Polri dan TNI Bantu Bea Cukai Selidiki Kapal Bermuatan 60 Ton Bahan Peledak

Aprizal Rahmatullah - detikNews
Minggu, 21/03/2010 08:10 WIB
Ilustrasi
Jakarta - Bea Cukai masih terus menyelidiki Kapal Pratama Jaya bermuatan 60 ton bahan peledak yang ditangkap, Rabu (17/3/2010) lalu. Penyelidikan juga dibantu pihak Polri dan TNI AD.

"Mereka (Polri dan TNI) datang untuk melakukan penyelidikan terkait barangnya," kata Humas Bea Cukai Evi Suhartantyo saat dihubungi detikcom, Minggu (21/3/2010).

Menurut Evi, kapal tersebut terbukti melakukan penyelundupan karena surat-suratnya ilegal. Sementara Polri dan TNI menyelidiki terkait bahan peledak apa memiliki hubungan dengan aksi-aksi terorisme yang akhir-akhir ini terjadi.

"Sampai saat ini, belum ada indikasinya karena tidak mudah mengungkapnya," jelasnya.

Evi menjelaskan, Polri dan TNI masih melakukan penyelidikan di Tanjung Balai Karimun Kepulauan Riau. "Barangnya nanti kita serahkan ke Mabes Polri," tutupnya.

Petugas Bea dan Cukai Tanjung Balai Karimun, Provinsi Riau menangkap kapal bernama Pratama Jaya di Laut China Selatan. Kapal tersebut diketahui membawa 60 ton bahan peledak berjenis ammonium nitrat.

Kapal diduga bertujuan ke Ambon atau Kendari. Selain memuat bahan peledak, kapal itu juga mengangkut 500 balpress. Sebanyak 14 orang anak buah kapal (ABK) telah diamankan. Kapal tersebut dinahkodai oleh Syukur.

Di laut Natuna, kapal patroli Bea dan Cukai juga menangkap KLM Intan Sari 1 bermuatan 1500 balpress. Kapal yang juga berbendera Indonesia itu dinahkodai oleh Hamid dengan 10 ABK.

(ape/ape)

Share:

Komentar (0 Komentar)

    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Lapsus Index »
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel