Tak Beri Target Penyelesaian, 17 Poin Atasi Kemacetan Hanya Omong Kosong
Jumat, 03/09/2010 08:22 WIB
Ilustrasi
Jakarta -
17 Poin yang dihasilkan dalam rapat transportasi massal masih menuai kritik. Agar tidak dinilai hanya sebatas wacana, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) meminta agar pemerintah memberikan target penyelesaian program ini.
"Harus ada target. Tahun pertama apa yang dilakukan, bisa tercapai semuanya dalam tempo berapa lama?" ujar Ketua YLKI, Huzna Gustiana Zahir saat berbincang dengan detikcom, Jumat (2/9/2010).
Huzna sebenarnya paham jika pemerintah memerlukan waktu yang tidak sebentar untuk mengatasi kemacetan di Jakarta. Tetapi, lanjut Huzna, harus ada perhitungan dari pemerintah mana-mana saja yang menjadi program jangka pendek, menengah dan panjang.
"Harus dikaji oleh ahli, dari 17 apa dan mana saja yang menjadi program jangka pendek," katanya.
Jika hal itu tidak dilakukan, masyarakat akan pesimis dengan kinerja pemerintah untuk mengatasi penyakit kronis di Jakarta. "Masyarakat bisa menilai itu hanya omong kosong," tegasnya.
Melihat kondisi sekarang ini, memang sudah saatnya pemerintah lebih serius lagi mengatasi macet di Jakarta. Jika dibiarkan tanpa ada solusi yang tepat kemacetan akan semakin parah dari tahun ke tahun.
"Sudah saatnya masalah kemacetan menjadi prioritas dari pemerintah," tutupnya.
(did/mok)
"Harus ada target. Tahun pertama apa yang dilakukan, bisa tercapai semuanya dalam tempo berapa lama?" ujar Ketua YLKI, Huzna Gustiana Zahir saat berbincang dengan detikcom, Jumat (2/9/2010).
Huzna sebenarnya paham jika pemerintah memerlukan waktu yang tidak sebentar untuk mengatasi kemacetan di Jakarta. Tetapi, lanjut Huzna, harus ada perhitungan dari pemerintah mana-mana saja yang menjadi program jangka pendek, menengah dan panjang.
"Harus dikaji oleh ahli, dari 17 apa dan mana saja yang menjadi program jangka pendek," katanya.
Jika hal itu tidak dilakukan, masyarakat akan pesimis dengan kinerja pemerintah untuk mengatasi penyakit kronis di Jakarta. "Masyarakat bisa menilai itu hanya omong kosong," tegasnya.
Melihat kondisi sekarang ini, memang sudah saatnya pemerintah lebih serius lagi mengatasi macet di Jakarta. Jika dibiarkan tanpa ada solusi yang tepat kemacetan akan semakin parah dari tahun ke tahun.
"Sudah saatnya masalah kemacetan menjadi prioritas dari pemerintah," tutupnya.
(did/mok)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 12/02/2012 02:19 WIB
Polisi Libatkan Saksi Ahli dalam Pengukuran Kecepatan Bus Karunia Bakti
-
Minggu, 12/02/2012 01:38 WIB
Biayai Gapura Mapolres dengan Dana Pribadi, Kapolres Kukar Disorot
-
Minggu, 12/02/2012 01:19 WIB
Banjir Rendam Komplek Dosen IKIP Jatibening Bekasi
-
Minggu, 12/02/2012 00:44 WIB
Petaka Bus Maut Cisarua, Motor Ketua RT Batu Kasur pun Ikut Ringsek
-
Minggu, 12/02/2012 00:05 WIB
Masih Saksi, Kernet Bus Karunia Bakti Diamankan di Polres Bogor
-
Sabtu, 11/02/2012 19:05 WIB
Kisah Anggota DPR Akbar Faisal dan Aksi Tolak FPI di Bandara Palangkaraya
-
Minggu, 12/02/2012 01:38 WIB
Biayai Gapura Mapolres dengan Dana Pribadi, Kapolres Kukar Disorot
-
Sabtu, 11/02/2012 13:02 WIB
Astaga! Restoran di Malaysia Tawarkan 'Hidangan' Seks
-
Sabtu, 11/02/2012 20:08 WIB
Sebelum Bus Karunia Bakti Nyungsep , Tanah Bergetar & Terdengar Gemuruh
-
431 Komentar
-
373 Komentar
-
344 Komentar
-
229 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 1,407.000
- Rp 600.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

