Markus Pajak Rp 25 M
Propam Polri Evaluasi Penyidikan Kasus Gayus
Senin, 22/03/2010 12:51 WIB
Irjen Pol Susno Duadji
Jakarta -
Propam Mabes Polri akan melakukan evaluasi terhadap proses penyidikan kasus Gayus Tambunan. Langkah evaluasi ini didasarkan pada klarifikasi Susno Duadji terkait penyataan bahwa ada praktek mafia hukum dalam kasus itu.
"Hal-hal yang disampaikan akan sangat membantu tim yang ditunjuk agar kasus ini clear, dalam arti apakah langkah penyidikan yang dilakukan selama ini sudah on the track atau tidak," jelas Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Edward Aritonang di Mabes Polri, Jakarta, Senin (22/3/2010).
Salah satu materi klarifikasi yang Propam minta dari Susno Duadji adalah pernyataan adanya pembagi-bagi uang senilai Rp 24,6 miliar antar penyidik. Dana sebesar itu sebelumnya tersimpan dalam rekening bank atas nama Gayus Tambunan yang sempat tim penyidik blokir sebelum akhirnya dibuka kembali dan menyita Rp 395 juta di antaranya karena diduga hasil korupsi.
"Penyidik membuka blokir sebab tidak cukup alasan mempertahankannya, maka blokir itu dibuka. Kalau oleh Pak Susno dikatakan setelah blokir dibuka lalu uangnya dibagi-bagi, itu yang akan kita cek," papar Edward.
Pernyataan kontroversial lain Susno Duadji yang diklarifikasi Propam adalah tentang adanya makelar kasus yang berkantor di Mabes Polri. Susno diminta untuk mengungkapkan siapa makelar kasus yang dia maksud, di mana saja wilayah operasionalnya dan bagaimana caranya bekerja.
"Kita sependapat bila konstruksi kasusnya diatur mafia seperti itu, maka harus diberantas bersama-sama. Tangkap, itu komitmen kita semua. Sampai Jumat kemarin kita belum temukan itu, maka kami tunggu keterangan Pak Susno," pungkas Edward.
(lh/nrl)
"Hal-hal yang disampaikan akan sangat membantu tim yang ditunjuk agar kasus ini clear, dalam arti apakah langkah penyidikan yang dilakukan selama ini sudah on the track atau tidak," jelas Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Edward Aritonang di Mabes Polri, Jakarta, Senin (22/3/2010).
Salah satu materi klarifikasi yang Propam minta dari Susno Duadji adalah pernyataan adanya pembagi-bagi uang senilai Rp 24,6 miliar antar penyidik. Dana sebesar itu sebelumnya tersimpan dalam rekening bank atas nama Gayus Tambunan yang sempat tim penyidik blokir sebelum akhirnya dibuka kembali dan menyita Rp 395 juta di antaranya karena diduga hasil korupsi.
"Penyidik membuka blokir sebab tidak cukup alasan mempertahankannya, maka blokir itu dibuka. Kalau oleh Pak Susno dikatakan setelah blokir dibuka lalu uangnya dibagi-bagi, itu yang akan kita cek," papar Edward.
Pernyataan kontroversial lain Susno Duadji yang diklarifikasi Propam adalah tentang adanya makelar kasus yang berkantor di Mabes Polri. Susno diminta untuk mengungkapkan siapa makelar kasus yang dia maksud, di mana saja wilayah operasionalnya dan bagaimana caranya bekerja.
"Kita sependapat bila konstruksi kasusnya diatur mafia seperti itu, maka harus diberantas bersama-sama. Tangkap, itu komitmen kita semua. Sampai Jumat kemarin kita belum temukan itu, maka kami tunggu keterangan Pak Susno," pungkas Edward.
(lh/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Jumat, 10/02/2012 06:48 WIB
Otak Pelaku Kaburnya 12 Tahanan Polsek Cempaka Putih Ditangkap
-
Jumat, 10/02/2012 06:31 WIB
3 Aksi Nasir yang Mengundang Kecurigaan Publik
-
Jumat, 10/02/2012 06:06 WIB
Erry Riyana Bantu Afghanistan Atasi Masalah Korupsi
-
Jumat, 10/02/2012 05:46 WIB
Datangi Nazaruddin di Luar Jam Besuk, Nasir Manfaatkan Jabatan
-
Jumat, 10/02/2012 05:31 WIB
DK PD: Pengurus yang Disawer Anas Jangan Hanya Bicara
-
Jumat, 10/02/2012 06:31 WIB
3 Aksi Nasir yang Mengundang Kecurigaan Publik
-
Jumat, 10/02/2012 05:31 WIB
DK PD: Pengurus yang Disawer Anas Jangan Hanya Bicara
-
Jumat, 10/02/2012 06:48 WIB
Otak Pelaku Kaburnya 12 Tahanan Polsek Cempaka Putih Ditangkap
-
Jumat, 10/02/2012 01:25 WIB
Ketika Hitler Berlatih Pidato dan Bercelana Pendek
-
230 Komentar
-
196 Komentar
-
176 Komentar
-
167 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Senin, 06/02/2012 15:13 WIB
Bagir Manan: Harus The Best One yang Jadi Ketua MA
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 857.000
- Rp 1,408.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

