Indonesia Ikuti Program Pendidikan Antikorupsi Internasional

Mega Putra Ratya - detikNews
Selasa, 07/09/2010 19:09 WIB
foto : dok. detik.com
Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadiri pembukaan Akademi Antikorupsi Internasional (International Anticorruption Academy atau IACA) pada tanggal 1-5 September lalu di Wina, Austria. Indonesia akan dilibatkan dalam setiap program pendidikan, baik sebagai peserta maupun pengajar.

"Indonesia juga termasuk salah satu peserta yang diminta memberikan pidato selama tiga menit dalam peresmian tersebut," jelas Ketua KPK Haryono Umar ketika berbincang dengan wartawan di Gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Jakarta, Selasa(7/9/2010).

Haryono mengatakan dalam acara tersebut, Indonesia menandatangani persetujuan bahwa akademi ini merupakan lembaga internasional.

"Persetujuan ini juga sebaiknya diratifikasi dan sedang disiapkan oleh Kemenlu agar bisa dikeluarkan Perpres (Peraturan Presiden)," katanya.
 
Indonesia menjadi salah satu dari 30 negara di dunia yang merupakan anggota pendiri (founding member) akademi yang khusus mempelajari korupsi tersebut.  Akademi ini akan resmi beroperasi satu bulan mendatang. Pembukaan akademi dilakukan oleh Sekjen PBB Ban Ki Moon dan diikuti oleh tak kurang dari 700 peserta dari lebih dari 100 negara di dunia.

Sebanyak 40 peserta berkesempatan menyampaikan pidato singkat selama tiga menit terkait pelaksanaan antikorupsi. Akademi ini sebelumnya digagas oleh United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC), The European Anti-Fraud Office (OLAF), International Police (Interpol), dan pemerintah Austria.
(mpr/van)

Share:

Komentar (0 Komentar)

    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Lapsus Index ยป
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel