Bela Panda ke KPK, Sikap Antikorupsi PDIP Dipertanyakan
Jumat, 03/09/2010 13:16 WIB
Jakarta -
Politisi PDIP rencananya akan mendatangi KPK guna menanyakan penetapan tersangka atas Panda Nababan Cs terkait kasus suap DGS BI Miranda S Goeltom. Kritik pun datang kepada partai berlambang banteng moncong putih ini karena membela tersangka korupsi.
"Seharusnya PDIP tidak membela kader yang terlibat korupsi. Nama partai lebih penting daripada kader yang jadi tersangka," kata peneliti hukum ICW, Febri Diansyah di Jakarta, Jumat (3/9/2010).
Direncanakan sejumlah politisi PDIP yaitu Trimedya Panjaitan, Tjahjo Kumolo, dan Gayus Lumbuun akan mengunjungi KPK sekitar pukul 14.00 WIB. Mereka bermaksud menanyakan proses penetapan Panda Nababan dan politisi PDIP lainnya menjadi tersangka.
"Jangan sampai PDIP terjebak sebagai partai pro koruptor. Ini akan merugikan citra dan posisi PDIP di mata publik dan wong cilik," terang Febri.
Wong cilik, lanjut Febri, pastinya mendukung upaya pemberantasan korupsi. "Soal patut atau tidak penetapan tersangka itu bisa diuji di pengadilan," imbuhnya.
PDIP, juga jangan sampai dinilai publik melakukan intervensi proses hukum. Seharusnya PDIP mendorong KPK agar mengungkap pemberi dana suap, bukan justru melindungi kader yang terlibat korupsi.
"Indonesia butuh oposisi yang antikorupsi, sehingga menjadi pengawas yang kuat bagi pemerintah," tutupnya.
(ndr/fay)
"Seharusnya PDIP tidak membela kader yang terlibat korupsi. Nama partai lebih penting daripada kader yang jadi tersangka," kata peneliti hukum ICW, Febri Diansyah di Jakarta, Jumat (3/9/2010).
Direncanakan sejumlah politisi PDIP yaitu Trimedya Panjaitan, Tjahjo Kumolo, dan Gayus Lumbuun akan mengunjungi KPK sekitar pukul 14.00 WIB. Mereka bermaksud menanyakan proses penetapan Panda Nababan dan politisi PDIP lainnya menjadi tersangka.
"Jangan sampai PDIP terjebak sebagai partai pro koruptor. Ini akan merugikan citra dan posisi PDIP di mata publik dan wong cilik," terang Febri.
Wong cilik, lanjut Febri, pastinya mendukung upaya pemberantasan korupsi. "Soal patut atau tidak penetapan tersangka itu bisa diuji di pengadilan," imbuhnya.
PDIP, juga jangan sampai dinilai publik melakukan intervensi proses hukum. Seharusnya PDIP mendorong KPK agar mengungkap pemberi dana suap, bukan justru melindungi kader yang terlibat korupsi.
"Indonesia butuh oposisi yang antikorupsi, sehingga menjadi pengawas yang kuat bagi pemerintah," tutupnya.
(ndr/fay)
Baca Juga
- Kasus Suap Pemilihan Miranda
KPK Harus Kejar Pemberi Suap untuk Bongkar Mafia Perbankan - Kasus Suap Pemilihan Miranda
PDIP Minta KPK Bersikap Adil, Tangkap Pemberi Uang - Kasus Suap Pemilihan Miranda
Agus Condro: Penetapan 26 Tersangka Jadi Peringatan Buat Anggota DPR - Kasus Suap Pemilihan Miranda
Anggota TNI Terlibat, KPK Serahkan ke Panglima
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Jumat, 10/02/2012 01:01 WIB
Bebaskan Terdakwa Korupsi Rp 27 M, Hati Nurani MA Dipertanyakan
-
Jumat, 10/02/2012 00:56 WIB
Kasus PPID, Danny Nawawi Disebut Catut Nama Menakertrans
-
Jumat, 10/02/2012 00:14 WIB
Polisi: Pembunuhan ABG di Kebayoran Baru Tidak Direncanakan
-
Jumat, 10/02/2012 00:08 WIB
Kakak Pembunuh ABG di Kebayoran Baru akan Dites Psikologi
-
Jumat, 10/02/2012 00:02 WIB
Diduga Depresi, Korban Kekerasan Ibu Angkat akan Dibawa ke Psikiater
-
Jumat, 10/02/2012 00:14 WIB
Polisi: Pembunuhan ABG di Kebayoran Baru Tidak Direncanakan
-
Jumat, 10/02/2012 00:05 WIB
Awas! Pintu Koboi Dipasang, Atapers KRL Diminta Tobat
-
Jumat, 10/02/2012 01:01 WIB
Bebaskan Terdakwa Korupsi Rp 27 M, Hati Nurani MA Dipertanyakan
-
Kamis, 09/02/2012 15:49 WIB
Buruh di Jakarta Ancam Demo Besar-besaran, Foke: Buruh Harus Ngaca
-
230 Komentar
-
196 Komentar
-
176 Komentar
-
167 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Senin, 06/02/2012 15:13 WIB
Bagir Manan: Harus The Best One yang Jadi Ketua MA
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 857.000
- Rp 1,408.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

