Laporan dari Austria

Penyerahan Credential Letter Wakil Tetap RI untuk CTBTO

Rangga Almahendra - detikNews
Jumat, 19/03/2010 08:15 WIB
Wina - Duta Besar Indonesia untuk Austria yang baru, I Gusti Agung Wesaka Puja hari Kamis, 18 Maret 2010, secara resmi memulai tugasnya sebagai Wakil Tetap RI (Watap RI) untuk Comprehensive Nuclear-Test-Ban Treaty Organization (CTBTO). Peresmian ini ditandai dengan penyerahan Surat Kepercayaan/Credentials Letter kepada Sekretaris Eksekutif Organisasi Perjanjian Pelarangan Percobaan Nuklir Secara Menyeluruh/Preparatory CTBTO, Duta Besar Tibor Toth.

Bertempat di Sekretariat CTBTO di Vienna International Center, Austria, Dubes Toth menyampaikan selamat datang dan selamat bertugas kepada Watap RI yang baru. Dubes Toth juga mempresentasikan perkembangan terkini CTBTO dan program-program kerjasama CTBTO di seluruh belahan dunia, termasuk Indonesia. Dubes Toth menyampaikan bahwa fokus utama program CTBTO di Indonesia meliputi pendeteksian gempa, pengawasan aktivitas gunung berapi, penelitian radiasi, dan studi atmosfer.

CTBTO sendiri didirikan pada tahun 1996 di Wina, Austria sebagai organisasi interim untuk membangun rezim verifikasi Perjanjian Pelarangan Percobaan Nuklir Secara Menyeluruh (Comprehensive Nuclear-Test-Ban Treaty/CTBT). Perjanjian CTBT akan berlaku setelah 44 negara yang tertera dalam perjanjian, sebagai negara yang menguasai teknologi nuklir pada saat disepakatinya perjanjian, telah menandatangani dan meratifikasinya.

Hingga kini, 35 dari 44 negara tersebut telah meratifikasinya, enam negara telah menandatangani namun belum meratifikasinya (Amerika Serikat, Cina, Indonesia, Iran, Israel, dan Mesir), dan tiga negara belum menandatangani dan meratifikasinya (India, Korea Utara dan Pakistan). Secara keseluruhan, 182 negara telah menandatangani Perjanjian dan 151 dari jumlah tersebut telah meratifikasinya.

CTBTO memiliki anggaran tahunan yang besarnya mencapai USD 120.000.000, dengan sumber dana utama yang berasal dari iuran negara-negara anggota. CTBTO terdiri dari 2 badan utama, yaitu: Badan Pleno yang terdiri dari negara-negara Penandatangan Perjanjian (Preparatory Commission), dan Provisional Technical Secretariat (PTS) yang membantu Badan Pleno dalam pelaksanaan kegiatannya.

Dalam kesempatan itu, Watap RI juga mengucapkan terimakasih atas penyambutan yang diberikan dan terlaksananya berbagai kerja sama antara kedua belah pihak hingga saat ini. Watap RI memberi penghargaan atas kerja sama yang telah terlaksana terutama terkait dengan transmisi data gempa serta beroperasinya enam stasiun data CTBTO yang terdapat di Indonesia.

Di akhir pertemuan, dua belah pihak sepakat untuk melanjutkan berbagai inistiatif kerjasama yang telah dilaksanakan selama ini dan untuk menjajaki bentuk-bentuk kerjasama baru lainnya di masa mendatang.
(anw/anw)

Share:

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Lapsus Index »
Cari Penawaran Terbaik di Sini