Melestarikan Silat Beksi
Ciaat! Silat Betawi Rasa Shaolin
Rabu, 26/05/2010 16:21 WIB
Foto: Rizal / detikcom
Jakarta -
Kalau menyebut kata 'pendekar', yang terbayang adalah orang kekar berwajah garang.
Senjata tajam entah pisau atau golok, mungkin terselip di pinggang. Namun dua pria
yang ditemui detikcom, jauh dari kesan itu. Yang satu tinggi berkacamata, satu lagi pendek dan agak gemuk. Keduanya ramah dan banyak guyon. Rasanya hampir tidak percaya kalau mereka adalah pendekar pencak silat Beksi dari Betawi.
"Wah kirain belum sampe, nyok masuk," sapa Haji Basyir (41) dengan logat Betawi kental kepada detikcom di rumahnya di Jl KPBD, Kampung Baru, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa (25/5/2010).
Haji Basyir adalah Ketua Umum Perguruan Pencak Silat (PPS) Beksi H Hasbullah, sementara temannya Endang, adalah Koordinator Pelatih di PPS Beksi H Hasbullah. Dalam obrolan sore itu, Basyir membandingkan pencak silat dengan karate, taekwondo
dan sejumlah beladiri lain yang menjadi eskul di sekolah.
"Di Jakarta, pencak silat jarang jadi eskul di sekolah kalau dibanding olah raga bela diri dari luar. Aneh kan? Padahal silat adalah budaya bangsa sendiri," kata Basyir.
Pencak silat, juga merupakan bagian yang tidak bisa dilepaskan dari budaya Betawi. Basyir menjelaskan silat Betawi tidak hanya Beksi. Menurut Basyir, ada juga silat Cingkrik, Kotek, Honje, Golok Seliwa dan Mustika Kwitang. Belum lagi, silat Cimande asal Jawa Barat dan Banten yang ikut meramaikan khasanah ilmu beladiri di Jakarta, namun lagi-lagi pamornya dikalahkan dengan ilmu beladiri dari China, Jepang, Korea dan Brazil. Banyak juga perguruan yang bubar atau hilang, ketika sang guru meninggal. Para pengurus Beksi kini berencana membuat yayasan agar bisa mempertahankan paguyuban para pendekar Beksi.
"Kita sudah masuk Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), tapi Beksi belum bisa ikut pertandingan. Kita dianggap keras tekniknya, padahal pertandingan ini menjadi salah satu cara mempopulerkan Beksi," ungkapnya panjang lebar.
Di tengah obrolannya itu, Basyir dan Endang pun memperaktekkan beberapa jurus Beksi. Gerakannya cepat dan banyak permainan tangan. Sekilas jadi mirip dengan aikido, bela diri kegemaran aktor Steven Seagal. "Gerakan dan jurus Beksi murni kekuatan fisik,
kecepatan berpikir untuk melumpuhkan musuh. Jadi, kita tidak menggunakan ilmu tenaga dalam," tegasnya.
Dalam Beksi ada ada 9 formasi, 12 jurus dan 6 jurus kembangan yang harus dikuasai setiap murid. Beksi mengandung filosofi dari setiap hurufnya, 'Berbaktilah Engkau Kepada Sesama Insan'. Filosofi ini menjadi landasan kebijaksanaan para pendekar Beksi. Sementara kata 'Beksi' aslinya berasal dari bahasa China, Bek berarti pertahanan, Si berarti empat. Sehingga Beksi berarti empat pertahanan. Kenapa memakai bahasa China? Rupanya silat Beksi adalah hasil akulturasi budaya China dan Betawi.
Basyir pun mengisahkan, silat Beksi diciptakan Lie Cheng Oek, warga keturunan China yang tinggal di Kampung Dadap, Tangerang, Banten. Lie adalah seorang pendekar silat beraliran Shaolin Utara di China. "Beliau diakui bersama sebagai guru besar yang pertama di Indonesia. Tepatnya di wilayah Tangerang dan Jakarta yang daerahnya dihuni oleh komunitas masyarakat etnis Betawi," ujarnya.
Ilmu Lie Cheng Oek diturunkan ke anaknya Lie Tong San, dan lalu diturunkan lagi ke cucunya, Lie Gie Tong. Selain itu, Lie Cheng Oek juga punya beberapa murid lain yaitu Ki Marhali, Engkong Haji Ghozali dan Engkong Haji Hasbullah. Lie Gie Tong pun mengakui ketiga orang ini sebagai pewaris ilmu sang kakek. Pencak silat Beksi banyak berkembang di Jakarta Selatan seperti di Cipulir, Kebayoran Lama, ada juga di Bintaro, Karawang dan Bekasi.
"Harapan kita, agar Beksi atau pencak silat lainnya tidak hilang ditelan zaman dan kalah dengan bela diri asing yang masuk ke sini," ujar Basyir berharap.
Baysir mengatakan, Beksi juga digemari oleh orang asing. Silat Beksi juga sudah dipelajari sejumlah orang dari beberapa negara. "Nah, kenapa kita sendiri tidak mau belajar silat? Gerakan dan jurus kita berbeda, nggak apa-apa. Yang penting, pencak silat tetap jadi tuan rumah di negeri sendiri," ungkapnya.
(zal/fay)
Dapatkan ulasan lengkap mengenai laporan & investigasi Majalah Detik melalui iPad dan Android tablet Anda



Senjata tajam entah pisau atau golok, mungkin terselip di pinggang. Namun dua pria
yang ditemui detikcom, jauh dari kesan itu. Yang satu tinggi berkacamata, satu lagi pendek dan agak gemuk. Keduanya ramah dan banyak guyon. Rasanya hampir tidak percaya kalau mereka adalah pendekar pencak silat Beksi dari Betawi.
"Wah kirain belum sampe, nyok masuk," sapa Haji Basyir (41) dengan logat Betawi kental kepada detikcom di rumahnya di Jl KPBD, Kampung Baru, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa (25/5/2010).
Haji Basyir adalah Ketua Umum Perguruan Pencak Silat (PPS) Beksi H Hasbullah, sementara temannya Endang, adalah Koordinator Pelatih di PPS Beksi H Hasbullah. Dalam obrolan sore itu, Basyir membandingkan pencak silat dengan karate, taekwondo
dan sejumlah beladiri lain yang menjadi eskul di sekolah.
"Di Jakarta, pencak silat jarang jadi eskul di sekolah kalau dibanding olah raga bela diri dari luar. Aneh kan? Padahal silat adalah budaya bangsa sendiri," kata Basyir.
Pencak silat, juga merupakan bagian yang tidak bisa dilepaskan dari budaya Betawi. Basyir menjelaskan silat Betawi tidak hanya Beksi. Menurut Basyir, ada juga silat Cingkrik, Kotek, Honje, Golok Seliwa dan Mustika Kwitang. Belum lagi, silat Cimande asal Jawa Barat dan Banten yang ikut meramaikan khasanah ilmu beladiri di Jakarta, namun lagi-lagi pamornya dikalahkan dengan ilmu beladiri dari China, Jepang, Korea dan Brazil. Banyak juga perguruan yang bubar atau hilang, ketika sang guru meninggal. Para pengurus Beksi kini berencana membuat yayasan agar bisa mempertahankan paguyuban para pendekar Beksi.
"Kita sudah masuk Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), tapi Beksi belum bisa ikut pertandingan. Kita dianggap keras tekniknya, padahal pertandingan ini menjadi salah satu cara mempopulerkan Beksi," ungkapnya panjang lebar.
Di tengah obrolannya itu, Basyir dan Endang pun memperaktekkan beberapa jurus Beksi. Gerakannya cepat dan banyak permainan tangan. Sekilas jadi mirip dengan aikido, bela diri kegemaran aktor Steven Seagal. "Gerakan dan jurus Beksi murni kekuatan fisik,
kecepatan berpikir untuk melumpuhkan musuh. Jadi, kita tidak menggunakan ilmu tenaga dalam," tegasnya.
Dalam Beksi ada ada 9 formasi, 12 jurus dan 6 jurus kembangan yang harus dikuasai setiap murid. Beksi mengandung filosofi dari setiap hurufnya, 'Berbaktilah Engkau Kepada Sesama Insan'. Filosofi ini menjadi landasan kebijaksanaan para pendekar Beksi. Sementara kata 'Beksi' aslinya berasal dari bahasa China, Bek berarti pertahanan, Si berarti empat. Sehingga Beksi berarti empat pertahanan. Kenapa memakai bahasa China? Rupanya silat Beksi adalah hasil akulturasi budaya China dan Betawi.
Basyir pun mengisahkan, silat Beksi diciptakan Lie Cheng Oek, warga keturunan China yang tinggal di Kampung Dadap, Tangerang, Banten. Lie adalah seorang pendekar silat beraliran Shaolin Utara di China. "Beliau diakui bersama sebagai guru besar yang pertama di Indonesia. Tepatnya di wilayah Tangerang dan Jakarta yang daerahnya dihuni oleh komunitas masyarakat etnis Betawi," ujarnya.
Ilmu Lie Cheng Oek diturunkan ke anaknya Lie Tong San, dan lalu diturunkan lagi ke cucunya, Lie Gie Tong. Selain itu, Lie Cheng Oek juga punya beberapa murid lain yaitu Ki Marhali, Engkong Haji Ghozali dan Engkong Haji Hasbullah. Lie Gie Tong pun mengakui ketiga orang ini sebagai pewaris ilmu sang kakek. Pencak silat Beksi banyak berkembang di Jakarta Selatan seperti di Cipulir, Kebayoran Lama, ada juga di Bintaro, Karawang dan Bekasi.
"Harapan kita, agar Beksi atau pencak silat lainnya tidak hilang ditelan zaman dan kalah dengan bela diri asing yang masuk ke sini," ujar Basyir berharap.
Baysir mengatakan, Beksi juga digemari oleh orang asing. Silat Beksi juga sudah dipelajari sejumlah orang dari beberapa negara. "Nah, kenapa kita sendiri tidak mau belajar silat? Gerakan dan jurus kita berbeda, nggak apa-apa. Yang penting, pencak silat tetap jadi tuan rumah di negeri sendiri," ungkapnya.
(zal/fay)
Dapatkan ulasan lengkap mengenai laporan & investigasi Majalah Detik melalui iPad dan Android tablet Anda
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Laporan KhususTerbaru
Indeks Laporan Khusus »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Senin, 06/02/2012 10:22 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Menyeret Siapa?
-
Senin, 06/02/2012 10:19 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Siasat Judi Sponsor Miranda
-
Senin, 30/01/2012 09:47 WIB
Hantu Rp 500 M Proyek DPR (4)
Marzuki Alie: Silakan Proyek DPR Dibuka Semua
-
Kamis, 09/02/2012 11:23 WIB
Politisi PD Sulut Siap Kembalikan Rp 100 Juta & BB ke Anas
-
Kamis, 09/02/2012 11:49 WIB
Wamen Denny Pergoki Nazaruddin, Nasir, dan Pengacara Rosa di Cipinang
-
Kamis, 09/02/2012 11:29 WIB
Astaga! MA Bebaskan Terdakwa Korupsi Kuburan Lebak Bulus Rp 27 M
-
Kamis, 09/02/2012 06:42 WIB
Iran akan Serbu Fasilitas AS di Seluruh Dunia Jika Diserang
-
229 Komentar
-
196 Komentar
-
176 Komentar
-
166 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Senin, 06/02/2012 15:13 WIB
Bagir Manan: Harus The Best One yang Jadi Ketua MA
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 605.000
- Rp 862.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer




_2.gif)


Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

