Marzuki: Gedung Baru Keputusan DPR Periode Lalu
Minggu, 05/09/2010 20:54 WIB
Terkait
Jakarta -
Rencana membangun gedung baru DPR di Senayan merupakan hasil keputusan DPR 2004-2009. Kepemimpinan DPR periode sekarang ini, bahkan telah memangkas anggaran proyek itu jadi lebih efisien.
Demikian kata Ketua DPR Marzuki Alie soal polemik gedung baru DPR. Dia ditemui di sela acara berbuka puasa bersama partai koalisi di kediaman pribadi Presiden SBY di Cikeas, Kabupaten Bogor, Minggu (5/9/2010).
"Waktu kita serah terima, desainnya sudah selesai, konsultan sudah dibayar Rp 9 miliar dan Rp 250 miliar sudah dianggarkan. Kan artinya sudah tuntas itu di periode lalu," ungkap Marzuki.
Karena memang sudah menjadi keputusan, proyek tersebut tidak dapat dibatalkan oleh DPR periode 2009-2014. Maka yang bisa dia lakukan sebatas melakukan revisi pada disain dan anggaran sehingga menjadi jauh lebih efisien.
"Disain awalnya 27 lantai dengan dana Rp 1,8 triliun. Sekarang jadi 36 lantai dananya Rp 1,1 triliun. Ini pun masih kita carikan cara agar lebih efisien lagi," kata politisi senior PD ini.
Lebih lanjut dia memaparkan, sudah pula ada keputusan setiap anggota DPR mendapat tambahan 4 staf ahli dari 1 orang yang sudah ada saat ini. Maka akan ada 2250 orang lagi yang akan beraktifitas di kompleks Gedung DPR, Senayan.
Tambahan staf ahli jelas tidak mungkin lagi ditampung dalam Gedung Nusantara I yang kini menampung 2500 orang. Padahal daya tampung maksimal gedung berwarna biru itu cuma 800 orang.
"Jadi mau ditaruh di mana dua ribuan orang itu kalau nggak di gedung baru? Jadi sudah perrtimbangan rasional ini," tegas Marzuki.
(lh/irw)
Demikian kata Ketua DPR Marzuki Alie soal polemik gedung baru DPR. Dia ditemui di sela acara berbuka puasa bersama partai koalisi di kediaman pribadi Presiden SBY di Cikeas, Kabupaten Bogor, Minggu (5/9/2010).
"Waktu kita serah terima, desainnya sudah selesai, konsultan sudah dibayar Rp 9 miliar dan Rp 250 miliar sudah dianggarkan. Kan artinya sudah tuntas itu di periode lalu," ungkap Marzuki.
Karena memang sudah menjadi keputusan, proyek tersebut tidak dapat dibatalkan oleh DPR periode 2009-2014. Maka yang bisa dia lakukan sebatas melakukan revisi pada disain dan anggaran sehingga menjadi jauh lebih efisien.
"Disain awalnya 27 lantai dengan dana Rp 1,8 triliun. Sekarang jadi 36 lantai dananya Rp 1,1 triliun. Ini pun masih kita carikan cara agar lebih efisien lagi," kata politisi senior PD ini.
Lebih lanjut dia memaparkan, sudah pula ada keputusan setiap anggota DPR mendapat tambahan 4 staf ahli dari 1 orang yang sudah ada saat ini. Maka akan ada 2250 orang lagi yang akan beraktifitas di kompleks Gedung DPR, Senayan.
Tambahan staf ahli jelas tidak mungkin lagi ditampung dalam Gedung Nusantara I yang kini menampung 2500 orang. Padahal daya tampung maksimal gedung berwarna biru itu cuma 800 orang.
"Jadi mau ditaruh di mana dua ribuan orang itu kalau nggak di gedung baru? Jadi sudah perrtimbangan rasional ini," tegas Marzuki.
(lh/irw)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Jumat, 10/02/2012 20:53 WIB
KPK Sita 4 Kardus dan 2 Tas Berisi Dokumen dari Ruang Banggar DPR
-
Jumat, 10/02/2012 20:28 WIB
13 Orang Tewas dalam Insiden Bus Maut di Jalur Puncak
-
Jumat, 10/02/2012 19:41 WIB
Jokowi Siap Fight untuk DKI-1
-
Jumat, 10/02/2012 19:30 WIB
Kisah Pelarian Ocky Selama Kabur dari Mapolsek Cempaka Putih
-
Jumat, 10/02/2012 19:27 WIB
Bus Seruduk Pemotor dan Pedagang di Jalur Puncak, Lalin Macet
-
Jumat, 10/02/2012 19:41 WIB
Jokowi Siap Fight untuk DKI-1
-
Jumat, 10/02/2012 07:08 WIB
Bus Seruduk Pemotor dan Pedagang di Jalur Puncak, Lalin Macet
-
Jumat, 10/02/2012 19:30 WIB
Kisah Pelarian Ocky Selama Kabur dari Mapolsek Cempaka Putih
-
Jumat, 10/02/2012 20:28 WIB
13 Orang Tewas dalam Insiden Bus Maut di Jalur Puncak
-
230 Komentar
-
190 Komentar
-
176 Komentar
-
167 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 600.000
- Rp 1,407.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

