Aksi 'Bule' Pengobral Cinta
Polda Metro Tunggu Laporan Korban, Siap Tindak Lanjuti
Jumat, 03/09/2010 17:35 WIB
Jakarta -
Polda Metro Jaya menunggu laporan korban kasus penipuan oleh pria pengobral cinta, Nigerian Sweetheart Scam. Jika ada laporan yang masuk, polisi berjanji untuk menindaklanjutinya.
"Tentu, kalau korban sudah melapor (akan ditindaklanjuti), tapi kalau tidak melapor kita tidak bisa membuat apa-apa. Kita bekerja berdasarkan laporan warga," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Boy Rafli Ahmad.
Hal itu disampaikan Boy di kantornya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat (3/9/2010).
Boy mengatakan, pasal penipuan merupakan delik aduan. Maka polisi memerlukan korban untuk memulai suatu penyidikan. "Kita harus perdengarkan dulu apa yang dialami korban, apa yang menjadi kerugiannya," katanya.
Kebanyakan korban tidak ingin melaporkan apa yang dialaminya karena malu. Mereka memilih menyimpan penipuan yang dialaminya dalam-dalam karena menganggap hal itu adalah sesuatu yang memalukan.
Nigerian Sweetheart Scam semula menyasar wanita paruh baya yang kesepian di Eropa barat dan Amerika utara. Namun mereka terus mengembangkan modus mereka. Untuk menyasar korban wanita Asia, mereka menjadikan Malaysia sebagai basis.
Percintaan adalah salah satu penipuan ala Nigerian Scam. Masih ada modus penipuan lainnya seperti sebagai pengungsi yang menderita, deposito uang yang tertahan, dan banyak lagi. Untuk meyakinkan korban, mereka sering melampirkan sertifikat berstempel dan nomor telepon. Mereka juga sering mengibuli korbannya dengan mengaku sebagai diplomat, pejabat PBB, hingga pangeran sebuah kerajaan.
(ken/nrl)
"Tentu, kalau korban sudah melapor (akan ditindaklanjuti), tapi kalau tidak melapor kita tidak bisa membuat apa-apa. Kita bekerja berdasarkan laporan warga," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Boy Rafli Ahmad.
Hal itu disampaikan Boy di kantornya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat (3/9/2010).
Boy mengatakan, pasal penipuan merupakan delik aduan. Maka polisi memerlukan korban untuk memulai suatu penyidikan. "Kita harus perdengarkan dulu apa yang dialami korban, apa yang menjadi kerugiannya," katanya.
Kebanyakan korban tidak ingin melaporkan apa yang dialaminya karena malu. Mereka memilih menyimpan penipuan yang dialaminya dalam-dalam karena menganggap hal itu adalah sesuatu yang memalukan.
Nigerian Sweetheart Scam semula menyasar wanita paruh baya yang kesepian di Eropa barat dan Amerika utara. Namun mereka terus mengembangkan modus mereka. Untuk menyasar korban wanita Asia, mereka menjadikan Malaysia sebagai basis.
Percintaan adalah salah satu penipuan ala Nigerian Scam. Masih ada modus penipuan lainnya seperti sebagai pengungsi yang menderita, deposito uang yang tertahan, dan banyak lagi. Untuk meyakinkan korban, mereka sering melampirkan sertifikat berstempel dan nomor telepon. Mereka juga sering mengibuli korbannya dengan mengaku sebagai diplomat, pejabat PBB, hingga pangeran sebuah kerajaan.
(ken/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 11/02/2012 03:58 WIB
9 Jam Setelah Kecelakaan Maut, Cisarua Arah Jakarta Macet Total
-
Sabtu, 11/02/2012 02:47 WIB
Jasa Raharja Santuni Korban Tewas Kecelakaan Bus Maut Rp 25 Juta
-
Sabtu, 11/02/2012 02:21 WIB
Korban Tabrakan Bus Maut: Saya Lagi Tidur, Tiba-tiba Duaarrr...
-
Sabtu, 11/02/2012 02:04 WIB
Polisi Olah TKP Kecelakaan Maut di Puncak Pukul 2 Dini Hari
-
Sabtu, 11/02/2012 01:38 WIB
TB Silalahi Akan Panggil Diana untuk Buktikan Politik Uang di Kongres PD
-
Sabtu, 11/02/2012 02:21 WIB
Korban Tabrakan Bus Maut: Saya Lagi Tidur, Tiba-tiba Duaarrr...
-
Sabtu, 11/02/2012 01:33 WIB
Kesaksian Penumpang Bus Maut: Saya Hanya Bisa Teriak dan Berdoa
-
Sabtu, 11/02/2012 02:04 WIB
Polisi Olah TKP Kecelakaan Maut di Puncak Pukul 2 Dini Hari
-
Sabtu, 11/02/2012 00:15 WIB
Sopir Bus Karunia Bakti Misterius, Diduga Terjepit
-
230 Komentar
-
190 Komentar
-
176 Komentar
-
159 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 600.000
- Rp 863.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

