Pengecilan Ruang Kerja di Gedung Baru DPR Hanya Manuver
Selasa, 07/09/2010 08:11 WIB
Jakarta -
Setelah dihujani kritik, DPR akhirnya menunda proyek pembangunan gedung baru DPR untuk sementara. Bahkan, desain gedung pun rencananya akan diubah dengan memperkecil ruang kerja anggota Dewan. Benarkah ini dilakukan atau hanya manuver untuk meredam amarah publik?
"Bisa saja ini jebakan. Dalam politik anggaran kan begitu. DPR seringkali seperti itu, DPR mencoba mengolah dulu wacana dengan membuat desain yang seolah sudah diolah secara seksama dengan asas manfaat," kata peneliti Hukum dan Politik Anggaran Indonesia Budget Center (IBC), Roy Salam, kepada detikcom, Selasa (7/9/2010).
Menurut Roy, bukan kali pertama DPR membuat manuver semacam demikian. Sebagai contoh dalam pengadaan alat komputer mewah bagi anggota Dewan, sempat lolos dari pantauan publik.
"Sekarang mengurangi luasnya dari 120 m2, lalu apalagi. Ini jebakan politik anggaran yang dimainkan oleh DPR kita selama ini saja," tambahnya.
Roy pun meminta publik tidak berhenti mengkritisi kebijakan pembangunan gedung baru yang diprediksi memakan anggaran hingga Rp 1,2 triliun ini. Jangan sampai pengurangan luas ruangan membuat masyarakat menjadi permisif terhadap kebijakan semacam ini.
"Mestinya sebelum bicara luas lahan kita bicara soal pentingnya gedung DPR itu perlu dibangun baru atau tidak. Mengapa tidak memaksimalkan gedung lama dan kalau mau dilakukan saja pemugaran," urainya.
Dengan demikian, penolakan harus tetap dilakukan secara utuh terhadap pembangunan gedung. Bukan hanya memperdebatkan soal luas ruangan bagi anggota Dewan atau fasilitas spa dan kolam renang.
"Ini hanya untuk meredam amarah publik. Kalau mau ada keputusan apa pun, jangan hanya omongan pimpinan. Tapi harus ada hitam di atas putih, ada keterangan resmi yang di DPR. Kita butuh kejelasan," tegasnya.
DPR sebelumnya menunda pembangunan gedung baru DPR. DPR meminta Tim Teknis pembangunan gedung untuk mengkaji ulang semua perencanaan pembangunan gedung sebelum proses tender dibuka.
Sementara, rencana ruang kerja anggota DPR di gedung baru yakni seluas 120 m2 akan dikaji ulang dan kemungkinan akan diperkecil. Saat ini ruang kerja anggota DPR 'hanya' 32 m2.
"Anggarannya pasti di bawah anggaran pembangunan fisik yang saat ini Rp 1,162 triliun. Itu namanya value engineering," ujar Tim Leader pembangunan fisik dan konsultan pembangunan gedung baru DPR, Budi Sukada.
(mad/mei)
"Bisa saja ini jebakan. Dalam politik anggaran kan begitu. DPR seringkali seperti itu, DPR mencoba mengolah dulu wacana dengan membuat desain yang seolah sudah diolah secara seksama dengan asas manfaat," kata peneliti Hukum dan Politik Anggaran Indonesia Budget Center (IBC), Roy Salam, kepada detikcom, Selasa (7/9/2010).
Menurut Roy, bukan kali pertama DPR membuat manuver semacam demikian. Sebagai contoh dalam pengadaan alat komputer mewah bagi anggota Dewan, sempat lolos dari pantauan publik.
"Sekarang mengurangi luasnya dari 120 m2, lalu apalagi. Ini jebakan politik anggaran yang dimainkan oleh DPR kita selama ini saja," tambahnya.
Roy pun meminta publik tidak berhenti mengkritisi kebijakan pembangunan gedung baru yang diprediksi memakan anggaran hingga Rp 1,2 triliun ini. Jangan sampai pengurangan luas ruangan membuat masyarakat menjadi permisif terhadap kebijakan semacam ini.
"Mestinya sebelum bicara luas lahan kita bicara soal pentingnya gedung DPR itu perlu dibangun baru atau tidak. Mengapa tidak memaksimalkan gedung lama dan kalau mau dilakukan saja pemugaran," urainya.
Dengan demikian, penolakan harus tetap dilakukan secara utuh terhadap pembangunan gedung. Bukan hanya memperdebatkan soal luas ruangan bagi anggota Dewan atau fasilitas spa dan kolam renang.
"Ini hanya untuk meredam amarah publik. Kalau mau ada keputusan apa pun, jangan hanya omongan pimpinan. Tapi harus ada hitam di atas putih, ada keterangan resmi yang di DPR. Kita butuh kejelasan," tegasnya.
DPR sebelumnya menunda pembangunan gedung baru DPR. DPR meminta Tim Teknis pembangunan gedung untuk mengkaji ulang semua perencanaan pembangunan gedung sebelum proses tender dibuka.
Sementara, rencana ruang kerja anggota DPR di gedung baru yakni seluas 120 m2 akan dikaji ulang dan kemungkinan akan diperkecil. Saat ini ruang kerja anggota DPR 'hanya' 32 m2.
"Anggarannya pasti di bawah anggaran pembangunan fisik yang saat ini Rp 1,162 triliun. Itu namanya value engineering," ujar Tim Leader pembangunan fisik dan konsultan pembangunan gedung baru DPR, Budi Sukada.
(mad/mei)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Kamis, 09/02/2012 13:12 WIB
Sutan Bhatoegana: Money Politik di Kongres Jelas Langgar Etika PD
-
Kamis, 09/02/2012 13:02 WIB
Pengacara Rosa-Nazar Bertemu
Denny: Petugas Rutan Sering Diancam Pembesuk
-
Kamis, 09/02/2012 12:59 WIB
Nasir Kaget Ketahuan Denny Bertemu Nazaruddin di Rutan Cipinang
-
Kamis, 09/02/2012 12:59 WIB
Komisi III: Untuk Apa Nasir Jenguk Nazar Tengah Malam?
-
Kamis, 09/02/2012 12:59 WIB
Denny: Nasir Kerap Kunjungi Nazaruddin di Luar Jam Kunjungan
-
Kamis, 09/02/2012 11:23 WIB
Politisi PD Sulut Siap Kembalikan Rp 100 Juta & BB ke Anas
-
Kamis, 09/02/2012 11:49 WIB
Wamen Denny Pergoki Nazaruddin, Nasir, dan Pengacara Rosa di Cipinang
-
Kamis, 09/02/2012 12:31 WIB
Denny: Ada Apa Pengacara Rosa Diskusi dengan Nazaruddin Tengah Malam?
-
Kamis, 09/02/2012 12:11 WIB
Nasir Bertameng Komisi III DPR untuk Jenguk Nazaruddin Tengah Malam
-
229 Komentar
-
196 Komentar
-
176 Komentar
-
166 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Senin, 06/02/2012 15:13 WIB
Bagir Manan: Harus The Best One yang Jadi Ketua MA
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 1,419.000
- Rp 862.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer




_2.gif)


Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

