SBY Perlu Panggil Pihak Terkait untuk Atasi Macet
Jumat, 30/07/2010 10:29 WIB
Jakarta -
Macet di Ibukota bukan urusan Pemprov Jakarta saja, pemerintah pusat juga mesti turun tangan. Karena itu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) perlu untuk segera memanggil berbagai pihak untuk mengatasinya.
Desakan itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Jakarta Triwisaksana. Menurutnya, diperlukan keseriusan untuk mengatasi macet karena macet sudah sangat memprihatinkan.
"Kemacetan harus dibicarakan secara serius. Usulan saya, Presiden segera panggil Menteri Perhubungan, Menteri Pekerjaan Umum, Kepala Bappenas, Menteri Keuangan, Kapolri dan Gubernur untuk mengatasi kemacetan di Ibukota," kata politisi PKS ini dalam perbincangan dengan detikcom, Jumat (30/7/2010).
Akan lebih bagus jika masalah klasik ini ditangani oleh tim khusus. "Kalau perlu bentuk tim gabungan untuk percepatan penuntasan masalah kemacetan," tegasnya.
Gubernur DKI Fauzi Bowo sebelumnya juga pernah mengungkapkan kemacetan lalu lintas di Ibukota Negara tidak bisa diatasi bila hanya mengandalkan Pemda DKI Jakarta. Perlu koordinasi dan memadukan kebijakan dengan pemerintah daerah, pusat dan instansi terkait.
Busway dinilai salah satu alternatif solusi kemacetan lalu lintas Jakarta yang paling cepat dapat diterapkan. Agar proyek angkutan massal tersebut cepat terwujud, pemerintah pusat harus ikut turun tangan.
"Busway sepenuhnya dana APBD, tidak ada bantuan dari mana pun. Kalau ada dukungan dari pemerintah pusat, tentu pembangunan busway ini akan lebih cepat," ujar Foke pada Kamis 29 Juli. (did/nrl)
Desakan itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Jakarta Triwisaksana. Menurutnya, diperlukan keseriusan untuk mengatasi macet karena macet sudah sangat memprihatinkan.
"Kemacetan harus dibicarakan secara serius. Usulan saya, Presiden segera panggil Menteri Perhubungan, Menteri Pekerjaan Umum, Kepala Bappenas, Menteri Keuangan, Kapolri dan Gubernur untuk mengatasi kemacetan di Ibukota," kata politisi PKS ini dalam perbincangan dengan detikcom, Jumat (30/7/2010).
Akan lebih bagus jika masalah klasik ini ditangani oleh tim khusus. "Kalau perlu bentuk tim gabungan untuk percepatan penuntasan masalah kemacetan," tegasnya.
Gubernur DKI Fauzi Bowo sebelumnya juga pernah mengungkapkan kemacetan lalu lintas di Ibukota Negara tidak bisa diatasi bila hanya mengandalkan Pemda DKI Jakarta. Perlu koordinasi dan memadukan kebijakan dengan pemerintah daerah, pusat dan instansi terkait.
Busway dinilai salah satu alternatif solusi kemacetan lalu lintas Jakarta yang paling cepat dapat diterapkan. Agar proyek angkutan massal tersebut cepat terwujud, pemerintah pusat harus ikut turun tangan.
"Busway sepenuhnya dana APBD, tidak ada bantuan dari mana pun. Kalau ada dukungan dari pemerintah pusat, tentu pembangunan busway ini akan lebih cepat," ujar Foke pada Kamis 29 Juli. (did/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 11/02/2012 03:58 WIB
9 Jam Setelah Kecelakaan Maut, Cisarua Arah Jakarta Macet Total
-
Sabtu, 11/02/2012 02:47 WIB
Jasa Raharja Santuni Korban Tewas Kecelakaan Bus Maut Rp 25 Juta
-
Sabtu, 11/02/2012 02:21 WIB
Korban Tabrakan Bus Maut: Saya Lagi Tidur, Tiba-tiba Duaarrr...
-
Sabtu, 11/02/2012 02:04 WIB
Polisi Olah TKP Kecelakaan Maut di Puncak Pukul 2 Dini Hari
-
Sabtu, 11/02/2012 01:38 WIB
TB Silalahi Akan Panggil Diana untuk Buktikan Politik Uang di Kongres PD
-
Sabtu, 11/02/2012 02:21 WIB
Korban Tabrakan Bus Maut: Saya Lagi Tidur, Tiba-tiba Duaarrr...
-
Sabtu, 11/02/2012 01:33 WIB
Kesaksian Penumpang Bus Maut: Saya Hanya Bisa Teriak dan Berdoa
-
Sabtu, 11/02/2012 02:04 WIB
Polisi Olah TKP Kecelakaan Maut di Puncak Pukul 2 Dini Hari
-
Sabtu, 11/02/2012 00:15 WIB
Sopir Bus Karunia Bakti Misterius, Diduga Terjepit
-
230 Komentar
-
190 Komentar
-
176 Komentar
-
159 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 863.000
- Rp 1,407.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

