Indonesia Pilih Vaksin Meningitis dari Novartis Karena Halal dan Berizin
Selasa, 07/09/2010 17:45 WIB
Jakarta -
Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) sepakat untuk menggunakan vaksin meningitis dari Novartis. Lalu apa alasan MUI dan BPOM memilih Vaksin dari Novartis?
"Dari tiga vaksin, kalau diteliti hasilnya semua halal. Tapi kalau dilihat prosesnya yang dua halal dan yang satu kita nyatakan haram," ujar Ketua MUI Ma'ruf Amin kepada wartawan di gedung MUI, Jl Proklamasi, Jakarta Pusat, Selasa (7/9/2010) dalam jumpa pers bersama antara MUI, BPOM dan Kemenkes.
Dua vaksin yang dinyatakan halal tersebut yakni vaksin meningitis dari Novartis Vaccines and Diagnostics buatan Belgia dan vaksin Tian Yuan yang merupakan produksi Cina. Sedangkan yang diharamkan adalah vaksin Glaxo Smith Kline (GSK) yang merupakan produk Italia.
"GSK dalam prosesnya menggunakan enzim yang terkandung dalam babi. Kita telah melakukan penelitian di lab BPOM," tambahnya.
Meski dua vaksin dinyatakan halal, namun pemerintah RI menetapkan vaksin meningitis Novartis yang dipilih, sedangkan Vaksin Tian Yuan yang merupakan buatan Cina tidak dipilih.
"Karena yang Tian Yuan belum ada izin edarnya. Sedangkan Novartis sudah ada izinya, makanya kita pilih Novartis," tambah Ma'ruf.
Dengan dipilihnya Novartis, maka 224.250 calon jemaah haji akan segera di injeksi dengan serum buatan Belgia tersebut. Departemen Keuangan juga sudah mengalokasikan dana untuk membeli vaksin tersebut.
"Depkeu sudah mengeluarkan Rp 54 miliar, dengan rincian untuk per dosis harganya sekitar Rp 260 ribu," imbuhnya.
(her/mok)
"Dari tiga vaksin, kalau diteliti hasilnya semua halal. Tapi kalau dilihat prosesnya yang dua halal dan yang satu kita nyatakan haram," ujar Ketua MUI Ma'ruf Amin kepada wartawan di gedung MUI, Jl Proklamasi, Jakarta Pusat, Selasa (7/9/2010) dalam jumpa pers bersama antara MUI, BPOM dan Kemenkes.
Dua vaksin yang dinyatakan halal tersebut yakni vaksin meningitis dari Novartis Vaccines and Diagnostics buatan Belgia dan vaksin Tian Yuan yang merupakan produksi Cina. Sedangkan yang diharamkan adalah vaksin Glaxo Smith Kline (GSK) yang merupakan produk Italia.
"GSK dalam prosesnya menggunakan enzim yang terkandung dalam babi. Kita telah melakukan penelitian di lab BPOM," tambahnya.
Meski dua vaksin dinyatakan halal, namun pemerintah RI menetapkan vaksin meningitis Novartis yang dipilih, sedangkan Vaksin Tian Yuan yang merupakan buatan Cina tidak dipilih.
"Karena yang Tian Yuan belum ada izin edarnya. Sedangkan Novartis sudah ada izinya, makanya kita pilih Novartis," tambah Ma'ruf.
Dengan dipilihnya Novartis, maka 224.250 calon jemaah haji akan segera di injeksi dengan serum buatan Belgia tersebut. Departemen Keuangan juga sudah mengalokasikan dana untuk membeli vaksin tersebut.
"Depkeu sudah mengeluarkan Rp 54 miliar, dengan rincian untuk per dosis harganya sekitar Rp 260 ribu," imbuhnya.
(her/mok)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 11/02/2012 22:31 WIB
Jenazah Terakhir Korban Kecelakaan Maut di RS Paru Diambil Keluarga
-
Sabtu, 11/02/2012 22:02 WIB
Kaji Pasal Pembunuhan untuk Sopir Karunia Bakti, Polisi Gelar Perkara
-
Sabtu, 11/02/2012 21:26 WIB
Hujan Deras Sebabkan Banjir Setinggi 70 Cm di Gandaria
-
Sabtu, 11/02/2012 21:01 WIB
24 Jam Setelah Kecelakaan Bus Maut, Jalan Raya Cisarua Ramai Lancar
-
Sabtu, 11/02/2012 20:38 WIB
Sopir Bus Karunia Bakti Jalani Tes Urine, Hasil Negatif
-
Sabtu, 11/02/2012 19:05 WIB
Kisah Anggota DPR Akbar Faisal dan Aksi Tolak FPI di Bandara Palangkaraya
-
Sabtu, 11/02/2012 13:02 WIB
Astaga! Restoran di Malaysia Tawarkan 'Hidangan' Seks
-
Sabtu, 11/02/2012 20:08 WIB
Sebelum Bus Karunia Bakti Nyungsep , Tanah Bergetar & Terdengar Gemuruh
-
Sabtu, 11/02/2012 19:21 WIB
Prof. Sofjan: Prestasi Anggota DPR Nol
-
398 Komentar
-
320 Komentar
-
258 Komentar
-
229 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 600.000
- Rp 863.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

