PKS Minta Pimpinan DPR Undang Ketua Fraksi Bahas Gedung Baru
Senin, 06/09/2010 15:07 WIB
Jakarta -
Informasi soal pembangunan gedung baru DPR semakin simpang siur. Agar kesimpangsiuran ini tidak terus berlanjut, Ketua DPR diminta segera mengadakan rapat konsultasi dengan pimpinan fraksi-fraksi.
"Pak Marzuki (Ketua DPR) sebaiknya segera mengundang pimpinan fraksi untuk menggelar rapat konsultasi (soal gedung baru) yang secara prosedur diatur dalam tatib," kata Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mustafa Kemal dalam audiensi dengan sejumlah LSM terkait penolakan pembangunan gedung baru DPR di Gedung DPR Jl Gatot Subroto, Senayan Jakarta, Senin (6/9/2010).
Mustafa menjelaskan, dengan adanya rapat konsultasi itu, maka informasi yang berkembang di publik menjadi terukur. "Sekarang ini kan yang terjadi adalah kesimpangsiuran antara pimpinan dan pernyataan-pernyataanya itu sendiri bisa berubah-ubah. Nah, ini yang saya prihatinkan," ujarnya.
Adapun perbedaan-perbedaan itu menurutnya, pertama terkait biaya pembangunan gedung, kemudian alasan pembangunan gedung karena yang lama telah miring, terakhir terkait fasilitas di gedung mewah dengan 36 lantai. Perbedaan-perbedaan ini menunjukkan bahwa kehumasan yang terjadi sangat buruk dalam menginformasikan ini.
"Prosedur komunikasi dan substansi dari statement itu perlu diperbaiki," kata pria berkacamata ini.
PKS berharap, segala bentuk informasi terkait fungsi dan keberadaan lembaga DPR ke depan melalui satu pintu saja yaitu pimpinan DPR. Namun tetap saja apa yang disampaikan oleh pimpinan tersebut harus berdasarkan notulen hasil rapat.
"Pimpinan DPR sebagai juru bicara dan dia tidak boleh berwacana, mengatasnamakan dirinya sendiri," imbuhnya.
Mustafa juga meminta kepada pimpinan DPR, jika hal-hal seperti ini terjadi lagi, sebaiknya pembahasan tidak hanya di BURT saja. Pembahasan ini lebih tepat jika dilakukan langsung oleh pimpinan DPR dan komisi-komisi yang ada.
"BURT itukan sifatnya ad hoc, maka kita harapkan pimpinan berdasarkan pada kebutuhan. Meminta masukan komisi-komisi, orang per orang anggota DPR, dan itu dihimpun oleh pimpinan DPR kemudian dibicarakan," ujarnya.
(lia/fay)
"Pak Marzuki (Ketua DPR) sebaiknya segera mengundang pimpinan fraksi untuk menggelar rapat konsultasi (soal gedung baru) yang secara prosedur diatur dalam tatib," kata Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mustafa Kemal dalam audiensi dengan sejumlah LSM terkait penolakan pembangunan gedung baru DPR di Gedung DPR Jl Gatot Subroto, Senayan Jakarta, Senin (6/9/2010).
Mustafa menjelaskan, dengan adanya rapat konsultasi itu, maka informasi yang berkembang di publik menjadi terukur. "Sekarang ini kan yang terjadi adalah kesimpangsiuran antara pimpinan dan pernyataan-pernyataanya itu sendiri bisa berubah-ubah. Nah, ini yang saya prihatinkan," ujarnya.
Adapun perbedaan-perbedaan itu menurutnya, pertama terkait biaya pembangunan gedung, kemudian alasan pembangunan gedung karena yang lama telah miring, terakhir terkait fasilitas di gedung mewah dengan 36 lantai. Perbedaan-perbedaan ini menunjukkan bahwa kehumasan yang terjadi sangat buruk dalam menginformasikan ini.
"Prosedur komunikasi dan substansi dari statement itu perlu diperbaiki," kata pria berkacamata ini.
PKS berharap, segala bentuk informasi terkait fungsi dan keberadaan lembaga DPR ke depan melalui satu pintu saja yaitu pimpinan DPR. Namun tetap saja apa yang disampaikan oleh pimpinan tersebut harus berdasarkan notulen hasil rapat.
"Pimpinan DPR sebagai juru bicara dan dia tidak boleh berwacana, mengatasnamakan dirinya sendiri," imbuhnya.
Mustafa juga meminta kepada pimpinan DPR, jika hal-hal seperti ini terjadi lagi, sebaiknya pembahasan tidak hanya di BURT saja. Pembahasan ini lebih tepat jika dilakukan langsung oleh pimpinan DPR dan komisi-komisi yang ada.
"BURT itukan sifatnya ad hoc, maka kita harapkan pimpinan berdasarkan pada kebutuhan. Meminta masukan komisi-komisi, orang per orang anggota DPR, dan itu dihimpun oleh pimpinan DPR kemudian dibicarakan," ujarnya.
(lia/fay)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Jumat, 10/02/2012 20:28 WIB
13 Orang Tewas dalam Insiden Bus Maut di Jalur Puncak
-
Jumat, 10/02/2012 19:41 WIB
Jokowi Siap Fight untuk DKI-1
-
Jumat, 10/02/2012 19:30 WIB
Kisah Pelarian Ocky Selama Kabur dari Mapolsek Cempaka Putih
-
Jumat, 10/02/2012 19:27 WIB
Bus Seruduk Pemotor dan Pedagang di Jalur Puncak, Lalin Macet
-
Jumat, 10/02/2012 19:18 WIB
Polisi: 12 Tahanan Kabur Bisa Dijerat Pasal 170 KUHP
-
Jumat, 10/02/2012 19:41 WIB
Jokowi Siap Fight untuk DKI-1
-
Jumat, 10/02/2012 07:08 WIB
Bus Seruduk Pemotor dan Pedagang di Jalur Puncak, Lalin Macet
-
Jumat, 10/02/2012 19:30 WIB
Kisah Pelarian Ocky Selama Kabur dari Mapolsek Cempaka Putih
-
Jumat, 10/02/2012 20:28 WIB
13 Orang Tewas dalam Insiden Bus Maut di Jalur Puncak
-
230 Komentar
-
190 Komentar
-
176 Komentar
-
167 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 600.000
- Rp 1,407.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

