PPATK Telah Terima Surat Kompolnas Terkait Pencalonan Kapolri
Jumat, 03/09/2010 22:06 WIB
Jakarta -
Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) meminta 3 lembaga, KPK, Komnas HAM dan PPATK untuk memverifikasi nama-nama kandidat Kapolri. PPATK mengaku telah menerima surat permintaan tersebut.
"Surat telah diterima," kata Ketua PPATK Yunus Husein melalui pesan singkat kepada detikcom, Jumat (3/9/2010).
Yunus tidak menjelaskan berapa jumlah nama calon Kapolri yang diminta untuk diverifikasi. Saat ini surat tersebut masih dipelajari.
"Belum (dibalas ke Kompolnas)," jelasnya.
Seperti diketahui, anggota Kompolnas Ronny Lihiwa mengatakan bahwa pihaknya meminta verifikasi nama-nama calon Kapolri kepada KPK, Komnas HAM dan PPATK. KPK menjelaskan siap menindaklanjuti permintaan Kompolnas.
Bahkan menurut Direktur Laporan Harta dan Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) KPK, Cahyo Hardianto Radefa, 2 nama calon yakni Irjen Timur Pradopo dan Irjen Imam Sujarwo telah mengirimkan laporan harta kekayaanya meski belum lengkap. Sedangkan untuk Komjen Nanan Soekarna sampai saat ini belum menyerahkan.
Senada dengan KPK, Komnas HAM juga masih menelusuri rekam jejak sejumlah nama-nama calon Kapolri sesuai yang dikirimkan Kompolnas. Ketua Komnas HAM Ifdal Kashim menyebut ada 7 nama calon Kapolri yang akan diselidik rekam jejaknya soal masalah HAM.
Ifdal menjelaskan, Komnas HAM akan melakukan pemeriksaan dan penelusuran para calon tersebut. "Sesuai permintaan Kompolnas, yakni klarifikasi calon-calon ini dari sisi human rights-nya seperti apa," tandasnya.
(ape/ndr)
"Surat telah diterima," kata Ketua PPATK Yunus Husein melalui pesan singkat kepada detikcom, Jumat (3/9/2010).
Yunus tidak menjelaskan berapa jumlah nama calon Kapolri yang diminta untuk diverifikasi. Saat ini surat tersebut masih dipelajari.
"Belum (dibalas ke Kompolnas)," jelasnya.
Seperti diketahui, anggota Kompolnas Ronny Lihiwa mengatakan bahwa pihaknya meminta verifikasi nama-nama calon Kapolri kepada KPK, Komnas HAM dan PPATK. KPK menjelaskan siap menindaklanjuti permintaan Kompolnas.
Bahkan menurut Direktur Laporan Harta dan Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) KPK, Cahyo Hardianto Radefa, 2 nama calon yakni Irjen Timur Pradopo dan Irjen Imam Sujarwo telah mengirimkan laporan harta kekayaanya meski belum lengkap. Sedangkan untuk Komjen Nanan Soekarna sampai saat ini belum menyerahkan.
Senada dengan KPK, Komnas HAM juga masih menelusuri rekam jejak sejumlah nama-nama calon Kapolri sesuai yang dikirimkan Kompolnas. Ketua Komnas HAM Ifdal Kashim menyebut ada 7 nama calon Kapolri yang akan diselidik rekam jejaknya soal masalah HAM.
Ifdal menjelaskan, Komnas HAM akan melakukan pemeriksaan dan penelusuran para calon tersebut. "Sesuai permintaan Kompolnas, yakni klarifikasi calon-calon ini dari sisi human rights-nya seperti apa," tandasnya.
(ape/ndr)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 04/02/2012 11:45 WIB
Ini Daftar Pungutan yang Dianggap Membebani Pengusaha
-
Sabtu, 04/02/2012 11:11 WIB
Kemenakertrans: Jangan Naikkan Upah Buruh Untuk Kepentingan Politis
-
Sabtu, 04/02/2012 11:03 WIB
Rumah Angie Sunyi Senyap, Mobil Dicuci
-
Sabtu, 04/02/2012 10:55 WIB
Razia Tempat Hiburan di Jakarta Timur, Polisi Sita 3.036 Botol Miras
-
Sabtu, 04/02/2012 10:41 WIB
Pungli Masih Marak, Pengusaha dan Buruh Jadi Korban
-
Sabtu, 04/02/2012 08:06 WIB
Angie dan Hartanya yang Naik 10 Kali Lipat Sejak Jadi Anggota DPR
-
Sabtu, 04/02/2012 11:03 WIB
Rumah Angie Sunyi Senyap, Mobil Dicuci
-
Sabtu, 04/02/2012 10:02 WIB
Penasehat KPK Sarankan Abraham Umumkan Tersangka Bersama Pimpinan lain
-
Sabtu, 04/02/2012 10:50 WIB
Cincin Kawin & Kaos Berdarah Milik Mendiang Khadafi Dijual Rp 17,9 M
-
397 Komentar
-
159 Komentar
-
154 Komentar
-
134 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 30/01/2012 08:30 WIB
Hantu Rp 500 M Proyek DPR (3)
Heboh Proyek Ratusan Miliar Rupiah di Senayan
-
Senin, 30/01/2012 08:15 WIB
Hantu Rp 500 M Proyek DPR (2)
Satir Kursi Rasa Ferrari
-
Kamis, 02/02/2012 09:28 WIB
Asrorun Niam: Berkaca Kasus Vita, Waspada Jaringan Eksploitasi Anak
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 1,415.000
- Rp 862.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

