Mahasiswa Sulteng di Yogya Kecam Tindakan Anarkis Polisi di Kabupaten Buol
Jumat, 03/09/2010 13:33 WIB
Yogyakarta -
Puluhan mahasiswa asal Sulawesi Tengah (Sulteng) di Yogyakarta menggelar unjuk rasa terkait kasus kerusuhan di Kabupaten Buol. Mereka mengecam tindakan anarkis polisi saat menangani amuk massa.
Aksi para mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Sulteng se-Yogyakarta itu digelar dimulai dari Taman Parkir Abu Bakar Ali, dekat pintu kereta api Stasiun Tugu, Jumat (3/9/2010). Dari tempat itu, para mahasiswa bergerak ke Jalan Malioboro dan berakhir di Simpang Empat Kantor Pos Besar Yogyakarta.
Dalam aksinya para mahasiswa Sulteng membawa spanduk bertuliskan "Usut Tuntas Pelanggaran HAM di Kabupaten Buol". Mereka juga mengecam tindakan anarkis polisi yang menyebabkan tewasnya 8 warga Buol. Mereka menilai, polisi gagal menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat Buol.
"Polisi itu tugasnya melindungi, bukan membunuh warga. Ini sudah pelanggaran HAM berat," kata Koordinator Aksi Rahmat Hidayat saat berorasi.
Menurut Rahmat, Kapolda Sulteng harus segera dicopot. Kapolda Sulteng juga harus mempertanggungjawabkan kasus tersebut secara hukum.
"Kami meminta Komnas HAM, Komisi III DPR RI untuk turun tangan membentuk tim investigasi. Kami juga minta Kapolri bertanggungjawab dan meminta maaf secara terbuka kepada masyarakat luas," tegas Rahmat disambut pekikan mahasiswa lainnya.
Usai membacakan tuntutannya di simpang empat Kantor Pos Besar, massa membubarkan diri dengan tertib.
(djo/djo)
Aksi para mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Sulteng se-Yogyakarta itu digelar dimulai dari Taman Parkir Abu Bakar Ali, dekat pintu kereta api Stasiun Tugu, Jumat (3/9/2010). Dari tempat itu, para mahasiswa bergerak ke Jalan Malioboro dan berakhir di Simpang Empat Kantor Pos Besar Yogyakarta.
Dalam aksinya para mahasiswa Sulteng membawa spanduk bertuliskan "Usut Tuntas Pelanggaran HAM di Kabupaten Buol". Mereka juga mengecam tindakan anarkis polisi yang menyebabkan tewasnya 8 warga Buol. Mereka menilai, polisi gagal menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat Buol.
"Polisi itu tugasnya melindungi, bukan membunuh warga. Ini sudah pelanggaran HAM berat," kata Koordinator Aksi Rahmat Hidayat saat berorasi.
Menurut Rahmat, Kapolda Sulteng harus segera dicopot. Kapolda Sulteng juga harus mempertanggungjawabkan kasus tersebut secara hukum.
"Kami meminta Komnas HAM, Komisi III DPR RI untuk turun tangan membentuk tim investigasi. Kami juga minta Kapolri bertanggungjawab dan meminta maaf secara terbuka kepada masyarakat luas," tegas Rahmat disambut pekikan mahasiswa lainnya.
Usai membacakan tuntutannya di simpang empat Kantor Pos Besar, massa membubarkan diri dengan tertib.
(djo/djo)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Rabu, 08/02/2012 22:40 WIB
Kabareskrim Beberkan Hasil Penyelidikan Kasus Runtuhnya Jembatan Kukar
-
Rabu, 08/02/2012 22:26 WIB
SBY Puji Peran Etnis Tionghoa dalam Perekonomian Bangsa
-
Rabu, 08/02/2012 22:14 WIB
Danny Nawawi Catut Nama Muhaimin untuk Minta Fee ke PT Alam Jaya Papua
-
Rabu, 08/02/2012 21:56 WIB
Jenazah Mahasiswi ITB yang Hilang di Garut Akhirnya Ditemukan
-
Rabu, 08/02/2012 21:35 WIB
Direktur Lion Air Stres Pilotnya Ditangkap Nyabu
-
Rabu, 08/02/2012 21:56 WIB
Jenazah Mahasiswi ITB yang Hilang di Garut Akhirnya Ditemukan
-
Rabu, 08/02/2012 21:35 WIB
Direktur Lion Air Stres Pilotnya Ditangkap Nyabu
-
Rabu, 08/02/2012 21:07 WIB
Korban Habib H Heran Polisi Permasalahkan Kasus Tahun 2002
-
Rabu, 08/02/2012 15:30 WIB
Cuma Bercelana Dalam, Bocah China Dipaksa Berlari di Salju
-
229 Komentar
-
196 Komentar
-
176 Komentar
-
165 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Senin, 06/02/2012 15:13 WIB
Bagir Manan: Harus The Best One yang Jadi Ketua MA
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 1,419.000
- Rp 862.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer




_2.gif)


Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

