Kemacetan di Jakarta
Prijanto Tantang Kemenhub Keluarkan PP ERP dalam Seminggu
Jumat, 30/07/2010 14:02 WIB
Jakarta -
Wakil Gubernur DKI Jakarta Prijanto "menantang" Kementerian Perhubungan tidak sekadar berwacana mencari solusi kemacetan Jakarta. Eks Aster KSAD ini meminta Kemenhub segera mengeluarkan peraturan pemerintah (PP) soal Electronic Road Pricing (ERP).
"Kita menyambut baik (duduk bersama mencari solusi) dan memang dari dulu mestinya seperti itu. Tetapi, saya juga minta agar Kementerian Perhubungan tidak sekadar berwacana," kata Prijanto.
Hal ini disampaikan Prijanto di Gedung Balaikota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (30/7/2010).
Menurut dia, Kemenhub seharusnya segera mengeluarkan payung hukum untuk program-program mengatasi kemacetan. Sebab, ERP sampai sekarang tidak bisa diterapkan karena belum ada payung hukumnya.
"Makanya, kita minta peraturan pemerintahnya segera diterbitkan oleh Kementerian Perhubungan. Kalau bisa seminggu sudah diterbitkan itu. Bisa tidak, Kementerian Perhubungan mengeluarkan PP-nya dalam waktu 1 minggu?" papar Prijanto.
ERP menurut rencana diterapkan di jalur utama Ibukota sebagai pengganti 3 in 1. Kendaraan yang lewat jalur ERP mesti membayar secara elektronis.
Prijanto juga mengusulkan agar Dirjen Perkeretaapian diajak ikut bergabung mencari solusi kemacetan.
"Kalau nanti jadi duduk bersama, harusnya dari Dirjen Perkeretaapan juga ikut karena pembangunan kereta api Jabodetabek sampai sekarang masih belum terealisasi. Itu harus dibenahi," ujar Prijanto.
(aan/nrl)
"Kita menyambut baik (duduk bersama mencari solusi) dan memang dari dulu mestinya seperti itu. Tetapi, saya juga minta agar Kementerian Perhubungan tidak sekadar berwacana," kata Prijanto.
Hal ini disampaikan Prijanto di Gedung Balaikota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (30/7/2010).
Menurut dia, Kemenhub seharusnya segera mengeluarkan payung hukum untuk program-program mengatasi kemacetan. Sebab, ERP sampai sekarang tidak bisa diterapkan karena belum ada payung hukumnya.
"Makanya, kita minta peraturan pemerintahnya segera diterbitkan oleh Kementerian Perhubungan. Kalau bisa seminggu sudah diterbitkan itu. Bisa tidak, Kementerian Perhubungan mengeluarkan PP-nya dalam waktu 1 minggu?" papar Prijanto.
ERP menurut rencana diterapkan di jalur utama Ibukota sebagai pengganti 3 in 1. Kendaraan yang lewat jalur ERP mesti membayar secara elektronis.
Prijanto juga mengusulkan agar Dirjen Perkeretaapian diajak ikut bergabung mencari solusi kemacetan.
"Kalau nanti jadi duduk bersama, harusnya dari Dirjen Perkeretaapan juga ikut karena pembangunan kereta api Jabodetabek sampai sekarang masih belum terealisasi. Itu harus dibenahi," ujar Prijanto.
(aan/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 11/02/2012 03:58 WIB
9 Jam Setelah Kecelakaan Maut, Cisarua Arah Jakarta Macet Total
-
Sabtu, 11/02/2012 02:47 WIB
Jasa Raharja Santuni Korban Tewas Kecelakaan Bus Maut Rp 25 Juta
-
Sabtu, 11/02/2012 02:21 WIB
Korban Tabrakan Bus Maut: Saya Lagi Tidur, Tiba-tiba Duaarrr...
-
Sabtu, 11/02/2012 02:04 WIB
Polisi Olah TKP Kecelakaan Maut di Puncak Pukul 2 Dini Hari
-
Sabtu, 11/02/2012 01:38 WIB
TB Silalahi Akan Panggil Diana untuk Buktikan Politik Uang di Kongres PD
-
Sabtu, 11/02/2012 02:21 WIB
Korban Tabrakan Bus Maut: Saya Lagi Tidur, Tiba-tiba Duaarrr...
-
Sabtu, 11/02/2012 03:58 WIB
9 Jam Setelah Kecelakaan Maut, Cisarua Arah Jakarta Macet Total
-
Sabtu, 11/02/2012 01:33 WIB
Kesaksian Penumpang Bus Maut: Saya Hanya Bisa Teriak dan Berdoa
-
Sabtu, 11/02/2012 02:04 WIB
Polisi Olah TKP Kecelakaan Maut di Puncak Pukul 2 Dini Hari
-
230 Komentar
-
190 Komentar
-
176 Komentar
-
159 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 600.000
- Rp 1,407.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

