Kompolnas Kaget BHD Juga Ajukan Nama-nama Calon Kapolri
Selasa, 07/09/2010 15:23 WIB
Jakarta -
Kompolnas mengaku proses seleksi calon Kapolri tidak memiliki aturan yang jelas. Setiap lembaga boleh mengajukan termasuk institusi kepolisian.
"Sampai saat ini tidak ada UU yang mengatur siapa dan lembaga mana satu-satunya yang berhak mengajukan nama-nama calon Kapolri," kata anggota Kompolnas, Adnan Pandu Praja saat menerima perwakilan Kontras, di kantor Kompolnas, Jl Tirtayasa, Jaksel, selasa (7/9/2010).
Diajukannya dua nama calon Kapolri oleh Jenderal Bambang Hendarso Danuri membuat Kompolnas semakin bingung. Hal itu yang menjadi salah satu alasan mengapa Kompolnas belum juga berani mengajukan nama.
"Ada nama lain dari polri. Itu yang menyulitkan kami. Di internal (kompolnas) menjadi sulit. Boleh dibilang kalau kita kaget," tandasnya.
Problem aturan menjadi salah satu kendala Kompolnas melakukan seleksi calon Kapolri. Termasuk, kata Pandu, mengumumkan nama-nama calon kepada publik.
"Ketidakjelasan, tidak ada aturan yang jelas prosedur seleksi proses seleksi sampai ke presiden ngga ada yang mengatur secara jelas. Keprihatinan teman saya rasakan juga, tapi mekanismenya yang ada ya seperti itu," ungkapnya.
Menurut Pandu, selain masalah aturan, posisi Kompolnas juga masih belum tegas. "Kesulitan kami, kami menjembatani presiden dan polri, dari sedemikian banyak kompromi, dan diskusi internal. Apa yang dilakukan Kompolnas dengan meminta verifikasi instansi terkait, saya rasa patut diapresiasi," tandasnya.
Sebelumnya, BHD menyebut ada 2 nama calon Kapolri yang akan diajukan untuk menggantikannya. Sementara, selama ini ada 8 nama yang diajukan ke Kompolnas untuk diseleksi dan diverifikasi.
(ape/mok)
"Sampai saat ini tidak ada UU yang mengatur siapa dan lembaga mana satu-satunya yang berhak mengajukan nama-nama calon Kapolri," kata anggota Kompolnas, Adnan Pandu Praja saat menerima perwakilan Kontras, di kantor Kompolnas, Jl Tirtayasa, Jaksel, selasa (7/9/2010).
Diajukannya dua nama calon Kapolri oleh Jenderal Bambang Hendarso Danuri membuat Kompolnas semakin bingung. Hal itu yang menjadi salah satu alasan mengapa Kompolnas belum juga berani mengajukan nama.
"Ada nama lain dari polri. Itu yang menyulitkan kami. Di internal (kompolnas) menjadi sulit. Boleh dibilang kalau kita kaget," tandasnya.
Problem aturan menjadi salah satu kendala Kompolnas melakukan seleksi calon Kapolri. Termasuk, kata Pandu, mengumumkan nama-nama calon kepada publik.
"Ketidakjelasan, tidak ada aturan yang jelas prosedur seleksi proses seleksi sampai ke presiden ngga ada yang mengatur secara jelas. Keprihatinan teman saya rasakan juga, tapi mekanismenya yang ada ya seperti itu," ungkapnya.
Menurut Pandu, selain masalah aturan, posisi Kompolnas juga masih belum tegas. "Kesulitan kami, kami menjembatani presiden dan polri, dari sedemikian banyak kompromi, dan diskusi internal. Apa yang dilakukan Kompolnas dengan meminta verifikasi instansi terkait, saya rasa patut diapresiasi," tandasnya.
Sebelumnya, BHD menyebut ada 2 nama calon Kapolri yang akan diajukan untuk menggantikannya. Sementara, selama ini ada 8 nama yang diajukan ke Kompolnas untuk diseleksi dan diverifikasi.
(ape/mok)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Jumat, 10/02/2012 07:26 WIB
Eks Pengacara 'Membelot' ke Nazaruddin, Rosa Merasa Dirugikan
-
Jumat, 10/02/2012 06:48 WIB
Otak Pelaku Kaburnya 12 Tahanan Polsek Cempaka Putih Ditangkap
-
Jumat, 10/02/2012 06:31 WIB
3 Aksi Nasir yang Mengundang Kecurigaan Publik
-
Jumat, 10/02/2012 06:06 WIB
Erry Riyana Bantu Afghanistan Atasi Masalah Korupsi
-
Jumat, 10/02/2012 05:46 WIB
Datangi Nazaruddin di Luar Jam Besuk, Nasir Manfaatkan Jabatan
-
Jumat, 10/02/2012 06:31 WIB
3 Aksi Nasir yang Mengundang Kecurigaan Publik
-
Jumat, 10/02/2012 06:48 WIB
Otak Pelaku Kaburnya 12 Tahanan Polsek Cempaka Putih Ditangkap
-
Jumat, 10/02/2012 05:31 WIB
DK PD: Pengurus yang Disawer Anas Jangan Hanya Bicara
-
Jumat, 10/02/2012 01:25 WIB
Ketika Hitler Berlatih Pidato dan Bercelana Pendek
-
230 Komentar
-
196 Komentar
-
176 Komentar
-
167 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Senin, 06/02/2012 15:13 WIB
Bagir Manan: Harus The Best One yang Jadi Ketua MA
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 857.000
- Rp 1,408.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

