Pertemuan Malaysia-RI di Kinabalu Seperti Pemenang & Pecundang
Selasa, 07/09/2010 11:27 WIB
Jakarta -
Wakil Ketua Komisi I DPR Mayjen Purn TB Hasanuddin berpendapat pertemuan Indonesia dan Malaysia di Kinabalu sangat kontraproduktif. Tidak ada hal-hal signifikan yang didapat.
"Ini perundingan seperti apa? Seperti antara pemenang dan pecundang. Ini yang akan kita tanyakan kepada pemerintah," kata Hasanuddin di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (7/9/2010).
Hasanuddin mengatakan, pertemuan tersebut berlangsung 4 jam dan lebih banyak hanya perkenalan.
"Menarik dari pernyataan Menlu Malaysia, dia bilang okelah kita tidak lagi memborgol dan menelanjangi petugas Indonesia, itu kan seakan-akan mereka siap masuk lagi dan menangkap petugas kita lagi. Lah Menlu kita juga tampak hanya mengiyakan saja," kata politisi PDIP ini.
Ia menilai, perundingan ini kontraproduktif dan tidak ada hal positif yang signifikan yang didapat. "Kita akan pelajari ini untuk pertemuan selanjutnya di joint border community yang akan datang," ujar Hasanuddin.
Menurut dia, ada 2 hal penting yang harus dilakukan dalam perundingan. "Pertama, kita harus mempelajari kelemahan dan kelebihan lawan, juga kelemahan dan kelebihan kita," kata Hasanuddin.
Kedua, pengkondisian. "Misalnya, Bapak Presiden berpidato saya sedang memiliki masalah dengan kedaulatan. Saya minta jenderal-jenderal untuk siap siaga selama 24 jam. Nah ini kan suatu bentuk pengkondisian. Itu teknik yang biasa digunakan untuk 2 negara," papar Hasanuddin.
(aan/nrl)
"Ini perundingan seperti apa? Seperti antara pemenang dan pecundang. Ini yang akan kita tanyakan kepada pemerintah," kata Hasanuddin di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (7/9/2010).
Hasanuddin mengatakan, pertemuan tersebut berlangsung 4 jam dan lebih banyak hanya perkenalan.
"Menarik dari pernyataan Menlu Malaysia, dia bilang okelah kita tidak lagi memborgol dan menelanjangi petugas Indonesia, itu kan seakan-akan mereka siap masuk lagi dan menangkap petugas kita lagi. Lah Menlu kita juga tampak hanya mengiyakan saja," kata politisi PDIP ini.
Ia menilai, perundingan ini kontraproduktif dan tidak ada hal positif yang signifikan yang didapat. "Kita akan pelajari ini untuk pertemuan selanjutnya di joint border community yang akan datang," ujar Hasanuddin.
Menurut dia, ada 2 hal penting yang harus dilakukan dalam perundingan. "Pertama, kita harus mempelajari kelemahan dan kelebihan lawan, juga kelemahan dan kelebihan kita," kata Hasanuddin.
Kedua, pengkondisian. "Misalnya, Bapak Presiden berpidato saya sedang memiliki masalah dengan kedaulatan. Saya minta jenderal-jenderal untuk siap siaga selama 24 jam. Nah ini kan suatu bentuk pengkondisian. Itu teknik yang biasa digunakan untuk 2 negara," papar Hasanuddin.
(aan/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Rabu, 08/02/2012 10:35 WIB
Ruhut Ditegur Keras BK DPR, Harus Perbaiki Kisruh Rumah Tangganya
-
Rabu, 08/02/2012 10:25 WIB
Hatta Ali Terpilih Jadi Ketua MA
-
Rabu, 08/02/2012 10:21 WIB
Marzuki: Teknologi IT Rp 7,5 M di Ruang Banggar Harus Dicopot!
-
Rabu, 08/02/2012 10:03 WIB
Pedagang Baru Blokir Stasiun Cikini Bila Kesepakatan Buntu
-
Rabu, 08/02/2012 10:00 WIB
Nunun Akan Diperiksa KPK Lagi
-
Rabu, 08/02/2012 09:39 WIB
ABG Tewas di Rumahnya di Kebayoran Baru
-
Rabu, 08/02/2012 08:54 WIB
Wanita Tewas Terjatuh dari Apartemen Sudirman
-
Rabu, 08/02/2012 09:58 WIB
Urine Pilot & Kopilot Diperiksa, 1 Kopilot Terindikasi Narkoba
-
Senin, 06/02/2012 11:02 WIB
Mahasiswa Yarsi Ditemukan Tewas di Hotel Papaho Bogor
-
226 Komentar
-
195 Komentar
-
176 Komentar
-
165 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Senin, 06/02/2012 15:13 WIB
Bagir Manan: Harus The Best One yang Jadi Ketua MA
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 604.000
- Rp 863.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer




_2.gif)


Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

