Ancaman Pembunuhan Wartawan
Wartawati Merauke Dikirimi Surat Bercap Darah
Sabtu, 31/07/2010 22:04 WIB
Ilustrasi
Merauke -
Teror ancaman pembunuhan kepada wartawan di Merauke kembali berlanjut. Setelah sebelumnya mengirimi ancaman pesan pendek (SMS) kepada seluruh jurnalis di Merauke, kali ini pelaku teror mengirimi surat bercap darah kepada salah satu wartawati koran lokal.
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Wachyono saat dihubungi detikcom via telepon selulernya, Sabtu (31/7/2010) sore, membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan, Lala, wartawati harian Bintang Papua dalam laporannya ke Polres Manokwari mengaku menemukan secarik kertas yang dibubuhi cap darah, sekitar pukul 18.00 WIT.
"Jadi, benar ada wartawati di Merauke yang kembali diteror namun kali ini tidak melalui sms tapi melalui secarik kertas yang di dalamnya menuliskan ancaman pembunuhan," akunya.
Ditanya soal tindakan, Wachyono mengatakan menindaklanjuti laporan korban, Kapolres didampingi Kasat Reskrim Kabupaten Merauke telah turun ke TKP untuk melakukan penyelidikan. "Jadi, tindakan kita adalah melidik dulu. Dan tentu masalah ini menjadi perhatian kita," kata dia.
Menyinggung apakah teror tersebut berkaitan dengan kematian salah satu wartawan TV lokal Merauke, Wachyono menampiknya. Menurut dia, dari dugaan sementara teror tersebut kemungkinan berkaitan dengan pelaksanaan Pilkada di Merauke.
Berikut isi surat ancaman tersebut :
'Ingat kami tidak pernah main dengan ancaman kami. Kami tahu polisi sedang mencari siapa oknum itu. Maaf kami tidak lengah. Mati kamu.'
(ape/ape)
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Wachyono saat dihubungi detikcom via telepon selulernya, Sabtu (31/7/2010) sore, membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan, Lala, wartawati harian Bintang Papua dalam laporannya ke Polres Manokwari mengaku menemukan secarik kertas yang dibubuhi cap darah, sekitar pukul 18.00 WIT.
"Jadi, benar ada wartawati di Merauke yang kembali diteror namun kali ini tidak melalui sms tapi melalui secarik kertas yang di dalamnya menuliskan ancaman pembunuhan," akunya.
Ditanya soal tindakan, Wachyono mengatakan menindaklanjuti laporan korban, Kapolres didampingi Kasat Reskrim Kabupaten Merauke telah turun ke TKP untuk melakukan penyelidikan. "Jadi, tindakan kita adalah melidik dulu. Dan tentu masalah ini menjadi perhatian kita," kata dia.
Menyinggung apakah teror tersebut berkaitan dengan kematian salah satu wartawan TV lokal Merauke, Wachyono menampiknya. Menurut dia, dari dugaan sementara teror tersebut kemungkinan berkaitan dengan pelaksanaan Pilkada di Merauke.
Berikut isi surat ancaman tersebut :
'Ingat kami tidak pernah main dengan ancaman kami. Kami tahu polisi sedang mencari siapa oknum itu. Maaf kami tidak lengah. Mati kamu.'
(ape/ape)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Rabu, 08/02/2012 10:00 WIB
Nunun Akan Diperiksa KPK Lagi
-
Rabu, 08/02/2012 09:58 WIB
Urine Pilot & Kopilot Diperiksa, 1 Kopilot Terindikasi Narkoba
-
Rabu, 08/02/2012 09:55 WIB
Pemilihan Ketua MA Dimulai, Suara Mayoritas 54 Hakim Agung Menentukan
-
Rabu, 08/02/2012 09:52 WIB
Pimpinan DPR & BK Sepakat Minta KPK Usut Proyek Ruang Banggar Rp 20 M
-
Rabu, 08/02/2012 09:39 WIB
ABG Tewas di Rumahnya di Kebayoran Baru
-
Rabu, 08/02/2012 09:12 WIB
Polisi Selidiki Penyebab Jatuhnya Wanita di Apartemen Sudirman
-
Rabu, 08/02/2012 08:54 WIB
Wanita Tewas Terjatuh dari Apartemen Sudirman
-
Rabu, 08/02/2012 08:46 WIB
Pembatasan Minimarket Dicabut, Foke: Itu Kesepakatan Bersama
-
Rabu, 08/02/2012 09:39 WIB
ABG Tewas di Rumahnya di Kebayoran Baru
-
226 Komentar
-
195 Komentar
-
176 Komentar
-
165 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Senin, 06/02/2012 15:13 WIB
Bagir Manan: Harus The Best One yang Jadi Ketua MA
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 1,418.000
- Rp 863.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer




_2.gif)


Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

