16 Orang Tewas Akibat Bom Mobil di Pakistan
Rabu, 08/09/2010 01:03 WIB
Ilustrasi: detikcom
Kohat -
16 orang tewas dan 50 orang luka-luka saat sebuah bom mobil meledak di sebuah kompleks Kepolisian di Pakistan. Ledakan tersebut terjadi di Kota Kohat, setelah beberapa jam Taliban mengancam Pemerintah Pakistan dengan serangan bunuh diri.
"Banyak rumah yang hancur akibat ledakan itu. Orang-orang mencari korban yang selamat," ujar seorang saksi mata, seperti dikutip detikcom dari Reuters, Rabu (8/9/2010).
Berdasarkan keterangan dari pihak Kepolisian Dilawar, Bangash Khan, bahan peledak ditanam di dalam mobil yang diparkir di dekat gerbang kompleks. Namun tidak diketahui pasti apakah bom tersebut diledakkan dengan remote control atau oleh seorang pembom bunuh diri.
Serangan milisi telah menewaskan hampir 120 orang dalam rangkaian serangan bom bunuh diri yang bertujuan menggulingkan Pemerintahan setelah banjir bandang yang melanda Pakistan sebulan lalu.
Seorang juru bicara Taliban pernah mengancam melakukan serangan bunuh diri terhadap pasukan keamanan dan kantor-kantor pemerintah setelah serangan pesawat AS ke kantong-kantong markas Taliban.
"Amerika melakukan serangan dengan izin dari Pakistan dan kami akan membalas dendam dengan serangan bunuh diri terhadap pasukan keamanan, polisi dan kantor pemerintah," juru bicara Taliban Tariq Azim.
Selama terjadinya kekerasan dan banjir di Pakistan, yang menewaskan lebih dari 1.700 orang dan membuat jutaan orang kehilangan rumah, telah mengangkat pertanyaan tentang stabilitas persenjataan nuklir di Pakistan.
(fiq/van)
"Banyak rumah yang hancur akibat ledakan itu. Orang-orang mencari korban yang selamat," ujar seorang saksi mata, seperti dikutip detikcom dari Reuters, Rabu (8/9/2010).
Berdasarkan keterangan dari pihak Kepolisian Dilawar, Bangash Khan, bahan peledak ditanam di dalam mobil yang diparkir di dekat gerbang kompleks. Namun tidak diketahui pasti apakah bom tersebut diledakkan dengan remote control atau oleh seorang pembom bunuh diri.
Serangan milisi telah menewaskan hampir 120 orang dalam rangkaian serangan bom bunuh diri yang bertujuan menggulingkan Pemerintahan setelah banjir bandang yang melanda Pakistan sebulan lalu.
Seorang juru bicara Taliban pernah mengancam melakukan serangan bunuh diri terhadap pasukan keamanan dan kantor-kantor pemerintah setelah serangan pesawat AS ke kantong-kantong markas Taliban.
"Amerika melakukan serangan dengan izin dari Pakistan dan kami akan membalas dendam dengan serangan bunuh diri terhadap pasukan keamanan, polisi dan kantor pemerintah," juru bicara Taliban Tariq Azim.
Selama terjadinya kekerasan dan banjir di Pakistan, yang menewaskan lebih dari 1.700 orang dan membuat jutaan orang kehilangan rumah, telah mengangkat pertanyaan tentang stabilitas persenjataan nuklir di Pakistan.
(fiq/van)
Baca Juga
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 11/02/2012 17:42 WIB
Hari Raya Kuningan, Pura-Pura Besar di Bali Dipadati Warga
-
Sabtu, 11/02/2012 17:35 WIB
Korban: Sebelum Jatuh, Sopir Teriak Rem Blong
-
Sabtu, 11/02/2012 17:32 WIB
Lika-liku Pengejaran 12 Tahanan Polsek Cempaka Putih
-
Sabtu, 11/02/2012 17:24 WIB
Alasan SBY Tunjuk TB Silalahi Jadi Dewan Kehormatan Demokrat
-
Sabtu, 11/02/2012 17:21 WIB
Dewan Kehormatan PD Surati DPP Soal Kader-kadernya yang Layak Dipecat
-
Sabtu, 11/02/2012 14:15 WIB
Warga Sweeping FPI, 2,5 Jam Bandara Palangkaraya Tak Beroperasi
-
Sabtu, 11/02/2012 13:02 WIB
Astaga! Restoran di Malaysia Tawarkan 'Hidangan' Seks
-
Sabtu, 11/02/2012 10:29 WIB
Miliki Payudara Alami Ukuran 30L, Wanita Inggris Merana
-
Sabtu, 11/02/2012 12:51 WIB
Ditolak di Palangkaraya, 5 Anggota FPI Diturunkan Sriwijaya di Banjarmasin
-
269 Komentar
-
229 Komentar
-
191 Komentar
-
177 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 1,407.000
- Rp 600.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message

---125x125.gif)
.gif)

