SBY Diminta Tiru Obama yang Mementingkan Urusan Dalam Negeri
Jumat, 19/03/2010 10:57 WIB
Jakarta -
Presiden AS Barack Obama menunda kunjungan ke Indonesia karena mementingkan penyelesaian RUU Reformasi Kesehatan yang akan disahkan Kongres AS. Presiden SBY diminta meniru Obama yang mengutamakan urusan di dalam negeri.
"Obama tidak mempedulikan citra dan pujian di luar negaranya. Dia lebih mementingkan urusan dalam negerinya meski dalam rencana kunjungan di Indonesia akan mendapat sambutan yang macam-macam," kata anggota Komisi I DPR Effendi Choirie kepada detikcom, Jumat (19/3/2010).
Mantan Ketua FPKB DPR ini menilai, SBY selama ini mencoba meniru gaya kepemimpinan di negara barat. Namun SBY harus menyadari adanya perubahan paradigma berfikir soal pelayanan kepada rakyat. Para kepala negara yang dicontoh SBY lebih mementingkan urusan dalam negeri terkait kesejahteraan dan keamanan rakyatnya.
"Kalau SBY selama ini meniru pemimpin AS, harusnya sekarang merasa kecele. Ternyata Obama lebih mendahulukan kepentingan dalam negeri dan kesejahteraan rakyatnya. Ini harus menjadi catatan SBY untuk mengubah pola kepemimpinannya," tegasnya.
Gus Choi, panggilan akbar Effendi Choirie, melihat SBY terkesan ingin mendapat pengakuan dari luar negeri. Padahal persoalan dalam negeri masih banyak yang harus diselesaikan khususnya yang terkait kemiskinan dan kesejahteraan rakyat.
"Berbeda dengan pemimpin kita ini, kita punya kesan selama 5 tahun lebih dia memimpin. Dia lebih senang melayani kepentingan luar negeri dan dapat citra baik dari luar negeri. Misal, menyampaikan keberhasilan memerangi terorisme saja di negara lain dari pada di dalam negeri," paparnya.
Penolakan HTI
Gus Choi menilai penundaan kunjungan Obama ini murni karena urusan dalam negeri yang harus diselesaikan dengan cepat. Penundaan ini bukan karena tekanan dari kelompok-kelompok yang selama ini menolak Obama.
"Bagi kaum radikal dan fundamentalis, penundaan ini bukan berarti keberhasilan mereka mengancam boikot dan menolak kehadiran Obama. Ini murni ada urusan dalam negeri. Obama tidak akan takut dengan ancaman mereka," paparnya.
Dengan adanya perubahan paradigma pemimpin di negara Paman Sam ini, pemimpin Indonesia juga harus ikut merubah pandangannya soal tugas kenegaraan. "Kita menerima kunjungan negara lain dalam konteks menghargai bangsa kita, pergaulan antar bangsa. Tapi jangan sampai untuk kepentingan kekuasaan kita," pungkasnya.
(yid/fay)
"Obama tidak mempedulikan citra dan pujian di luar negaranya. Dia lebih mementingkan urusan dalam negerinya meski dalam rencana kunjungan di Indonesia akan mendapat sambutan yang macam-macam," kata anggota Komisi I DPR Effendi Choirie kepada detikcom, Jumat (19/3/2010).
Mantan Ketua FPKB DPR ini menilai, SBY selama ini mencoba meniru gaya kepemimpinan di negara barat. Namun SBY harus menyadari adanya perubahan paradigma berfikir soal pelayanan kepada rakyat. Para kepala negara yang dicontoh SBY lebih mementingkan urusan dalam negeri terkait kesejahteraan dan keamanan rakyatnya.
"Kalau SBY selama ini meniru pemimpin AS, harusnya sekarang merasa kecele. Ternyata Obama lebih mendahulukan kepentingan dalam negeri dan kesejahteraan rakyatnya. Ini harus menjadi catatan SBY untuk mengubah pola kepemimpinannya," tegasnya.
Gus Choi, panggilan akbar Effendi Choirie, melihat SBY terkesan ingin mendapat pengakuan dari luar negeri. Padahal persoalan dalam negeri masih banyak yang harus diselesaikan khususnya yang terkait kemiskinan dan kesejahteraan rakyat.
"Berbeda dengan pemimpin kita ini, kita punya kesan selama 5 tahun lebih dia memimpin. Dia lebih senang melayani kepentingan luar negeri dan dapat citra baik dari luar negeri. Misal, menyampaikan keberhasilan memerangi terorisme saja di negara lain dari pada di dalam negeri," paparnya.
Penolakan HTI
Gus Choi menilai penundaan kunjungan Obama ini murni karena urusan dalam negeri yang harus diselesaikan dengan cepat. Penundaan ini bukan karena tekanan dari kelompok-kelompok yang selama ini menolak Obama.
"Bagi kaum radikal dan fundamentalis, penundaan ini bukan berarti keberhasilan mereka mengancam boikot dan menolak kehadiran Obama. Ini murni ada urusan dalam negeri. Obama tidak akan takut dengan ancaman mereka," paparnya.
Dengan adanya perubahan paradigma pemimpin di negara Paman Sam ini, pemimpin Indonesia juga harus ikut merubah pandangannya soal tugas kenegaraan. "Kita menerima kunjungan negara lain dalam konteks menghargai bangsa kita, pergaulan antar bangsa. Tapi jangan sampai untuk kepentingan kekuasaan kita," pungkasnya.
(yid/fay)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 12/02/2012 03:12 WIB
10 Korban Tragedi Bus Karunia Bakti Luka Berat, Mayoritas Patah Tulang
-
Minggu, 12/02/2012 02:19 WIB
Polisi Libatkan Saksi Ahli dalam Pengukuran Kecepatan Bus Karunia Bakti
-
Minggu, 12/02/2012 01:38 WIB
Biayai Gapura Mapolres dengan Dana Pribadi, Kapolres Kukar Disorot
-
Minggu, 12/02/2012 01:19 WIB
Banjir Rendam Komplek Dosen IKIP Jatibening Bekasi
-
Minggu, 12/02/2012 00:44 WIB
Petaka Bus Maut Cisarua, Motor Ketua RT Batu Kasur pun Ikut Ringsek
-
Sabtu, 11/02/2012 13:02 WIB
Astaga! Restoran di Malaysia Tawarkan 'Hidangan' Seks
-
Minggu, 12/02/2012 01:38 WIB
Biayai Gapura Mapolres dengan Dana Pribadi, Kapolres Kukar Disorot
-
Sabtu, 11/02/2012 19:05 WIB
Kisah Anggota DPR Akbar Faisal dan Aksi Tolak FPI di Bandara Palangkaraya
-
Sabtu, 11/02/2012 12:51 WIB
Ditolak di Palangkaraya, 5 Anggota FPI Diturunkan Sriwijaya di Banjarmasin
-
438 Komentar
-
377 Komentar
-
348 Komentar
-
229 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 1,407.000
- Rp 600.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

