Semester I, 88 Penyelundupan Narkoba Senilai Rp 5 M Digagalkan
Jumat, 30/07/2010 18:02 WIB
Jakarta -
Sepanjang semester I 2010, Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea dan Cukai telah melakukan penindakan terhadap upaya penyeludupan narkotika dan psikotropika sebanyak 88 kasus dengan perkiraan total berat 400 kg senilai Rp 510 miliar.
Jumlah itu meningkat tajam atau 226 persen dibanding penindakan pada semester I 2009 yang hanya sebesar 27 kasus dengan nilai Rp 82 miliar saja.
"Kita telah melakukan penggagalan penyeludupan narkotika sebanyak 88 kasus. Kalau dinilai kurang lebih 400 kg atau Rp 510 miliar," ujar Dirjen Bea dan Cukai Thomas Sugijata, di Kantor Ditjen Bea dan Cukai, Rawamangun, Jakarta, Jumat (30/7/2010).
Thomas mengakui berdasarkan asal mula barang haram tersebut, kebanyakan barang-barang tersebut berasal dari Timur Tengah dan Malaysia. Namun, lanjutnya, sejumlah negara lain juga menjadi asal datangnya barang haram tersebut yaitu Thailand dan Hongkong.
"Yang paling dominal asalnya dari Timur Tengah, Malaysia, dan Afrika. Lainnya Hongkong, Thailand, dan India. Pelakunya dominan yang paling banyak ditangkap dari Timur Tengah, Malaysia, dan Indonesia," jelasnya.
Thomas menyatakan pemberantasan narkotika itu sifatnya extraordinary (luar biasa) sehingga Ditjen Bea Cukai akan terus mengasah kemampuan dari petugas-petugas melalui pendidikan bagaimana mempertajam modus penyeludupan narkotika.
(nia/anw)
Jumlah itu meningkat tajam atau 226 persen dibanding penindakan pada semester I 2009 yang hanya sebesar 27 kasus dengan nilai Rp 82 miliar saja.
"Kita telah melakukan penggagalan penyeludupan narkotika sebanyak 88 kasus. Kalau dinilai kurang lebih 400 kg atau Rp 510 miliar," ujar Dirjen Bea dan Cukai Thomas Sugijata, di Kantor Ditjen Bea dan Cukai, Rawamangun, Jakarta, Jumat (30/7/2010).
Thomas mengakui berdasarkan asal mula barang haram tersebut, kebanyakan barang-barang tersebut berasal dari Timur Tengah dan Malaysia. Namun, lanjutnya, sejumlah negara lain juga menjadi asal datangnya barang haram tersebut yaitu Thailand dan Hongkong.
"Yang paling dominal asalnya dari Timur Tengah, Malaysia, dan Afrika. Lainnya Hongkong, Thailand, dan India. Pelakunya dominan yang paling banyak ditangkap dari Timur Tengah, Malaysia, dan Indonesia," jelasnya.
Thomas menyatakan pemberantasan narkotika itu sifatnya extraordinary (luar biasa) sehingga Ditjen Bea Cukai akan terus mengasah kemampuan dari petugas-petugas melalui pendidikan bagaimana mempertajam modus penyeludupan narkotika.
(nia/anw)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 11/02/2012 03:58 WIB
9 Jam Setelah Kecelakaan Maut, Cisarua Arah Jakarta Macet Total
-
Sabtu, 11/02/2012 02:47 WIB
Jasa Raharja Santuni Korban Tewas Kecelakaan Bus Maut Rp 25 Juta
-
Sabtu, 11/02/2012 02:21 WIB
Korban Tabrakan Bus Maut: Saya Lagi Tidur, Tiba-tiba Duaarrr...
-
Sabtu, 11/02/2012 02:04 WIB
Polisi Olah TKP Kecelakaan Maut di Puncak Pukul 2 Dini Hari
-
Sabtu, 11/02/2012 01:38 WIB
TB Silalahi Akan Panggil Diana untuk Buktikan Politik Uang di Kongres PD
-
Sabtu, 11/02/2012 02:21 WIB
Korban Tabrakan Bus Maut: Saya Lagi Tidur, Tiba-tiba Duaarrr...
-
Sabtu, 11/02/2012 01:33 WIB
Kesaksian Penumpang Bus Maut: Saya Hanya Bisa Teriak dan Berdoa
-
Sabtu, 11/02/2012 02:04 WIB
Polisi Olah TKP Kecelakaan Maut di Puncak Pukul 2 Dini Hari
-
Sabtu, 11/02/2012 00:15 WIB
Sopir Bus Karunia Bakti Misterius, Diduga Terjepit
-
230 Komentar
-
190 Komentar
-
176 Komentar
-
159 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 600.000
- Rp 863.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

