Cegah Kebakaran, Gedung Baru DPR Butuh Sprinkler Bukan Kolam Renang
Senin, 06/09/2010 13:40 WIB
Jakarta -
Ketua DPR Marzuki Alie mengatakan kolam renang di gedung baru DPR nanti, akan berfungsi sebagai penampung air untuk mencegah kebakaran. Sementara, arsitek justru menilai sprinkler air lebih efektif memadamkan api daripada kolam renang.
"Untuk memadamkan api yang besar, mau buat kolam renang sebesar apa? Kan bisa pakai sprinkler," kata Ketua Umum Ikatan Arsitek Indonesia, Endy Subijono, saat dihubungi detikcom, Senin (6/9/2010).
Menurut Endy, secara teknis memang dimungkinkan untuk membuat kolam renang di lantai atas sebuah gedung tinggi. Namun, kolam renang tetap tidak akan efektif jika dipaksa menjadi bagian dari sistem pemadaman kebakaran di gedung baru DPR.
"Kolam renang mungkin membantu, tapi efektivitasnya dipertanyakan. Ada nggak sistem pemipaan terpadu kolam renang dan hidran? Kalau tanpa hidran, itu sih namanya kolam renang biasa," jelas Endy.
Selain itu, kolam penampung air untuk kebakaran tidak boleh dikosongkan, berbeda dengan kolam renang harus dikuras secara rutin. Kolam renang di atas gedung pun menjadi beban tambahan terhadap struktur bangunan karena sangat berat.
"Kalau sprinkler kan efektif sebagai bantuan awal, terhubung dengan alarm kebakaran dan nanti pemadam datang," jelasnya.
Endy menyarankan agar DPR membuat penjelasan terbuka dan jujur kepada publik soal gedung baru. Berikan argumen teknis yang benar dan bukan dibuat-buat.
"Kita tidak dapat penjelasan yang cukup dari DPR. Kalau gedung DPR itu mahal, jelaskan dengan terbuka kenapa mahal agar publik mendapatkan kejelasan," harapnya.
(fay/nrl)
"Untuk memadamkan api yang besar, mau buat kolam renang sebesar apa? Kan bisa pakai sprinkler," kata Ketua Umum Ikatan Arsitek Indonesia, Endy Subijono, saat dihubungi detikcom, Senin (6/9/2010).
Menurut Endy, secara teknis memang dimungkinkan untuk membuat kolam renang di lantai atas sebuah gedung tinggi. Namun, kolam renang tetap tidak akan efektif jika dipaksa menjadi bagian dari sistem pemadaman kebakaran di gedung baru DPR.
"Kolam renang mungkin membantu, tapi efektivitasnya dipertanyakan. Ada nggak sistem pemipaan terpadu kolam renang dan hidran? Kalau tanpa hidran, itu sih namanya kolam renang biasa," jelas Endy.
Selain itu, kolam penampung air untuk kebakaran tidak boleh dikosongkan, berbeda dengan kolam renang harus dikuras secara rutin. Kolam renang di atas gedung pun menjadi beban tambahan terhadap struktur bangunan karena sangat berat.
"Kalau sprinkler kan efektif sebagai bantuan awal, terhubung dengan alarm kebakaran dan nanti pemadam datang," jelasnya.
Endy menyarankan agar DPR membuat penjelasan terbuka dan jujur kepada publik soal gedung baru. Berikan argumen teknis yang benar dan bukan dibuat-buat.
"Kita tidak dapat penjelasan yang cukup dari DPR. Kalau gedung DPR itu mahal, jelaskan dengan terbuka kenapa mahal agar publik mendapatkan kejelasan," harapnya.
(fay/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Kamis, 09/02/2012 08:08 WIB
MPR: Hari Pers Nasional, Kembalikan Independensi Pers!
-
Kamis, 09/02/2012 07:59 WIB
Para Pendiri PD Bakal Bertemu Bahas Masa Depan Partai
-
Kamis, 09/02/2012 07:45 WIB
PPATK Temukan 1.890 Transaksi Mencurigakan di Januari 2012
-
Kamis, 09/02/2012 07:27 WIB
Cegah Pilotnya Nyabu, Merpati Terus Lakukan Tes Urine
-
Kamis, 09/02/2012 07:10 WIB
Mengembalikan Kejayaan Pesisir Timur Sumatera Selatan
-
Kamis, 09/02/2012 06:42 WIB
Iran akan Serbu Fasilitas AS di Seluruh Dunia Jika Diserang
-
Rabu, 08/02/2012 21:35 WIB
Direktur Lion Air Stres Pilotnya Ditangkap Nyabu
-
Kamis, 09/02/2012 07:45 WIB
PPATK Temukan 1.890 Transaksi Mencurigakan di Januari 2012
-
Kamis, 09/02/2012 00:08 WIB
Tim Investigasi: Jembatan Kukar Salah Sejak Perencanaan
-
229 Komentar
-
196 Komentar
-
176 Komentar
-
166 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Senin, 06/02/2012 15:13 WIB
Bagir Manan: Harus The Best One yang Jadi Ketua MA
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 1,419.000
- Rp 605.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer




_2.gif)


Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

