Rekening Gendut Polri
Polri Harusnya Lakukan Pembuktian Terbalik, Bukan Tantang Denny
Jumat, 30/07/2010 16:51 WIB
Jakarta -
Daripada menantang Sekretaris Satgas Denny Indrayana, Polri harus segera membuka nama-nama perwira Polri yang memiliki rekening gendut. Tidak hanya itu, Polri juga didesak untuk melakukan pembuktian terbalik dari rekening yang ada.
"Polri yang harus buktikan pada publik dulu rekening mencurigakan. Hasil klarifikasi Polri kemarin jelas sangat mengecewakan, jadi jangan coba-coba alihkan isu (dengan menantang Denny)," kata peneliti ICW, Febri Diansyah, kepada detikcom, Kamis (30/7/2010).
Menurut Febri, nama-nama pemilik rekening gendut juga harus diumumkan demi proses transparansi. Selain itu, perlu ada gelar perkara publik terhadap klaim bisnis para perwira tersebut.
Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane menambahkan, sistem pembuktian terbalik mutlak diperlukan dalam kasus rekening polri ini. Sebab, permasalahan rekening gendut tidak hanya terjadi di kepolisian namun di beberapa instansi pemerintah lainnya.
"Kuncinya ada di Presiden, perlu ada tindakan tegas dalam menyelidiki kasus ini. Kalau perlu dibentuk lagi tim independen seperti kasus Bibit dan Chandra dulu," tutupnya.
Kadivhumas Mabes Polri Edward Aritonang sebelumnya menantang Denny Indrayana untuk membuktikan jika rekening perwira polri terkait praktik mafia hukum.
"Saya ingin menyampaikan, bagaimana Pak Denny bisa menyimpulkan kalau rekening itu terkait mafia hukum. Kalau Pak Denny punya bukti, tolong dibawa ke kita supaya bisa kita ungkap," ucap Edward di Mabes Polri.
(mad/nrl)
"Polri yang harus buktikan pada publik dulu rekening mencurigakan. Hasil klarifikasi Polri kemarin jelas sangat mengecewakan, jadi jangan coba-coba alihkan isu (dengan menantang Denny)," kata peneliti ICW, Febri Diansyah, kepada detikcom, Kamis (30/7/2010).
Menurut Febri, nama-nama pemilik rekening gendut juga harus diumumkan demi proses transparansi. Selain itu, perlu ada gelar perkara publik terhadap klaim bisnis para perwira tersebut.
Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane menambahkan, sistem pembuktian terbalik mutlak diperlukan dalam kasus rekening polri ini. Sebab, permasalahan rekening gendut tidak hanya terjadi di kepolisian namun di beberapa instansi pemerintah lainnya.
"Kuncinya ada di Presiden, perlu ada tindakan tegas dalam menyelidiki kasus ini. Kalau perlu dibentuk lagi tim independen seperti kasus Bibit dan Chandra dulu," tutupnya.
Kadivhumas Mabes Polri Edward Aritonang sebelumnya menantang Denny Indrayana untuk membuktikan jika rekening perwira polri terkait praktik mafia hukum.
"Saya ingin menyampaikan, bagaimana Pak Denny bisa menyimpulkan kalau rekening itu terkait mafia hukum. Kalau Pak Denny punya bukti, tolong dibawa ke kita supaya bisa kita ungkap," ucap Edward di Mabes Polri.
(mad/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Jumat, 10/02/2012 08:37 WIB
Gunung Lokon Kembali Meletus!
-
Jumat, 10/02/2012 08:31 WIB
Mahfud: KPK Masih Bisa Cekal Seseorang di Penyelidikan
-
Jumat, 10/02/2012 08:20 WIB
Polisi Masih Teliti Temuan Senjata di Hutan UI
-
Jumat, 10/02/2012 07:44 WIB
BK DPR Tunggu Aduan Sebelum Periksa Nasir
-
Jumat, 10/02/2012 07:26 WIB
Eks Pengacara 'Membelot' ke Nazaruddin, Rosa Merasa Dirugikan
-
Jumat, 10/02/2012 07:26 WIB
Eks Pengacara 'Membelot' ke Nazaruddin, Rosa Merasa Dirugikan
-
Jumat, 10/02/2012 06:31 WIB
3 Aksi Nasir yang Mengundang Kecurigaan Publik
-
Jumat, 10/02/2012 05:31 WIB
DK PD: Pengurus yang Disawer Anas Jangan Hanya Bicara
-
Jumat, 10/02/2012 01:25 WIB
Ketika Hitler Berlatih Pidato dan Bercelana Pendek
-
230 Komentar
-
196 Komentar
-
176 Komentar
-
167 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Senin, 06/02/2012 15:13 WIB
Bagir Manan: Harus The Best One yang Jadi Ketua MA
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 1,408.000
- Rp 600.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

