Mudik 2010

Pemangkasan Waktu Percakapan Pilot-ATC Tak Korbankan Keselamatan

Nograhany Widhi K - detikNews
Sabtu, 31/07/2010 14:31 WIB
Jakarta - Untuk mengatasi delay pesawat, Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan memangkas waktu percakapan pilot-Air Traffic Controller (ATC) per kontak. Namun hal ini tak mengorbankan keselamatan penerbangan.

"Itu kan imbauan saja. Sudah ada standarnya percakapan antara pilot dan ATC. Kalau ada pembicaraan yang tidak penting ya dikurangi untuk mengefisiensikan," ujar Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Herry Bhakti.

Hal itu disampaikan Herry dalam Lokakarya Media Massa Kemenhub di Hotel Horison, Jl Pelajar Pejuang, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (31/7/2010).

Herry menegaskan masalah pemangkasan waktu itu tak mengorbankan keselamatan penerbangan. "Tidak lah (mengorbankan keselamatan), kan sudah ada standarnya. Kalau pilot masih belum ngerti ya boleh tanya lagi," kata Herry.

Sebelumnya Kasubdit Angkutan Udara Berjadwal Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub Hemi Pamuraharjo mengatakan untuk mengatasi delay, waktu percakapan antara pilot-ATC akan dikurangi dari 14 detik menjadi 10 detik per kontak. Hal ini karena petugas ATC tidak sebanding dengan jumlah pergerakan pesawat.

Di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta dan Bandara Juanda, Surabaya jumlah petugas dibanding jumlah pesawat yang ditangani sudah jenuh. Normalnya ATC menghandel 21 pesawat per jam sekarang menjadi 32 pesawat per jam. Tak pelak terkadang terjadi delay karena pesawat antre di taxy way, runway hingga approach landing (saat hendak mendarat).

 

Manajemen Harus Jelaskan

Herry juga menjelaskan bahwa saat pekan mudik Lebaran, kepadatan pasti terjadi di semua moda, termasuk angkutan udara. Namun pihaknya berusaha meminimalisasi semua kondisi itu. 

Mantan Adbandara Soekarno-Hatta itu juga meminta manajemen maskapai penerbangan yang berada di lapangan turut menjelaskan bila terjadi delay.

"Operator manajemen pada saat seperti itu jelaskan pada masyarakat kenapa terjadi delay," kata dia. 

Delay, imbuhnya, pasti ada, yang penting bagaimana cara penyampaiannya. "Kalau manajemen kabur, ngilang, ya masyarakat marah. Kalau menjelaskan dengan senyuman manis, mereka akan mengerti karena manusia butuh perhatian," jelas Herry.



(nwk/gah)

Share:

Komentar (0 Komentar)

    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Lapsus Index ยป
    Cari Penawaran Terbaik di Sini