Gedung Putih Kutuk Serangan Bom Bunuh Diri di Pakistan
Sabtu, 04/09/2010 12:26 WIB
EPA
Washington -
Korban jiwa terus berjatuhan di Pakistan akibat serangan militan. Gedung Putih pun mengutuk aksi bom bunuh diri di Kota Quetta yang menewaskan sedikitnya 54 orang itu. Apalagi serangan itu terjadi di saat rakyat Pakistan dirundung masalah menyusul bencana banjir yang melanda negeri itu.
"Menargetkan warga sipil tak bersalah saat bulan suci muslim, Ramadan di waktu yang sudah sulit karena negara itu tengah bekerja keras untuk pulih dari banjir mengerikan yang disebabkan hujan deras, membuat aksi ini bahkan lebih tercela," ujar juru bicara Gedung Putih Robert Gibbs seperti dilansir kantor berita Reuters, Sabtu (4/9/2010).
Selain menewaskan setidaknya 54 warga Syiah, sekitar 160 orang lainnya juga dilaporkan terluka dalam insiden berdarah itu.
Kelompok militan Taliban Pakistan mengklaim bertanggung jawab atas serangan bom bunuh diri itu. Kelompok tersebut bahkan mengancam akan melancarkan serangan-serangan di AS dan Eropa secepatnya.
Beberapa jam setelah pengeboman di Quetta, Taliban mengklaim bahwa pengeboman itu merupakan pembalasan atas pembunuhan ulama-ulama radikal Sunni oleh warga Syiah.
"Kami bangga dalam mengambil tanggung jawab atas serangan Quetta," cetus Qari Hussain Mehsud, seorang tokoh senior Taliban Pakistan.
Ini merupakan serangan kedua dalam pekan ini di Pakistan. Sebelumnya Taliban Pakistan juga mengklaim bertanggung jawab atas aksi pengeboman di Kota Lahore pada Rabu, 1 September lalu. Sedikitnya 33 orang warga Syiah tewas dalam peristiwa itu.
(ita/ita)
"Menargetkan warga sipil tak bersalah saat bulan suci muslim, Ramadan di waktu yang sudah sulit karena negara itu tengah bekerja keras untuk pulih dari banjir mengerikan yang disebabkan hujan deras, membuat aksi ini bahkan lebih tercela," ujar juru bicara Gedung Putih Robert Gibbs seperti dilansir kantor berita Reuters, Sabtu (4/9/2010).
Selain menewaskan setidaknya 54 warga Syiah, sekitar 160 orang lainnya juga dilaporkan terluka dalam insiden berdarah itu.
Kelompok militan Taliban Pakistan mengklaim bertanggung jawab atas serangan bom bunuh diri itu. Kelompok tersebut bahkan mengancam akan melancarkan serangan-serangan di AS dan Eropa secepatnya.
Beberapa jam setelah pengeboman di Quetta, Taliban mengklaim bahwa pengeboman itu merupakan pembalasan atas pembunuhan ulama-ulama radikal Sunni oleh warga Syiah.
"Kami bangga dalam mengambil tanggung jawab atas serangan Quetta," cetus Qari Hussain Mehsud, seorang tokoh senior Taliban Pakistan.
Ini merupakan serangan kedua dalam pekan ini di Pakistan. Sebelumnya Taliban Pakistan juga mengklaim bertanggung jawab atas aksi pengeboman di Kota Lahore pada Rabu, 1 September lalu. Sedikitnya 33 orang warga Syiah tewas dalam peristiwa itu.
(ita/ita)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Kamis, 09/02/2012 22:31 WIB
MUI Sumsel Larang Perayaan Valentine's Day
-
Kamis, 09/02/2012 21:24 WIB
Braak! Mobil Walikota Depok Ditabrak Pemotor
-
Kamis, 09/02/2012 20:37 WIB
Pansel KPU-Bawaslu: Data Seleksi Sifatnya Rahasia
-
Kamis, 09/02/2012 20:31 WIB
Korban Pencabulan Habib 'H' Diiming-Iming Janji Surga dan Uang
-
Kamis, 09/02/2012 20:21 WIB
Ditanya Money Politics Kongres Demokrat, Ketua DPC Dumai Bingung
-
Kamis, 09/02/2012 21:28 WIB
Tabrak Mobil Walikota Depok, Pemotor Tak Dipolisikan
-
Kamis, 09/02/2012 20:31 WIB
Korban Pencabulan Habib 'H' Diiming-Iming Janji Surga dan Uang
-
Kamis, 09/02/2012 15:49 WIB
Buruh di Jakarta Ancam Demo Besar-besaran, Foke: Buruh Harus Ngaca
-
Kamis, 09/02/2012 20:05 WIB
Perlawanan Rektor Kalah, Nama Susu Formula Berbakteri Harus Dibuka
-
230 Komentar
-
196 Komentar
-
176 Komentar
-
166 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Senin, 06/02/2012 15:13 WIB
Bagir Manan: Harus The Best One yang Jadi Ketua MA
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 857.000
- Rp 600.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer




_2.gif)


Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

