Staf Khusus Presiden Nilai Tulisan Kolonel Adjie Tak Berdasar Fakta
Rabu, 08/09/2010 13:56 WIB
Jakarta -
Staf Khusus Presiden RI Bidang Komunikasi Sosial Mayjen TNI (Purn) Sardan Marbun turut berkomentar atas tulisan Kolonel Adjie Suradji yang berjudul Pemimpin, Keberanian, dan Perubahan, yang menghebohkan itu. Dia menilai apa yang ditulis Adjie merupakan analisa yang tidak didasari fakta.
Berikut pendapat Sardan Marbun seperti disampaikan pada detikcom, Rabu (8/9/2010):
Semakin tinggi sebatang pohon akan semakin kencang mendapat goyangan angin. Demikian juga dengan jalannya pemerintahan, sebaik apa pun prestasi yang telah dilaksanakan Presiden SBY tidak akan luput dari koreksi pihak-pihak yang berkepentingan secara pribadi maupun kelompok.
Namun, apabila sebagai warga negara yang benar-benar patriotis, akan memberi penilaian obyektif dalam arti mengatakan yang benar adalah benar dan yang salah adalah salah.
Jika hal ini dikaitkan dengan tulisan Kolonel AU Adjie Suradji yang berjudul Pemimpin, Keberanian, dan Perubahan di harian Kompas, Senin, 6 September 2010, dapat dikatakan pendapat Adjie tidak dapat dicerna akal sehat, melanggar kode etik TNI, tidak didukung fakta, serta cenderung diwarnai rekayasa politik. Tidak dapat dicerna akal sehat dan melanggar kode etik dengan alasan Adjie sedang terlibat dalam proses hukum.
Perlu diketahui oleh masyarakat, apabila ada tindakan hukum terhadap Adjie bukanlah semata-mata karena tulisannya tersebut, tetapi karena ulahnya sendiri yang berurusan dengan proses hukum. Hal inilah kemungkinan yang membuat Adjie nekat melanggar kode etik TNI dengan anggapan maju kena, mundur kena.
Mengapa disebut tidak didukung fakta? Dalam tulisannya itu Adjie menyebutkan, pemberantasan korupsi tidak jalan. Apakah dia tidak mengetahui bahwa telah lebih dari 150 pejabat yang telah diizinkan Presiden untuk diperiksa, dan sejumlah pejabat telah dijatuhi hukuman?
Sepanjang sejarah Indonesia, hal ini merupakan ukiran keberhasilan walaupun harus diakui masih banyak masalah-masalah korupsi yang menjadi tantangan dan pekerjaan rumah. Negara manapun butuh waktu dalam memberantas korupsi, serta tidak dapat dicapai dalam jangka pendek dengan hasil yang tuntas.
Dikaitkan dengan pendapatnya yang menyebutkan SBY tidak mau mengambil risiko, dapat dijelaskan contoh yang menonjol diambil SBY menyangkut kenaikan harga BBM pada tahun 2005 dan 2008, perdamaian di Aceh, serta berbagai kebijakan yang lain. Mengambil contoh Presiden Iran Ahmadinejad, Presiden Bolivia Evo Morales, dan Presiden Venezuela Hugo Chavez, dapat dinilai bahwa Adjie tidak mengkaji secara lengkap dan mendalam, hanya melihat dari gebrakan tanpa melihat hasil nyata terhadap kepentingan nasional.
Lebih jauh tulisannya tersebut dapat dinilai tidak objektif untuk perbaikan negara dan bangsa, tetapi kental dengan kepentingan politik dengan membuat berbagai rekayasa, mencari-cari kekurangan, bahkan dapat dikatakan cenderung ke fitnah.
Demi kemajuan negara dan bangsa, kritik dibutuhkan tetapi hendaknya didukung fakta dan disertai solusi, serta bukan rekayasa politik.
(nrl/nrl)
Berikut pendapat Sardan Marbun seperti disampaikan pada detikcom, Rabu (8/9/2010):
Semakin tinggi sebatang pohon akan semakin kencang mendapat goyangan angin. Demikian juga dengan jalannya pemerintahan, sebaik apa pun prestasi yang telah dilaksanakan Presiden SBY tidak akan luput dari koreksi pihak-pihak yang berkepentingan secara pribadi maupun kelompok.
Namun, apabila sebagai warga negara yang benar-benar patriotis, akan memberi penilaian obyektif dalam arti mengatakan yang benar adalah benar dan yang salah adalah salah.
Jika hal ini dikaitkan dengan tulisan Kolonel AU Adjie Suradji yang berjudul Pemimpin, Keberanian, dan Perubahan di harian Kompas, Senin, 6 September 2010, dapat dikatakan pendapat Adjie tidak dapat dicerna akal sehat, melanggar kode etik TNI, tidak didukung fakta, serta cenderung diwarnai rekayasa politik. Tidak dapat dicerna akal sehat dan melanggar kode etik dengan alasan Adjie sedang terlibat dalam proses hukum.
Perlu diketahui oleh masyarakat, apabila ada tindakan hukum terhadap Adjie bukanlah semata-mata karena tulisannya tersebut, tetapi karena ulahnya sendiri yang berurusan dengan proses hukum. Hal inilah kemungkinan yang membuat Adjie nekat melanggar kode etik TNI dengan anggapan maju kena, mundur kena.
Mengapa disebut tidak didukung fakta? Dalam tulisannya itu Adjie menyebutkan, pemberantasan korupsi tidak jalan. Apakah dia tidak mengetahui bahwa telah lebih dari 150 pejabat yang telah diizinkan Presiden untuk diperiksa, dan sejumlah pejabat telah dijatuhi hukuman?
Sepanjang sejarah Indonesia, hal ini merupakan ukiran keberhasilan walaupun harus diakui masih banyak masalah-masalah korupsi yang menjadi tantangan dan pekerjaan rumah. Negara manapun butuh waktu dalam memberantas korupsi, serta tidak dapat dicapai dalam jangka pendek dengan hasil yang tuntas.
Dikaitkan dengan pendapatnya yang menyebutkan SBY tidak mau mengambil risiko, dapat dijelaskan contoh yang menonjol diambil SBY menyangkut kenaikan harga BBM pada tahun 2005 dan 2008, perdamaian di Aceh, serta berbagai kebijakan yang lain. Mengambil contoh Presiden Iran Ahmadinejad, Presiden Bolivia Evo Morales, dan Presiden Venezuela Hugo Chavez, dapat dinilai bahwa Adjie tidak mengkaji secara lengkap dan mendalam, hanya melihat dari gebrakan tanpa melihat hasil nyata terhadap kepentingan nasional.
Lebih jauh tulisannya tersebut dapat dinilai tidak objektif untuk perbaikan negara dan bangsa, tetapi kental dengan kepentingan politik dengan membuat berbagai rekayasa, mencari-cari kekurangan, bahkan dapat dikatakan cenderung ke fitnah.
Demi kemajuan negara dan bangsa, kritik dibutuhkan tetapi hendaknya didukung fakta dan disertai solusi, serta bukan rekayasa politik.
(nrl/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Rabu, 08/02/2012 10:00 WIB
Nunun Akan Diperiksa KPK Lagi
-
Rabu, 08/02/2012 09:55 WIB
Pemilihan Ketua MA Dimulai, Suara Mayoritas 54 Hakim Agung Menentukan
-
Rabu, 08/02/2012 09:52 WIB
Pimpinan DPR & BK Sepakat Minta KPK Usut Proyek Ruang Banggar Rp 20 M
-
Rabu, 08/02/2012 09:39 WIB
ABG Tewas di Rumahnya di Kebayoran Baru
-
Rabu, 08/02/2012 09:21 WIB
Anggota Komisi III: Ketua MA Baru Harus Tingkatkan Access To Justice
-
Rabu, 08/02/2012 08:54 WIB
Wanita Tewas Terjatuh dari Apartemen Sudirman
-
Rabu, 08/02/2012 08:46 WIB
Pembatasan Minimarket Dicabut, Foke: Itu Kesepakatan Bersama
-
Rabu, 08/02/2012 09:12 WIB
Polisi Selidiki Penyebab Jatuhnya Wanita di Apartemen Sudirman
-
Rabu, 08/02/2012 08:39 WIB
Indonesia, Dari Sabuk Zamrud Sampai Superpower Regional
-
226 Komentar
-
195 Komentar
-
176 Komentar
-
165 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Senin, 06/02/2012 15:13 WIB
Bagir Manan: Harus The Best One yang Jadi Ketua MA
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 863.000
- Rp 604.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer




_2.gif)


Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

