Pejabat Bukan Hanya Minta Tunda Terbang, Tapi Juga Minta Pesawat Turun
Selasa, 07/09/2010 16:42 WIB
Jakarta -
'Kelakuan' pejabat Indonesia memang luar biasa. Tak hanya meminta pesawat menunda terbang, tetapi juga pernah meminta pesawat yang sudah terbang turun kembali. Tak hanya pejabat pusat, pejabat di daerah juga setali tiga uang.
"Sebenarnya menunda pesawat itu masih sopan, ada pesawat yang sudah take off diminta turun balik lagi," kata pakar penerbangan independen, Rendy Sasmita Adjiwibowo, pada detikcom, Selasa (7/8/2010).
Mantan pilot Garuda ini menjelaskan, pejabat di Indonesia seringkali tidak mempraktikkan model pamong praja, tetapi justru pangreh praja. "Pangreh praja mengutamakan kekuasaan," kritiknya.
Rendy menjelaskan, kejadian pesawat turun lagi setelah mengudara itu terjadi di Bandara Soekarno-Hatta beberapa waktu lalu. Yang meminta turun adalah seorang menteri. Kejadian serupa juga terjadi di daerah di Kalimantan yang dilakukan oleh seorang kepala daerah. Pejabat itu bahkan mengintimidasi kru di darat jika pesawat menolak turun.
"Petugas di pesawat juga menuruti karena khawatir dipecat. Bagaimana kalau pejabat itu mengadu ke atasannya?" cerita Rendy.
Selama menjadi pilot, Rendy hanya menemukan kondisi ini di Indonesia. Sesuai aturan internasional hal seperti itu tidak diperkenankan. Sehingga yang perlu dibenahi adalah mental pejabat di Indonesia.
"Harus ada pelajaran etika. Mungkin ini diberikan bisa sejak dini di sekolah dasar," saran Rendy.
(ndr/nrl)
"Sebenarnya menunda pesawat itu masih sopan, ada pesawat yang sudah take off diminta turun balik lagi," kata pakar penerbangan independen, Rendy Sasmita Adjiwibowo, pada detikcom, Selasa (7/8/2010).
Mantan pilot Garuda ini menjelaskan, pejabat di Indonesia seringkali tidak mempraktikkan model pamong praja, tetapi justru pangreh praja. "Pangreh praja mengutamakan kekuasaan," kritiknya.
Rendy menjelaskan, kejadian pesawat turun lagi setelah mengudara itu terjadi di Bandara Soekarno-Hatta beberapa waktu lalu. Yang meminta turun adalah seorang menteri. Kejadian serupa juga terjadi di daerah di Kalimantan yang dilakukan oleh seorang kepala daerah. Pejabat itu bahkan mengintimidasi kru di darat jika pesawat menolak turun.
"Petugas di pesawat juga menuruti karena khawatir dipecat. Bagaimana kalau pejabat itu mengadu ke atasannya?" cerita Rendy.
Selama menjadi pilot, Rendy hanya menemukan kondisi ini di Indonesia. Sesuai aturan internasional hal seperti itu tidak diperkenankan. Sehingga yang perlu dibenahi adalah mental pejabat di Indonesia.
"Harus ada pelajaran etika. Mungkin ini diberikan bisa sejak dini di sekolah dasar," saran Rendy.
(ndr/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Kamis, 09/02/2012 20:31 WIB
Korban Pencabulan Habib 'H' Diiming-Iming Janji Surga dan Uang
-
Kamis, 09/02/2012 20:21 WIB
Ditanya Money Politics Kongres Demokrat, Ketua DPC Dumai Bingung
-
Kamis, 09/02/2012 20:20 WIB
Berkas Febri Penusuk Raafi Dilimpahkan ke Kejaksaan
-
Kamis, 09/02/2012 20:05 WIB
Perlawanan Rektor Kalah, Nama Susu Formula Berbakteri Harus Dibuka
-
Kamis, 09/02/2012 19:43 WIB
Kuasa Hukum: 14 Saksi Tak Menyebut Anas Terlibat Wisma Atlet
-
Kamis, 09/02/2012 20:05 WIB
Perlawanan Rektor Kalah, Nama Susu Formula Berbakteri Harus Dibuka
-
Kamis, 09/02/2012 15:49 WIB
Buruh di Jakarta Ancam Demo Besar-besaran, Foke: Buruh Harus Ngaca
-
Kamis, 09/02/2012 19:42 WIB
Prihatin Politik Uang, Eks Pengurus PD: Katakan 'Yes' Pada Korupsi
-
Kamis, 09/02/2012 19:39 WIB
Kuasa Hukum: 14 Saksi Tak Menyebut Anas Terlibat Wisma Atlet
-
230 Komentar
-
196 Komentar
-
176 Komentar
-
166 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Senin, 06/02/2012 15:13 WIB
Bagir Manan: Harus The Best One yang Jadi Ketua MA
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 600.000
- Rp 1,408.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer




_2.gif)


Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

