Bacakan Pembelaan 787 Halaman, Anggodo Bingung dengan Dakwaan Jaksa
Selasa, 24/08/2010 12:00 WIB
(Foto: dok detikcom)
Jakarta -
Terdakwa kasus percobaan penyuapan ke pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Anggodo Widjojo membacakan nota pembelaan di depan majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Salah satu poin yang disampaikan adalah mempertanyakan dakwaan jaksa.
"Saya tidak mengerti dalam kasus percobaan suap yang mana saya dituduhkan," ujar Anggodo di Pengadilan Tipikor, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Selasa (24/8/2010).
Selain kasus suap, Anggodo juga mengaku bingung dengan dakwaan upaya menghalangi penyidikan di KPK. Sebab, kasus yang ditangani oleh KPK dalam periode 2008-2009 cukup banyak.
"Saya juga tidak pernah merasa ke kantor KPK untuk menghalang-halangi penyidikan," tegasnya.
Nota pembelaan yang dibacakan oleh adik buron Anggoro Widjojo setebal 787 halaman. Selain Anggodo, pembelaan juga disampaikan oleh kuasa hukumnya secara bergantian.
Anggodo yang kembali tampil mengenakan batik cokelat itu membacakan pledoi dengan suara sedikit sengau karena mengidap flu. Meski demikian, pengusaha asal Surabaya tersebut tetap semangat membacakan nota pembelaannya.
Selain mempertanyakan dakwaan jaksa, Anggodo juga menyampaikan kronologi penyerahan uang senilai Rp 5,1 miliar ke Ari Muladi. Menurut pria yang memiliki nama lain Ang Tju Nek ini, uang tersebut diberikan secara terpaksa sebagai atensi atas permintaan Ari untuk 'mengamankan' kakaknya terkait kasus SKRT di Dephut yang melibatkan kantor PT Masaro Radiokom.
"Saya hanya menyerahkan uang kakak saya kepada Ari Muladi dengan terpaksa sebagai bentuk persetujuan atensi kepada KPK," paparnya.
Sidang hingga pukul 11.30 WIB masih berlangsung.
(mad/nwk)
"Saya tidak mengerti dalam kasus percobaan suap yang mana saya dituduhkan," ujar Anggodo di Pengadilan Tipikor, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Selasa (24/8/2010).
Selain kasus suap, Anggodo juga mengaku bingung dengan dakwaan upaya menghalangi penyidikan di KPK. Sebab, kasus yang ditangani oleh KPK dalam periode 2008-2009 cukup banyak.
"Saya juga tidak pernah merasa ke kantor KPK untuk menghalang-halangi penyidikan," tegasnya.
Nota pembelaan yang dibacakan oleh adik buron Anggoro Widjojo setebal 787 halaman. Selain Anggodo, pembelaan juga disampaikan oleh kuasa hukumnya secara bergantian.
Anggodo yang kembali tampil mengenakan batik cokelat itu membacakan pledoi dengan suara sedikit sengau karena mengidap flu. Meski demikian, pengusaha asal Surabaya tersebut tetap semangat membacakan nota pembelaannya.
Selain mempertanyakan dakwaan jaksa, Anggodo juga menyampaikan kronologi penyerahan uang senilai Rp 5,1 miliar ke Ari Muladi. Menurut pria yang memiliki nama lain Ang Tju Nek ini, uang tersebut diberikan secara terpaksa sebagai atensi atas permintaan Ari untuk 'mengamankan' kakaknya terkait kasus SKRT di Dephut yang melibatkan kantor PT Masaro Radiokom.
"Saya hanya menyerahkan uang kakak saya kepada Ari Muladi dengan terpaksa sebagai bentuk persetujuan atensi kepada KPK," paparnya.
Sidang hingga pukul 11.30 WIB masih berlangsung.
(mad/nwk)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 11/02/2012 03:58 WIB
9 Jam Setelah Kecelakaan Maut, Cisarua Arah Jakarta Macet Total
-
Sabtu, 11/02/2012 02:47 WIB
Jasa Raharja Santuni Korban Tewas Kecelakaan Bus Maut Rp 25 Juta
-
Sabtu, 11/02/2012 02:21 WIB
Korban Tabrakan Bus Maut: Saya Lagi Tidur, Tiba-tiba Duaarrr...
-
Sabtu, 11/02/2012 02:04 WIB
Polisi Olah TKP Kecelakaan Maut di Puncak Pukul 2 Dini Hari
-
Sabtu, 11/02/2012 01:38 WIB
TB Silalahi Akan Panggil Diana untuk Buktikan Politik Uang di Kongres PD
-
Sabtu, 11/02/2012 02:21 WIB
Korban Tabrakan Bus Maut: Saya Lagi Tidur, Tiba-tiba Duaarrr...
-
Sabtu, 11/02/2012 01:33 WIB
Kesaksian Penumpang Bus Maut: Saya Hanya Bisa Teriak dan Berdoa
-
Sabtu, 11/02/2012 02:04 WIB
Polisi Olah TKP Kecelakaan Maut di Puncak Pukul 2 Dini Hari
-
Jumat, 10/02/2012 22:57 WIB
Kronologi Kecelakaan Bus Maut di Puncak Bogor
-
230 Komentar
-
190 Komentar
-
176 Komentar
-
159 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 863.000
- Rp 1,407.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

