Dukung KPK, Gubernur Jambi Perintahkan Anak Buahnya Tolak Parsel
Rabu, 01/09/2010 09:37 WIB
Jambi -
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengirim surat edaran kepada seluruh kepala daerah agar menolak parsel dalam bentuk apa pun saat Lebaran. Merespons hal tersebut, Gubernur Jambi Hasan Basri Agus langsung memberi instruksi khusus pada seluruh anak buahnya agar menjalankan imbauan KPK tersebut.
"Kita juga sudah membuat edaran juga ke pejabat lingkungan Pemda Jambi supaya jangan menerima parsel yang dikirim teman-teman pengusaha atau siapa pun," ujar Hasan saat ditemui di rumah dinasnya di Jambi, Rabu (1/9/2010).
Menurut Hasan, pihaknya mendukung penuh apa yang diinstruksikan KPK. Termasuk untuk memberikan parsel yang sudah terlanjur terkirim ke panti asuhan atau lembaga sosial lainnya.
"Karena itu perintahnya, dan sudah jadi kebijakan pusat kita dukung," tegasnya.
Pemprov Jambi juga siap menerima laporan soal parsel dari beberapa PNS. Hal ini nanti akan dikoordinasikan dengan KPK untuk penanganannya. Termasuk jika ada unsur suap di dalamnya.
"Pokoknya kita dukung terus," tutupnya.
Seperti diketahui, KPK meminta semua penyelenggara negara agar tidak menerima parsel saat Lebaran. Ada kecenderungan, pemberian barang tersebut mengarah pada gratifikasi hingga suap.
Namun, tidak semua pejabat mendukung imbauan ini. Menkokesra Agung Laksono menilai, penerimaan parsel boleh saja selama untuk persahabatan dan tidak berhubungan dengan jabatan. Selain itu, jenis barang yang diberikan juga tidak terlalu besar nilainya.
(mad/nrl)
"Kita juga sudah membuat edaran juga ke pejabat lingkungan Pemda Jambi supaya jangan menerima parsel yang dikirim teman-teman pengusaha atau siapa pun," ujar Hasan saat ditemui di rumah dinasnya di Jambi, Rabu (1/9/2010).
Menurut Hasan, pihaknya mendukung penuh apa yang diinstruksikan KPK. Termasuk untuk memberikan parsel yang sudah terlanjur terkirim ke panti asuhan atau lembaga sosial lainnya.
"Karena itu perintahnya, dan sudah jadi kebijakan pusat kita dukung," tegasnya.
Pemprov Jambi juga siap menerima laporan soal parsel dari beberapa PNS. Hal ini nanti akan dikoordinasikan dengan KPK untuk penanganannya. Termasuk jika ada unsur suap di dalamnya.
"Pokoknya kita dukung terus," tutupnya.
Seperti diketahui, KPK meminta semua penyelenggara negara agar tidak menerima parsel saat Lebaran. Ada kecenderungan, pemberian barang tersebut mengarah pada gratifikasi hingga suap.
Namun, tidak semua pejabat mendukung imbauan ini. Menkokesra Agung Laksono menilai, penerimaan parsel boleh saja selama untuk persahabatan dan tidak berhubungan dengan jabatan. Selain itu, jenis barang yang diberikan juga tidak terlalu besar nilainya.
(mad/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 11/02/2012 00:56 WIB
Cari Penyebab Kecelakaan, KNKT Terjun Langsung Ke Cisarua
-
Sabtu, 11/02/2012 00:52 WIB
Kecelakaan Maut di Puncak
Sopir Bus Bernama Lukman Iskandar, Nasibnya Belum Jelas
-
Sabtu, 11/02/2012 00:52 WIB
Laporan dari Den Haag
Wartawan Rakyat Merdeka Tutup Usia di Belanda
-
Sabtu, 11/02/2012 00:52 WIB
Kecelakaan Maut di Puncak
Jalur ke Arah Puncak dari Jakarta Ditutup untuk Kepentingan Evakuasi
-
Sabtu, 11/02/2012 00:15 WIB
Kecelakaan Maut di Puncak
Sopir Bus Karunia Bakti Misterius, Diduga Terjepit
-
Sabtu, 11/02/2012 00:15 WIB
Sopir Bus Karunia Bakti Misterius, Diduga Terjepit
-
Jumat, 10/02/2012 22:57 WIB
Kronologi Kecelakaan Bus Maut di Puncak Bogor
-
Jumat, 10/02/2012 21:30 WIB
Ini Dia Kendaraan yang Diseruduk Bus Karunia Bakti di Puncak
-
Sabtu, 11/02/2012 00:05 WIB
Korban Luka Kecelakaan Cisarua 47 Orang, Semua Dirujuk ke RS PMI Bogor
-
230 Komentar
-
190 Komentar
-
176 Komentar
-
159 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 863.000
- Rp 600.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

