Ingin Bertemu SBY
Indra Azwan, Pejalan Kaki dari Malang Itu Tiba di Jakarta
Jumat, 30/07/2010 15:49 WIB
Jakarta -
Indra Azwan, pria yang nekat jalan kaki dari Malang untuk mencari keadilan atas anaknya yang tewas akibat ditabrak polisi pada 1993 silam, tiba di Jakarta dan langsung mendatangi LBH Jakarta. Azwan pun langsung duduk di lantai kantor LBH padahal saat itu sedang ada diskusi.
Azwan tiba di LBH, Jl Mendut, Jakarta Pusat, sekitar pukul 14.40 WIB, Jumat (30/7/2010). Dia langsung duduk di lantai di depan peserta diskusi publik bertajuk 'Memperluas Akses Masyarakat terhadap Keadilan Melalui Gerakan Umum'.
Wajah Azwan terlihat lelah. Pria yang mengenakan kacamata hitam itu duduk di lantai sambil meluruskan kaki dan memijat-mijat kakinya.
Sekitar 50 peserta diskusi memberikan tepuk tangan kepada Azwan. Azwan pun didapuk berbicara kepada hadirin.
"Semua institusi hukum di Indonesia hanya janji-janji. Jangan harap dapat keadilan di Indonesia. Saya 17 tahun mencari keadilan, saya mengimbau orang-orang seperti saya sama-sama menggebrak. Kapan kita mulai," kata Azwan sambil disambut riuh peserta.
Azwan rela berjalan kaki dari Malang untuk meraih simpati dan ingin bertemu Presiden SBY. Anaknya, Rifki Andika (7), tewas akibat kecelakaan yang melibatkan Kompol Joko Sumantri. Namun, proses hukum atas kasus itu berjalan sangat lamban, sehingga tersangka baru disidangkan setelah 15 tahun kemudian alias pada 2008 lalu.
Di ujung keputusannya, hakim membebaskan Joko dari segala dakwaan. Alasan hakim, kasus tabrakan yang merenggut nyawa Rifki itu telah kadaluwarsa.
Sebelumnya Azwan juga sudah pernah melakukan aksi mogok makan di Monas pada 2009 lalu.
(nik/nrl)
Azwan tiba di LBH, Jl Mendut, Jakarta Pusat, sekitar pukul 14.40 WIB, Jumat (30/7/2010). Dia langsung duduk di lantai di depan peserta diskusi publik bertajuk 'Memperluas Akses Masyarakat terhadap Keadilan Melalui Gerakan Umum'.
Wajah Azwan terlihat lelah. Pria yang mengenakan kacamata hitam itu duduk di lantai sambil meluruskan kaki dan memijat-mijat kakinya.
Sekitar 50 peserta diskusi memberikan tepuk tangan kepada Azwan. Azwan pun didapuk berbicara kepada hadirin.
"Semua institusi hukum di Indonesia hanya janji-janji. Jangan harap dapat keadilan di Indonesia. Saya 17 tahun mencari keadilan, saya mengimbau orang-orang seperti saya sama-sama menggebrak. Kapan kita mulai," kata Azwan sambil disambut riuh peserta.
Azwan rela berjalan kaki dari Malang untuk meraih simpati dan ingin bertemu Presiden SBY. Anaknya, Rifki Andika (7), tewas akibat kecelakaan yang melibatkan Kompol Joko Sumantri. Namun, proses hukum atas kasus itu berjalan sangat lamban, sehingga tersangka baru disidangkan setelah 15 tahun kemudian alias pada 2008 lalu.
Di ujung keputusannya, hakim membebaskan Joko dari segala dakwaan. Alasan hakim, kasus tabrakan yang merenggut nyawa Rifki itu telah kadaluwarsa.
Sebelumnya Azwan juga sudah pernah melakukan aksi mogok makan di Monas pada 2009 lalu.
(nik/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Jumat, 10/02/2012 08:37 WIB
Gunung Lokon Kembali Meletus!
-
Jumat, 10/02/2012 08:31 WIB
Mahfud: KPK Masih Bisa Cekal Seseorang di Penyelidikan
-
Jumat, 10/02/2012 08:20 WIB
Polisi Masih Teliti Temuan Senjata di Hutan UI
-
Jumat, 10/02/2012 07:44 WIB
BK DPR Tunggu Aduan Sebelum Periksa Nasir
-
Jumat, 10/02/2012 07:26 WIB
Eks Pengacara 'Membelot' ke Nazaruddin, Rosa Merasa Dirugikan
-
Jumat, 10/02/2012 07:26 WIB
Eks Pengacara 'Membelot' ke Nazaruddin, Rosa Merasa Dirugikan
-
Jumat, 10/02/2012 06:31 WIB
3 Aksi Nasir yang Mengundang Kecurigaan Publik
-
Jumat, 10/02/2012 05:31 WIB
DK PD: Pengurus yang Disawer Anas Jangan Hanya Bicara
-
Jumat, 10/02/2012 01:25 WIB
Ketika Hitler Berlatih Pidato dan Bercelana Pendek
-
230 Komentar
-
196 Komentar
-
176 Komentar
-
167 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Senin, 06/02/2012 15:13 WIB
Bagir Manan: Harus The Best One yang Jadi Ketua MA
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 600.000
- Rp 857.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

