LSM Tagih Ketegasan Semua Fraksi Tolak Gedung Baru DPR
Senin, 06/09/2010 13:54 WIB
Jakarta -
Beberapa fraksi mulai terlihat menolak rencana pembangunan gedung baru DPR. Agar tidak hanya menjadi wacana, beberapa LSM mendesak tiap fraksi untuk menyampaikan sikap resmi tentang penolakan gedung baru itu.
"Sekarang ini kami melihat penolakan yang disampaikan fraksi hanya seperti wacana, tidak ada pernyataan formal. Maka itu kami meminta fraksi-fraksi untuk turun tangan dengan membuat pernyataan resmi dan tertulis tentang penolakan ini," kata Direktur Lingkar Madani untuk Indonesia (LIMA) Ray Rangkuti.
Hal itu dia sampaikan saat mengadakan konsultasi dengan Fraksi Partai Keadilan Sejatera (PKS) di Gedung DPR, Jl Gatot Subroto, Senayan Jakarta, Senin (6/9/2010).
Sikap penolakan yang seolah hanya wacana itu dapat dilihat dari adanya desain dari gedung mewah senilai Rp 1,6 triliun itu. "Tanpa disadari pembangunan itu jalan terus. Buktinya sampai ada desain bangunannya," ujar Ray.
"Saya ragu penolakan ini hanya sebagai strategi saja," imbuh pria yang gemar berpeci ini.
Sementara, aktivis Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Sebastian Salang, juga meminta hal yang sama kepada setiap fraksi terutama PKS. Sebab jika pembangunan itu terus dilakukan sadar atau tidak sebenarnya anggota DPR ini semakin memperburuk citra mereka di hadapan publik.
"Kalau tidak, DPR ini akan terus dicaci maki masyarakat," kata Sebastian.
Pria berkacamata ini pun meminta kepada seluruh fraksi agar bersikap tegas untuk menolak pembangunan ini. Karena menurut pengamatan Sebastian, mayoritas fraksi telah menolak pembangunan gedung yang dinilai mencenderai hati masyarakat tersebut.
"Nah mengingat mayoritas fraksi menolak, kita sarankan fraksi-fraksi mnenggalang keputusan untuk menolak dan meminta kepada pimpinan DPR untuk mengadakan Rapat Paripurna untuk membahas tentang pembangunan gedung ini," harapnya.
Senada dengan LIMA dan Formappi, aktivis Indonesia Budget Center, Arif Nur Alam, berpendapat tidak ada alasan lain untuk meneruskan pembangunan gedung baru ini. Sebab menurutnya, gedung yang lama masih sangat layak.
"Semua fraksi saatnya bersikap tegas. Riset dari Kemen PU kan sudah jelas mengatakan bahwa Gedung Nusantara I itu masih layak huni. Keinginan terus mewujudkan itu menunjukkan anggota DPR hidup hedonis dan konsumtif," tutup Arif.
(lia/fay)
"Sekarang ini kami melihat penolakan yang disampaikan fraksi hanya seperti wacana, tidak ada pernyataan formal. Maka itu kami meminta fraksi-fraksi untuk turun tangan dengan membuat pernyataan resmi dan tertulis tentang penolakan ini," kata Direktur Lingkar Madani untuk Indonesia (LIMA) Ray Rangkuti.
Hal itu dia sampaikan saat mengadakan konsultasi dengan Fraksi Partai Keadilan Sejatera (PKS) di Gedung DPR, Jl Gatot Subroto, Senayan Jakarta, Senin (6/9/2010).
Sikap penolakan yang seolah hanya wacana itu dapat dilihat dari adanya desain dari gedung mewah senilai Rp 1,6 triliun itu. "Tanpa disadari pembangunan itu jalan terus. Buktinya sampai ada desain bangunannya," ujar Ray.
"Saya ragu penolakan ini hanya sebagai strategi saja," imbuh pria yang gemar berpeci ini.
Sementara, aktivis Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Sebastian Salang, juga meminta hal yang sama kepada setiap fraksi terutama PKS. Sebab jika pembangunan itu terus dilakukan sadar atau tidak sebenarnya anggota DPR ini semakin memperburuk citra mereka di hadapan publik.
"Kalau tidak, DPR ini akan terus dicaci maki masyarakat," kata Sebastian.
Pria berkacamata ini pun meminta kepada seluruh fraksi agar bersikap tegas untuk menolak pembangunan ini. Karena menurut pengamatan Sebastian, mayoritas fraksi telah menolak pembangunan gedung yang dinilai mencenderai hati masyarakat tersebut.
"Nah mengingat mayoritas fraksi menolak, kita sarankan fraksi-fraksi mnenggalang keputusan untuk menolak dan meminta kepada pimpinan DPR untuk mengadakan Rapat Paripurna untuk membahas tentang pembangunan gedung ini," harapnya.
Senada dengan LIMA dan Formappi, aktivis Indonesia Budget Center, Arif Nur Alam, berpendapat tidak ada alasan lain untuk meneruskan pembangunan gedung baru ini. Sebab menurutnya, gedung yang lama masih sangat layak.
"Semua fraksi saatnya bersikap tegas. Riset dari Kemen PU kan sudah jelas mengatakan bahwa Gedung Nusantara I itu masih layak huni. Keinginan terus mewujudkan itu menunjukkan anggota DPR hidup hedonis dan konsumtif," tutup Arif.
(lia/fay)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Jumat, 10/02/2012 20:28 WIB
13 Orang Tewas dalam Insiden Bus Maut di Jalur Puncak
-
Jumat, 10/02/2012 19:41 WIB
Jokowi Siap Fight untuk DKI-1
-
Jumat, 10/02/2012 19:30 WIB
Kisah Pelarian Ocky Selama Kabur dari Mapolsek Cempaka Putih
-
Jumat, 10/02/2012 19:27 WIB
Bus Seruduk Pemotor dan Pedagang di Jalur Puncak, Lalin Macet
-
Jumat, 10/02/2012 19:18 WIB
Polisi: 12 Tahanan Kabur Bisa Dijerat Pasal 170 KUHP
-
Jumat, 10/02/2012 19:41 WIB
Jokowi Siap Fight untuk DKI-1
-
Jumat, 10/02/2012 07:08 WIB
Bus Seruduk Pemotor dan Pedagang di Jalur Puncak, Lalin Macet
-
Jumat, 10/02/2012 19:30 WIB
Kisah Pelarian Ocky Selama Kabur dari Mapolsek Cempaka Putih
-
Jumat, 10/02/2012 20:28 WIB
13 Orang Tewas dalam Insiden Bus Maut di Jalur Puncak
-
230 Komentar
-
190 Komentar
-
176 Komentar
-
167 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 1,407.000
- Rp 600.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

