'Wong Kito' Minta Pindahkan Ibukota Indonesia ke Palembang
Rabu, 08/09/2010 23:37 WIB
Palembang -
Wacana pemindahan Ibukota Indonesia dari Jakarta ke Palembang sudah diteriakkan sejumlah tokoh masyarakat Palembang sejak lima tahun lalu. Mendengar pernyataan Presiden SBY terkait soal wacana pemindahan ibukota dari Jakarta, mendapat respon posisitf dari sejumlah tokoh masyarakat Palembang.
"Kita menyambut baik pernyataan Presiden SBY dan kita harapkan presiden, para anggota dewan, serta tokoh-tokoh nasional mendukung pemindahan Ibukota Indonesia ke Palembang," kata praktisi hukum dan aktivis LSM, Chairilsyah saat dihubungi Rabu (8/9/2010) malam.
Menurut Chairilsyah, jika benar nantinya ibukota pindah ke Palembang, itu bukanlah sesuatu yang baru. Sebelum Republik Indonesia berdiri, Palembang sudah menjadi pusat kekuasaan di Nusantara.
"Sebagai kota tertua di Nusantara, Palembang telah membuktikan fungsinya selama Sriwijaya berkuasa. Sebelum Batavia dijadikan pusat pemerintahan Belanda, Palembang merupakan kota teramai di Nusantara, sebagai pusat perdagangan, politik, dan lainnya," kata Chairilsyah.
Mengapa Palembang menjadi pilihan ibukota Indonesia? "Pertama, Palembang aman dari segala bencana alam seperti tsunami, gempa bumi, dan lainnya. Begitu pun daerah sekitarnya relatif aman, terutama di teluk Bangka. Ini berbeda dengan wilayah lain di Indonesia, termasuk di Kalimantan," katanya.
Kedua, lanjut Chairilsyah, kawasan penunjang Palembang juga cukup bagus. Baik kebutuhan energi maupun pangan. Ketiga, Palembang juga sudah lama menjadi 'miniatur Indonesia'. "Palembang merupakan daerah yang mana masyarakatnya dapat beradaptasi dengan berbagai suku-bangsa di Indonesia maupun di dunia. Belum ada catatan adanya bentrok yang berbau SARA di Palembang. Ini tidak seperti di daerah lain," ujarnya.
Memang, kekurangan Palembang seperti umumnya kota-kota besar lainnya di Indonesia soal tata-ruang kotanya. Namun, ini dapat segera diatasi sejak dini, sebab Palembang belum seburuk Jakarta, Medan, Semarang, maupun Surabaya.
"Selain itu ada kawasan yang strategis yang dapat dijadikan ibukota. Sebab dekat dengan batas hubungan internasional yakni di sekitar kawasan Tanjung Api-api. Kawasan ini dulunya di masa Sriwijaya sempat menjadi kawasan paling ramai, begitu catatan I-Tsing, seorang penjelajah dari Tiongkok yang pernah berkunjung ke Sriwijaya," katanya.
Dukungan dan alasan yang sama juga disampaikan aktifis politik Febuarrahman. "Saya beberapa tahun terakhir sangat mendukung gagasan ini," ujarnya.
Budayawan Palembang Erwan Suryanegara menyatakan hal yang sama, "Indonesia yang hari ini kurang berjalan baik, sebab melanjutkan penggunaan Jakarta sebagai ibukota oleh wong Palembang. Padahal kalau mau taat sejarah, saat merdeka ibukota Indonesia kembalikan ke Palembang," ujarnya.
(tw/mok)
"Kita menyambut baik pernyataan Presiden SBY dan kita harapkan presiden, para anggota dewan, serta tokoh-tokoh nasional mendukung pemindahan Ibukota Indonesia ke Palembang," kata praktisi hukum dan aktivis LSM, Chairilsyah saat dihubungi Rabu (8/9/2010) malam.
Menurut Chairilsyah, jika benar nantinya ibukota pindah ke Palembang, itu bukanlah sesuatu yang baru. Sebelum Republik Indonesia berdiri, Palembang sudah menjadi pusat kekuasaan di Nusantara.
"Sebagai kota tertua di Nusantara, Palembang telah membuktikan fungsinya selama Sriwijaya berkuasa. Sebelum Batavia dijadikan pusat pemerintahan Belanda, Palembang merupakan kota teramai di Nusantara, sebagai pusat perdagangan, politik, dan lainnya," kata Chairilsyah.
Mengapa Palembang menjadi pilihan ibukota Indonesia? "Pertama, Palembang aman dari segala bencana alam seperti tsunami, gempa bumi, dan lainnya. Begitu pun daerah sekitarnya relatif aman, terutama di teluk Bangka. Ini berbeda dengan wilayah lain di Indonesia, termasuk di Kalimantan," katanya.
Kedua, lanjut Chairilsyah, kawasan penunjang Palembang juga cukup bagus. Baik kebutuhan energi maupun pangan. Ketiga, Palembang juga sudah lama menjadi 'miniatur Indonesia'. "Palembang merupakan daerah yang mana masyarakatnya dapat beradaptasi dengan berbagai suku-bangsa di Indonesia maupun di dunia. Belum ada catatan adanya bentrok yang berbau SARA di Palembang. Ini tidak seperti di daerah lain," ujarnya.
Memang, kekurangan Palembang seperti umumnya kota-kota besar lainnya di Indonesia soal tata-ruang kotanya. Namun, ini dapat segera diatasi sejak dini, sebab Palembang belum seburuk Jakarta, Medan, Semarang, maupun Surabaya.
"Selain itu ada kawasan yang strategis yang dapat dijadikan ibukota. Sebab dekat dengan batas hubungan internasional yakni di sekitar kawasan Tanjung Api-api. Kawasan ini dulunya di masa Sriwijaya sempat menjadi kawasan paling ramai, begitu catatan I-Tsing, seorang penjelajah dari Tiongkok yang pernah berkunjung ke Sriwijaya," katanya.
Dukungan dan alasan yang sama juga disampaikan aktifis politik Febuarrahman. "Saya beberapa tahun terakhir sangat mendukung gagasan ini," ujarnya.
Budayawan Palembang Erwan Suryanegara menyatakan hal yang sama, "Indonesia yang hari ini kurang berjalan baik, sebab melanjutkan penggunaan Jakarta sebagai ibukota oleh wong Palembang. Padahal kalau mau taat sejarah, saat merdeka ibukota Indonesia kembalikan ke Palembang," ujarnya.
(tw/mok)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Rabu, 08/02/2012 10:54 WIB
Disambut Meriah, Anas Batal Dapat Gelar Bangsawan Gowa
-
Rabu, 08/02/2012 10:50 WIB
Jumiati Jatuh dari Lantai 10 Apartemen Sudirman Saat Jemur Pakaian
-
Rabu, 08/02/2012 10:38 WIB
Pramugari & Seluruh Kru Pesawat Juga akan Dites Narkoba
-
Rabu, 08/02/2012 10:35 WIB
Ruhut Ditegur Keras BK DPR, Harus Perbaiki Kisruh Rumah Tangganya
-
Rabu, 08/02/2012 10:25 WIB
Hatta Ali Terpilih Jadi Ketua MA
-
Rabu, 08/02/2012 10:25 WIB
Hatta Ali Terpilih Jadi Ketua MA
-
Rabu, 08/02/2012 09:58 WIB
Urine Pilot & Kopilot Diperiksa, 1 Kopilot Terindikasi Narkoba
-
Rabu, 08/02/2012 09:39 WIB
ABG Tewas di Rumahnya di Kebayoran Baru
-
Rabu, 08/02/2012 10:03 WIB
Pedagang Baru Blokir Stasiun Cikini Bila Kesepakatan Buntu
-
226 Komentar
-
195 Komentar
-
176 Komentar
-
165 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Senin, 06/02/2012 15:13 WIB
Bagir Manan: Harus The Best One yang Jadi Ketua MA
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 863.000
- Rp 604.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer




_2.gif)


Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

