Hillary Clinton Kecam Rencana Pembakaran Alquran di Florida
Kamis, 09/09/2010 15:51 WIB
Jakarta -
Menlu AS Hillary Rodham Clinton mengecam keras rencana pembakaran Alquran yang dilakukan Pendeta Terry Jones dari Gainesville, Florida. Hillary menilai aksi itu tidak pantas dilakukan dan merupakan perbuatan tercela.
"Dengan sepenuh hati dan tanpa ragu-ragu, saya mengecam aksi tidak terhormat dan tercela
ini," kata Hillary dalam acara buka puasa bersama tahunan Deplu AS di Washington DC pada 7 September lalu, seperti disampaikan dalam siaran pers Kedubes AS, Kamis (9/9/2010).
Hillary mengungkapkan, kecaman atas tindakan pembakaran itu juga datang dari para pemuka agama dan kepercayaan, dari mulai kelompok Kristen Evangelist, rabi yahudi, dan juga pemimpin
sekuler lainnya serta orang-orang berpengaruh di Amerika Serikat.
"Komitmen kami terhadap toleransi beragama sudah ada sejak awal pembentukan bangsa (AS) ini," imbuhnya.
Dia juga menceritakan sebuah kejadian, bahwa di tahun 1790, Gorge Washington menulis surat pada sebuah sinagog di Newport, Rhode Island, yang menyebutkan bahwa AS tidak akan
memberikan sanksi untuk sebuah kefanatikan dan tidak akan ada bantuan untuk sebuah penganiayaan.
"Saya yakin dengan sepenuh hati bahwa sebagian besar penduduk bumi dapat disatukan dalam sebuah
keinginan untuk mewujudkan perdamaian di masa depan," tutupnya.
Seperti ramai diberitakan sebelumnya, Pendeta Jones berencana membakar Alquran pada 11 September. Namun upayanya itu memunculkan banyak kecaman, termasuk dari pejabat di AS.
(ndr/aan)
"Dengan sepenuh hati dan tanpa ragu-ragu, saya mengecam aksi tidak terhormat dan tercela
ini," kata Hillary dalam acara buka puasa bersama tahunan Deplu AS di Washington DC pada 7 September lalu, seperti disampaikan dalam siaran pers Kedubes AS, Kamis (9/9/2010).
Hillary mengungkapkan, kecaman atas tindakan pembakaran itu juga datang dari para pemuka agama dan kepercayaan, dari mulai kelompok Kristen Evangelist, rabi yahudi, dan juga pemimpin
sekuler lainnya serta orang-orang berpengaruh di Amerika Serikat.
"Komitmen kami terhadap toleransi beragama sudah ada sejak awal pembentukan bangsa (AS) ini," imbuhnya.
Dia juga menceritakan sebuah kejadian, bahwa di tahun 1790, Gorge Washington menulis surat pada sebuah sinagog di Newport, Rhode Island, yang menyebutkan bahwa AS tidak akan
memberikan sanksi untuk sebuah kefanatikan dan tidak akan ada bantuan untuk sebuah penganiayaan.
"Saya yakin dengan sepenuh hati bahwa sebagian besar penduduk bumi dapat disatukan dalam sebuah
keinginan untuk mewujudkan perdamaian di masa depan," tutupnya.
Seperti ramai diberitakan sebelumnya, Pendeta Jones berencana membakar Alquran pada 11 September. Namun upayanya itu memunculkan banyak kecaman, termasuk dari pejabat di AS.
(ndr/aan)
Baca Juga
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Kamis, 09/02/2012 07:59 WIB
Para Pendiri PD Bakal Bertemu Bahas Masa Depan Partai
-
Kamis, 09/02/2012 07:27 WIB
Cegah Pilotnya Nyabu, Merpati Terus Lakukan Tes Urine
-
Kamis, 09/02/2012 07:10 WIB
Mengembalikan Kejayaan Pesisir Timur Sumatera Selatan
-
Kamis, 09/02/2012 06:11 WIB
Ada Kecelakaan & Perbaikan Jalan, Tol Menuju Bandara Macet
-
Kamis, 09/02/2012 05:57 WIB
Avanza Tabrak Truk di Tol Cipularang, 1 Orang Tewas
-
Kamis, 09/02/2012 06:42 WIB
Iran akan Serbu Fasilitas AS di Seluruh Dunia Jika Diserang
-
Rabu, 08/02/2012 21:35 WIB
Direktur Lion Air Stres Pilotnya Ditangkap Nyabu
-
Kamis, 09/02/2012 00:08 WIB
Tim Investigasi: Jembatan Kukar Salah Sejak Perencanaan
-
Kamis, 09/02/2012 05:57 WIB
Avanza Tabrak Truk di Tol Cipularang, 1 Orang Tewas
-
229 Komentar
-
196 Komentar
-
176 Komentar
-
166 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Senin, 06/02/2012 15:13 WIB
Bagir Manan: Harus The Best One yang Jadi Ketua MA
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 605.000
- Rp 862.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer




_2.gif)


Sending your message

---125x125.gif)
.gif)

