Masyarakat Harus Bersatu Tolak Gedung Baru DPR, SBY Perlu Tegur Marzuki
Senin, 06/09/2010 10:42 WIB
Terkait
Jakarta -
Delapan fraksi di DPR minus Fraksi Demokrat menolak pembangunan gedung baru DPR. Namun hal ini masih perlu diwaspadai, mengingat Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR Marzuki Alie masih ngotot mempertahankan proyek senilai Rp 1,6 triliun tersebut.
"Kengototan Marzuki Alie untuk menggolkan gedung baru DPR patut dicurigai. Dia yakin elite yang menolak itu pribadi, tapi secara institusi Marzuki merasa ada dukungan dari fraksi yang ada di BURT. Mau tidak mau masyarakat, para elite, akademisi, semuanya harus menolak sehingga kesepakatan yang ada di DPR bubar," ujar peneliti Lembaga Survei Indonesia (LSI), Burhanuddin Muhtadi, kepada detikcom, Senin (6/9/2010).
Burhan mengatakan, perlu forum yang formal dari fraksi yang ada di DPR untuk menunjukkan penolakan terhadap rencana pembangunan gedung 36 lantai tersebut, sehingga masyarakat tidak dibohongi oleh para elite.
"Jangan sampai keterangan tersebut disampaikan oleh elite yang hanya mencari panggung. Di depan menolak, tapi di belakang layar mereka ada kongkalikong," jelasnya.
Burhan menambahkan, apabila Marzuki masih tetap ngotot membangun gedung DPR, maka sudah sepatutnya SBY menegur Ketua DPR tersebut.
"Kita harus dorong petinggi Demokrat, SBY, untuk menegur Marzuki agar tidak terlalu menutup telinga atas kritik publik," imbaunya.
Burhan mengatakan, apabila anggota DPR akhirnya tetap setuju dengan pembangunan gedung baru, maka masyarakat layak memberikan cap buruk untuk mereka. "Mau tidak mau kita harus terus mengatakan bahwa DPR sudah buta dan tuli terhadap kritik publik," kecamnya.
(ddt/nrl)
"Kengototan Marzuki Alie untuk menggolkan gedung baru DPR patut dicurigai. Dia yakin elite yang menolak itu pribadi, tapi secara institusi Marzuki merasa ada dukungan dari fraksi yang ada di BURT. Mau tidak mau masyarakat, para elite, akademisi, semuanya harus menolak sehingga kesepakatan yang ada di DPR bubar," ujar peneliti Lembaga Survei Indonesia (LSI), Burhanuddin Muhtadi, kepada detikcom, Senin (6/9/2010).
Burhan mengatakan, perlu forum yang formal dari fraksi yang ada di DPR untuk menunjukkan penolakan terhadap rencana pembangunan gedung 36 lantai tersebut, sehingga masyarakat tidak dibohongi oleh para elite.
"Jangan sampai keterangan tersebut disampaikan oleh elite yang hanya mencari panggung. Di depan menolak, tapi di belakang layar mereka ada kongkalikong," jelasnya.
Burhan menambahkan, apabila Marzuki masih tetap ngotot membangun gedung DPR, maka sudah sepatutnya SBY menegur Ketua DPR tersebut.
"Kita harus dorong petinggi Demokrat, SBY, untuk menegur Marzuki agar tidak terlalu menutup telinga atas kritik publik," imbaunya.
Burhan mengatakan, apabila anggota DPR akhirnya tetap setuju dengan pembangunan gedung baru, maka masyarakat layak memberikan cap buruk untuk mereka. "Mau tidak mau kita harus terus mengatakan bahwa DPR sudah buta dan tuli terhadap kritik publik," kecamnya.
(ddt/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 11/02/2012 05:05 WIB
Kepala Terminal Garut: Bus Karunia Bakti Laik Jalan
-
Sabtu, 11/02/2012 04:17 WIB
Detik-detik Tabrakan Maut di Cisarua: Penjual Bakso Terpental ke Jurang
-
Sabtu, 11/02/2012 03:58 WIB
9 Jam Setelah Kecelakaan Maut, Cisarua Arah Jakarta Macet Total
-
Sabtu, 11/02/2012 02:47 WIB
Jasa Raharja Santuni Korban Tewas Kecelakaan Bus Maut Rp 25 Juta
-
Sabtu, 11/02/2012 02:21 WIB
Korban Tabrakan Bus Maut: Saya Lagi Tidur, Tiba-tiba Duaarrr...
-
Sabtu, 11/02/2012 05:44 WIB
Foto-foto Kecelakaan Maut di Cisarua
-
Sabtu, 11/02/2012 04:17 WIB
Detik-detik Tabrakan Maut di Cisarua: Penjual Bakso Terpental ke Jurang
-
Sabtu, 11/02/2012 01:33 WIB
Kesaksian Penumpang Bus Maut: Saya Hanya Bisa Teriak dan Berdoa
-
Sabtu, 11/02/2012 02:21 WIB
Korban Tabrakan Bus Maut: Saya Lagi Tidur, Tiba-tiba Duaarrr...
-
230 Komentar
-
190 Komentar
-
176 Komentar
-
159 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 863.000
- Rp 600.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

