
Boediono Tekankan Tindakan Global untuk Perangi Perubahan Iklim
Kamis, 18/03/2010 17:05 WIB
Jakarta -
Perubahan iklim menjadi tema diskusi sekaligus ancaman yang kian nyata di dalam kehidupan manusia. Karena itu, dibutuhkan adanya kesepakatan tindakan global untuk memerangi perubahan iklim tersebut.
"Kesepakatan tindakan global oleh karena itu adalah keharusan. Taruhannya terlalu besar bagi kita semua, dan waktu sudah hampir habis," kata Wakil Presiden Boediono dalam sambutannya membuka International Workshop on Climate Change di Kantornya, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (18/3/2010).
Pertemuan para ahli di bidang perubahan iklim dalam dan luar negeri itu diadakan di Kampus Universitas Indonesia (UI), Depok, Jawa Barat, mulai hari ini hingga Jumat (19/3), besok. Para peserta adalah ahli-ahli dari universitas yang tergabung dalam Association of Pacific Rim University-World Institute (APRU-AWI).
Boediono menilai, pemerintah negara-negara di dunia terlalu lamban untuk merespons masalah-masalah perubahan iklim yang akan dihadapi pada masa mendatang. Selain lamban, tindakan yang dilakukan untuk menghadapi perubahan iklim pun tidak koheren.
Menurut Boediono, hampir 20 tahun yang lalu dunia telah telah sepakat akan adanya ancaman global berupa perubahan iklim. United Nations Framework convention on Climate Change atau UNFCCC telah menjadi agenda sejak pertemuan di Rio de Janeiro pada 1992. Berikutnya, dirumuskan Protokol Kyoto, yang setidaknya memberikan kerangka tentatif untuk pencegahan perubahan iklim.
"Sekarang perjanjian itu akan berakhir dan tidak ada perjanjian yang sama, apalagi yang lebih baik, untuk menggantinya. Konferensi di Kopenhagen gagal menghasilkan hasil yang diharapkan," tandasnya.
Karena itu, Boediono berharap, meski cuma berlangsung singkat, pertemuan ahli di UI ini bisa menghasilkan rekomendasi yang substantif untuk memecahkan masalah serta memperkuat tekad dalam upaya menanggulangi perubahan iklim.
"Kita tahu bahwa masih ada beberapa isu untuk diperdebatkan dan diselesaikan oleh para ilmuwan berkaitan dengan sejauh mana konsekuensi dari perubahan iklim global. Dan workshop ini saya berharap akan memberikan kontribusi untuk pencerahan dan penyelesaian," harapnya.
Dikatakan mantan Gubernur Bank Indonesia ini, Indonesia siap berperan aktif untuk menangani permasalahan iklim global. "Indonesia siap untuk memainkan peran aktif dan konstruktif dalam usaha bersama ini," tutupnya.
(irw/gun)
"Kesepakatan tindakan global oleh karena itu adalah keharusan. Taruhannya terlalu besar bagi kita semua, dan waktu sudah hampir habis," kata Wakil Presiden Boediono dalam sambutannya membuka International Workshop on Climate Change di Kantornya, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (18/3/2010).
Pertemuan para ahli di bidang perubahan iklim dalam dan luar negeri itu diadakan di Kampus Universitas Indonesia (UI), Depok, Jawa Barat, mulai hari ini hingga Jumat (19/3), besok. Para peserta adalah ahli-ahli dari universitas yang tergabung dalam Association of Pacific Rim University-World Institute (APRU-AWI).
Boediono menilai, pemerintah negara-negara di dunia terlalu lamban untuk merespons masalah-masalah perubahan iklim yang akan dihadapi pada masa mendatang. Selain lamban, tindakan yang dilakukan untuk menghadapi perubahan iklim pun tidak koheren.
Menurut Boediono, hampir 20 tahun yang lalu dunia telah telah sepakat akan adanya ancaman global berupa perubahan iklim. United Nations Framework convention on Climate Change atau UNFCCC telah menjadi agenda sejak pertemuan di Rio de Janeiro pada 1992. Berikutnya, dirumuskan Protokol Kyoto, yang setidaknya memberikan kerangka tentatif untuk pencegahan perubahan iklim.
"Sekarang perjanjian itu akan berakhir dan tidak ada perjanjian yang sama, apalagi yang lebih baik, untuk menggantinya. Konferensi di Kopenhagen gagal menghasilkan hasil yang diharapkan," tandasnya.
Karena itu, Boediono berharap, meski cuma berlangsung singkat, pertemuan ahli di UI ini bisa menghasilkan rekomendasi yang substantif untuk memecahkan masalah serta memperkuat tekad dalam upaya menanggulangi perubahan iklim.
"Kita tahu bahwa masih ada beberapa isu untuk diperdebatkan dan diselesaikan oleh para ilmuwan berkaitan dengan sejauh mana konsekuensi dari perubahan iklim global. Dan workshop ini saya berharap akan memberikan kontribusi untuk pencerahan dan penyelesaian," harapnya.
Dikatakan mantan Gubernur Bank Indonesia ini, Indonesia siap berperan aktif untuk menangani permasalahan iklim global. "Indonesia siap untuk memainkan peran aktif dan konstruktif dalam usaha bersama ini," tutupnya.
(irw/gun)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Selasa, 14/02/2012 06:52 WIB
PK Ditolak, Antasari akan Bawa Kasusnya Mendunia
-
Selasa, 14/02/2012 06:23 WIB
Hakim Sebagai 'Wakil Tuhan', Sisa Konsep Kedaulatan Tuhan yang Tersisa
-
Selasa, 14/02/2012 06:02 WIB
Kelebihan Muatan, Pick Up Terbalik di Tol Pondok Gede Timur
-
Selasa, 14/02/2012 05:43 WIB
Perkantoran Kemendagri Kalibata Terbakar, 14 Mobil Pemadam Meluncur
-
Selasa, 14/02/2012 05:02 WIB
8 Poin Kode Etik Dihapus MA, KY Harus Optimalkan Hak Sadap Telepon Hakim
-
Selasa, 14/02/2012 03:15 WIB
Hari Valentine, 5 Pasangan Kumpul Kebo Diciduk di Depok
-
Senin, 13/02/2012 20:47 WIB
Keluarga Nasrudin: Hanya Mukjizat yang Bisa Bebaskan Antasari
-
Selasa, 14/02/2012 06:52 WIB
PK Ditolak, Antasari akan Bawa Kasusnya Mendunia
-
Senin, 13/02/2012 22:45 WIB
Rosa 'Bernyanyi' Berbagai Macam Proyek Nazaruddin
-
614 Komentar
-
507 Komentar
-
452 Komentar
-
386 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 13/02/2012 13:30 WIB
Jeruji Besi Menanti Angie
Demokrat di Ambang Kiamat
-
Senin, 13/02/2012 13:24 WIB
Jeruji Besi Menanti Angie
Angie Membuka Pintu, Siapa Bakal Masuk
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 863.000
- Rp 598.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

