan melihat laut telah meratakan semuanya," tulis suami Eliana Lema, Hugo Fuentealba dalam surat tuntutan seperti dilansir Reuters, Kamis (18/3/2010).
"Air menelan saya namun saya berpegangan pada sebuah pohon. Air kemudian surut dan saya melihat istri saya tewas di dalam mobil. Ipar perempuan saya ditemukan pada jarak 200 meter, juga meninggal," tulis Fuentealba.
Seorang perwira Angkatan Laut Chili tampil di jaringan televisi pemerintah, TVN tak lama setelah gempa dan mengatakan Angkatan Laut Chili tidak mengeluarkan peringatan tsunami karena hanya ada fluktuasi kecil di laut.
(ita/iy)
Tuntutan hukum itu diajukan oleh keluarga Nancy dan Eliana Lema Morales. Target mereka adalah pejabat-pejabat negara yang mungkin bertanggung jawab atas kematian dua wanita itu.
Dua kakak-beradik itu tewas di desa nelayan Dichato akibat gelombang tsunami setinggi 7 meter menyusul gempa pada 27 Februari lalu.
Gempa berkekuatan 8,8 Skala Richter itu menewaskan sekitar 500 orang dan sekitar 200 orang lainnya tidak ditemukan. Kebanyakan korban tewas karena terseret oleh gelombang tsunami.
Menurut keluarga Lema Morales, setelah gempa terjadi, kantor emergensi yang dikenal sebagai ONEMI dan unit Angkatan Laut Chili yang bertanggung jawab atas monitoring laut tidak mengeluarkan peringatan tsunami.
Keluarga tersebut telah buru-buru pergi ke puncak bukit dengan mengendarai mobil karena khawatir tsunami akan terjadi. Namun mereka kemudian kembali ke Dichato ketika mendengar pengumuman di radio bahwa gelombang tsunami tidak mengarah ke wilayah mereka.
"Kami meninggalkan mobil sekitar 70 meter dari rumah. Saya masuk dan kemudian saya mendengar klakson mobil dan melihat laut telah meratakan semuanya," tulis suami Eliana Lema, Hugo Fuentealba dalam surat tuntutan seperti dilansir Reuters, Kamis (18/3/2010).
"Air menelan saya namun saya berpegangan pada sebuah pohon. Air kemudian surut dan saya melihat istri saya tewas di dalam mobil. Ipar perempuan saya ditemukan pada jarak 200 meter, juga meninggal," tulis Fuentealba.
Seorang perwira Angkatan Laut Chili tampil di jaringan televisi pemerintah, TVN tak lama setelah gempa dan mengatakan Angkatan Laut Chili tidak mengeluarkan peringatan tsunami karena hanya ada fluktuasi kecil di laut.
(ita/iy)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Senin, 13/02/2012 02:09 WIB
Insiden Tolak FPI di Palangkaraya Bentuk Kekecewaan Pada Pemerintah
-
Senin, 13/02/2012 01:37 WIB
Anggota Timwas Century: Rencana Beli Bank Mutiara Tidak Masuk Akal
-
Senin, 13/02/2012 00:58 WIB
Duh, Sopir Bus Yang Menewaskan 3 Orang di Majalengka Hanya Punya SIM C
-
Senin, 13/02/2012 00:25 WIB
Kemenkum HAM Siap Bantu Masa Pasca Rehabilitasi Pecandu Narkoba
-
Minggu, 12/02/2012 23:39 WIB
DPP Siap Laksanakan Rekomendasi DK Soal Kader PD yang Layak Dipecat
-
Senin, 13/02/2012 00:44 WIB
Hujan Deras Selama 3 Jam, Sebagian Wilayah Jakarta Tergenang
-
Senin, 13/02/2012 00:58 WIB
Duh, Sopir Bus Yang Menewaskan 3 Orang di Majalengka Hanya Punya SIM C
-
Minggu, 12/02/2012 17:20 WIB
Amir Copot Kakanwil Kemenkum Jakarta Hingga Karutan Cipinang
-
Minggu, 12/02/2012 23:39 WIB
DPP Siap Laksanakan Rekomendasi DK Soal Kader PD yang Layak Dipecat
-
594 Komentar
-
500 Komentar
-
384 Komentar
-
206 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 1,407.000
- Rp 600.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

