Perjalanan Sail Banda
Dimandikan 'Dedemit' di Laut Banda
Jumat, 30/07/2010 11:54 WIB
Foto: Ramadhian/detikcom
Terkait
Jakarta -
KRI Makassar baru satu jam meninggalkan Pelabuhan Banda Naira. Kapal yang mengangkut 400 peserta Pelayaran Lintas Nusantara Pemuda Remaja Bahari (LNRPB) ini berlayar menuju Ambon.
Tiba-tiba di tengah laut, terdengar suara tawa terbahak-bahak. Keributan dan teriakan terdengar dari dek bawah dan lorong-lorong kapal. Lampu kapal mati, kondisi gelap total. Saat itu, jam menunjukan pukul 02.00 WIT, Jumat (30/7/2010).
"Saya utusan raja Neptunus, penguasa 7 samudera, datang untuk menyucikan orang-orang darat yang kotor," teriak seorang pengawal raja Neptunus.
Beberapa detik kemudian, para dedemit pengawal raja Neptunus memasuki kamar-kamar. Tanpa ampun, mereka memaksa seluruh peserta untuk ikut mandi nusantara. Ini adalah tradisi pelayaran yang tidak bisa ditawar lagi. Beberapa pejabat Kementrian yang ikut mendampingi peserta pun ikut diseret.
Anggota TNI yang baru ikut pelayaran ini juga harus merasakan diseret-seret dan dimaki-maki para dedemit pengawal. 2 Orang bule yang ikut acara Sail Banda dari Banda ke Makassar pun ikut diseret.
"Ayo cepat, ayo ke bawah. Awas kalau berani lari," teriak para dedemit di antara kegelapan.
Para dedemit yang diperankan anggota TNI AL ini bertubuh tinggi besar. Tubuhnya hitam legam dilumuri jelaga plus minyak jelantah sisa menggoreng ikan. Bau badannya jangan ditanya. Mereka juga membawa cambuk yang dilumuri cairan ini.
Semua peserta pun merasakan dibaluri oli dan didorong-dorong para dedemit. Setelah penuh jelaga, para dedemit memaksa peserta meminum jamu nusantara. Entah apa campurannya, tapi yang jelas rasanya tidak karuan, walaupun sebenarnya ramuan ini bisa menolak masuk angin. Setelah itu mereka pun dikumpulkan di dek paling bawah untuk disiram air laut.
Prosesi terakhir adalah sungkeman pada dewa Neptunus dan permaisurinya. Baru setelah itu mereka dinyatakan bersih dan berhak mengikuti pelayaran.
Walau kedinginan dan sempat tegang. Namun para peserta merasa senang-senang saja mengikuti acara ini. Para peserta pun tertawa-tawa sambil membersihkan tubuh mereka yang bau dan hitam legam akibat campuran minyak jelantah dan jelaga.
"Namanya juga ikut KRI. Tentu ada tradisi. Kita senang-senang saja," ujar Setiawan Utama, seorang peserta LNRPB dari Lembaga Ilmu Penetahuan Indonesia (LIPI). (rdf/mad)
Tiba-tiba di tengah laut, terdengar suara tawa terbahak-bahak. Keributan dan teriakan terdengar dari dek bawah dan lorong-lorong kapal. Lampu kapal mati, kondisi gelap total. Saat itu, jam menunjukan pukul 02.00 WIT, Jumat (30/7/2010).
"Saya utusan raja Neptunus, penguasa 7 samudera, datang untuk menyucikan orang-orang darat yang kotor," teriak seorang pengawal raja Neptunus.
Beberapa detik kemudian, para dedemit pengawal raja Neptunus memasuki kamar-kamar. Tanpa ampun, mereka memaksa seluruh peserta untuk ikut mandi nusantara. Ini adalah tradisi pelayaran yang tidak bisa ditawar lagi. Beberapa pejabat Kementrian yang ikut mendampingi peserta pun ikut diseret.
Anggota TNI yang baru ikut pelayaran ini juga harus merasakan diseret-seret dan dimaki-maki para dedemit pengawal. 2 Orang bule yang ikut acara Sail Banda dari Banda ke Makassar pun ikut diseret.
"Ayo cepat, ayo ke bawah. Awas kalau berani lari," teriak para dedemit di antara kegelapan.
Para dedemit yang diperankan anggota TNI AL ini bertubuh tinggi besar. Tubuhnya hitam legam dilumuri jelaga plus minyak jelantah sisa menggoreng ikan. Bau badannya jangan ditanya. Mereka juga membawa cambuk yang dilumuri cairan ini.
Semua peserta pun merasakan dibaluri oli dan didorong-dorong para dedemit. Setelah penuh jelaga, para dedemit memaksa peserta meminum jamu nusantara. Entah apa campurannya, tapi yang jelas rasanya tidak karuan, walaupun sebenarnya ramuan ini bisa menolak masuk angin. Setelah itu mereka pun dikumpulkan di dek paling bawah untuk disiram air laut.
Prosesi terakhir adalah sungkeman pada dewa Neptunus dan permaisurinya. Baru setelah itu mereka dinyatakan bersih dan berhak mengikuti pelayaran.
Walau kedinginan dan sempat tegang. Namun para peserta merasa senang-senang saja mengikuti acara ini. Para peserta pun tertawa-tawa sambil membersihkan tubuh mereka yang bau dan hitam legam akibat campuran minyak jelantah dan jelaga.
"Namanya juga ikut KRI. Tentu ada tradisi. Kita senang-senang saja," ujar Setiawan Utama, seorang peserta LNRPB dari Lembaga Ilmu Penetahuan Indonesia (LIPI). (rdf/mad)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Jumat, 10/02/2012 13:29 WIB
Polda Kembali Surati Jasa Marga untuk Penutupan Tol Semanggi I
-
Jumat, 10/02/2012 13:25 WIB
Polisi Anggap Berlebihan Pencuri dari Batam Dijuluki 'Robin Hood'
-
Jumat, 10/02/2012 13:21 WIB
Jebol Ruang Wa Ode, KPK Angkut Barang Bukti Komputer
-
Jumat, 10/02/2012 13:11 WIB
12 Tahanan yang Kabur di Cempaka Putih Kini Ditahan di Polres Jakpus
-
Jumat, 10/02/2012 13:07 WIB
Diduga Penggeledahan KPK di DPR Juga Terkait Ruang Banggar Rp 20 M
-
Jumat, 10/02/2012 11:36 WIB
Video Pelayan KFC Malaysia Pukul Pelanggan Beredar Luas
-
Jumat, 10/02/2012 12:50 WIB
Duh, Gadis Tuli Diperkosa & Dijadikan Budak Hampir 10 Tahun
-
Jumat, 10/02/2012 11:46 WIB
Bawa Sabu ke Acara Presiden SBY, Pengusaha Ikan Patin Ditangkap
-
Jumat, 10/02/2012 12:28 WIB
Melawan, Bocah 7 Tahun Batal Diculik
-
230 Komentar
-
196 Komentar
-
176 Komentar
-
167 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Senin, 06/02/2012 15:13 WIB
Bagir Manan: Harus The Best One yang Jadi Ketua MA
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 1,408.000
- Rp 600.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

