Fasilitas Spa & Kolam Renang di DPR Tidak Pantas, Terlalu Mewah

Indra Subagja - detikNews
Selasa, 31/08/2010 14:10 WIB
Jakarta - Fasilitas spa dan kolam renang yang akan dibangun di gedung baru DPR menuai kritik. Alasannya, fasilitas itu justru terlalu menghambur-hamburkan uang. Padahal masih banyak rakyat yang memikirkan untuk makan sehari-hari saja sulit.

"Itu tidak pantas. Mau buat hotel mewah atau ruang kerja? Terlalu mewah itu orientasinya, bukan untuk kerja malah lebih rileks," kata peneliti bidang hukum dan politik ICW, Abdullah Dahlan saat dihubungi detikcom, Selasa (31/8/2010).

Abdullah menjelaskan, gedung DPR tentunya dibangun guna memudahkan seorang anggota DPR menjalankan fungsi seorang wakil rakyat. "Jadi kurang tepat kalau ada kolam renang, karena di sana mereka bukan untuk mendapatkan hiburan dan kemewahan," imbuhnya.

Namun yang patut dicermati, imbuh Abdullah, yakni akses kepatutan anggaran atau standar biaya. Temuan ICW biaya pembangunan gedung di atas rata-rata. "Kita mensinyalir alokasi anggaran permeter persegi Rp 10 juta. Sementara berdasarkan informasi pengembang, permeter Rp 4 juta saja sudah dalam rate hotel mewah," imbuhnya.

Atas alasan itu, satuan anggaran pembangunan gedung ini harus dibuka ke publik. "Mesti ada audit BPK dan diawasi KPK," terangnya.

Bagaimana dengan gedung yang akan tertutup untuk umum? "Itu menyalahi semangat sebagai lembaga politik. DPR itu harus membangun citra yang positif, bukan menjauhkan diri dari publik karena tugasnya sebagai penyaring," tutupnya.

(ndr/fay)

Share:

Komentar (0 Komentar)

    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Lapsus Index »
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel