RI-Malaysia Perlu Redifinisi Hubungan
Rabu, 08/09/2010 17:31 WIB
Jakarta -
Memburuknya hubungan Indonesia dengan negera tetangga Malaysia perlu disikapi oleh pemerintah. Pemerintah pun didesak untuk melakukan redefinisi hubungan kedua negara.
"Dengan kondisi seperti ini seharus dilakukan redifinisi hubungan RI-Malaysia. Pemerintah harus melakukan itu," ujar ujar Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia (UI) Hikmahanto Juwana dalam diskusi berjudul "Evaluasi Perundingan Kinabalu" di Institut Hijau Indonesia, Jl Bumi Asri, Liga Mas Perdatam, Pancoran, Jakarta Timur, Rabu (8/92010).
Redifinisi yang dimaksud Hikmahanto adalah adanya kesetaraan dan kerja sama yang saling menguntungkan kedua pihak. Selama ini hubungan diplomatik antara kedua negara tidak berjalan setara dan cenderung menguntungkan Malaysia.
"Selama ini persoalan TKI dan investasi membuat Malaysia beranggapan Indonesia tergantung sama mereka. Ini yang bahaya dan perlu diredefinisi," terangnya.
Hal senada juga diungkapkan direktur Lingkar Madani (Lima) Ray Rangkuti. Menurutnya saat ini Indonesia sudah sangat direndahkan sebagai bangsa besar oleh Malaysia, perlu diplomasi yang kuat mengatasi hal ini.
"5 Nelayan kita sampai sekarang belum dibebaskan. Ini karena kita lemah dalam diplomasi, apalagi pemimpin kita lemah dan terkesan mencari pencitraan ke dunia luar walaupun mengorbankan kedaulatan dan harga diri bangsa," terang Ray.
(her/ken)
"Dengan kondisi seperti ini seharus dilakukan redifinisi hubungan RI-Malaysia. Pemerintah harus melakukan itu," ujar ujar Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia (UI) Hikmahanto Juwana dalam diskusi berjudul "Evaluasi Perundingan Kinabalu" di Institut Hijau Indonesia, Jl Bumi Asri, Liga Mas Perdatam, Pancoran, Jakarta Timur, Rabu (8/92010).
Redifinisi yang dimaksud Hikmahanto adalah adanya kesetaraan dan kerja sama yang saling menguntungkan kedua pihak. Selama ini hubungan diplomatik antara kedua negara tidak berjalan setara dan cenderung menguntungkan Malaysia.
"Selama ini persoalan TKI dan investasi membuat Malaysia beranggapan Indonesia tergantung sama mereka. Ini yang bahaya dan perlu diredefinisi," terangnya.
Hal senada juga diungkapkan direktur Lingkar Madani (Lima) Ray Rangkuti. Menurutnya saat ini Indonesia sudah sangat direndahkan sebagai bangsa besar oleh Malaysia, perlu diplomasi yang kuat mengatasi hal ini.
"5 Nelayan kita sampai sekarang belum dibebaskan. Ini karena kita lemah dalam diplomasi, apalagi pemimpin kita lemah dan terkesan mencari pencitraan ke dunia luar walaupun mengorbankan kedaulatan dan harga diri bangsa," terang Ray.
(her/ken)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Rabu, 08/02/2012 21:56 WIB
Jenazah Mahasiswi ITB yang Hilang di Garut Akhirnya Ditemukan
-
Rabu, 08/02/2012 21:35 WIB
Direktur Lion Air Stres Pilotnya Ditangkap Nyabu
-
Rabu, 08/02/2012 21:21 WIB
DPR Desak Bareskrim Polri Selidiki Perencanaan Jembatan Kukar
-
Rabu, 08/02/2012 21:07 WIB
Korban Habib H Heran Polisi Permasalahkan Kasus Tahun 2002
-
Rabu, 08/02/2012 20:54 WIB
DPP PD Harus Putuskan Status Angie di Partai Seminggu Lagi
-
Rabu, 08/02/2012 21:35 WIB
Direktur Lion Air Stres Pilotnya Ditangkap Nyabu
-
Rabu, 08/02/2012 21:07 WIB
Korban Habib H Heran Polisi Permasalahkan Kasus Tahun 2002
-
Rabu, 08/02/2012 15:30 WIB
Cuma Bercelana Dalam, Bocah China Dipaksa Berlari di Salju
-
Rabu, 08/02/2012 19:38 WIB
Beli di Stadium, Afriyani Potong 2 Bagian Sebutir Ekstasi dengan Giginya
-
229 Komentar
-
196 Komentar
-
176 Komentar
-
165 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Senin, 06/02/2012 15:13 WIB
Bagir Manan: Harus The Best One yang Jadi Ketua MA
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 605.000
- Rp 862.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer




_2.gif)


Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

