Meninggal di Open House SBY
Joni Meninggal Karena Sakit Jantung
Jumat, 10/09/2010 16:32 WIB
Jakarta -
Joni Malela tewas sesaat setelah turut berdesak-desakan karena ingin mengikuti open house di Istana Kepresidenan. Menurut informasi yang diterima pihak Istana, Joni meninggal karena sakit jantung.
"Dokter di RSCM memastikan Pak Joni Malela meninggal akibat serangan jantung. Bukan karena kekerasan atau lainnya," kata Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrian Pasha kepada detikcom, Jumat (10/9/2010).
Dari informasi yang diterimanya, Joni datang ke Istana dengan rombongan saudara-saudaranya. Menurut keterangan saudaranya yang ikut mengantar ke RSCM, sebelum meninggal Joni keluar dari antrean. Joni mengeluh sesak nafas dan memilih duduk beristirahat di bawah pohon di luar pagar Setneg.
Oleh saudaranya, Joni dibantu melancarkan pernafasannya. Saudara Joni lantas minta tolong kepada polisi untuk membawanya ke RSCM. Ketika sampai RSCM sudah tidak tertolong lagi.
"Tidak ada petugas kami baik dari Rumga maupun dari Paspampres yang berada di luar pagar Setneg. Jadi tidak mungkin ada kekerasan yang dilakukan oleh petugas. Antrean massa memang ramai sekali. Tampaknya berdesak-desakkan saat hendak masuk ke halaman Setneg," tutur Julian.
Julian juga menyampaikan, dirinya mendengar kabar bahwa ada media yang memberitakan bahwa Presiden SBY akan memberikan angkapo Rp 300 ribu kepada peserta silaturahmi dalam Lebaran kali ini. "Saya tegaskan itu tidak benar. Tidak ada sama sekali dari kami," tutupnya. (vit/ndr)
"Dokter di RSCM memastikan Pak Joni Malela meninggal akibat serangan jantung. Bukan karena kekerasan atau lainnya," kata Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrian Pasha kepada detikcom, Jumat (10/9/2010).
Dari informasi yang diterimanya, Joni datang ke Istana dengan rombongan saudara-saudaranya. Menurut keterangan saudaranya yang ikut mengantar ke RSCM, sebelum meninggal Joni keluar dari antrean. Joni mengeluh sesak nafas dan memilih duduk beristirahat di bawah pohon di luar pagar Setneg.
Oleh saudaranya, Joni dibantu melancarkan pernafasannya. Saudara Joni lantas minta tolong kepada polisi untuk membawanya ke RSCM. Ketika sampai RSCM sudah tidak tertolong lagi.
"Tidak ada petugas kami baik dari Rumga maupun dari Paspampres yang berada di luar pagar Setneg. Jadi tidak mungkin ada kekerasan yang dilakukan oleh petugas. Antrean massa memang ramai sekali. Tampaknya berdesak-desakkan saat hendak masuk ke halaman Setneg," tutur Julian.
Julian juga menyampaikan, dirinya mendengar kabar bahwa ada media yang memberitakan bahwa Presiden SBY akan memberikan angkapo Rp 300 ribu kepada peserta silaturahmi dalam Lebaran kali ini. "Saya tegaskan itu tidak benar. Tidak ada sama sekali dari kami," tutupnya. (vit/ndr)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 11/02/2012 00:56 WIB
Cari Penyebab Kecelakaan, KNKT Terjun Langsung Ke Cisarua
-
Sabtu, 11/02/2012 00:52 WIB
Kecelakaan Maut di Puncak
Sopir Bus Bernama Lukman Iskandar, Nasibnya Belum Jelas
-
Sabtu, 11/02/2012 00:52 WIB
Laporan dari Den Haag
Wartawan Rakyat Merdeka Tutup Usia di Belanda
-
Sabtu, 11/02/2012 00:52 WIB
Kecelakaan Maut di Puncak
Jalur ke Arah Puncak dari Jakarta Ditutup untuk Kepentingan Evakuasi
-
Sabtu, 11/02/2012 00:15 WIB
Kecelakaan Maut di Puncak
Sopir Bus Karunia Bakti Misterius, Diduga Terjepit
-
Sabtu, 11/02/2012 00:15 WIB
Sopir Bus Karunia Bakti Misterius, Diduga Terjepit
-
Jumat, 10/02/2012 22:57 WIB
Kronologi Kecelakaan Bus Maut di Puncak Bogor
-
Jumat, 10/02/2012 21:30 WIB
Ini Dia Kendaraan yang Diseruduk Bus Karunia Bakti di Puncak
-
Sabtu, 11/02/2012 00:05 WIB
Korban Luka Kecelakaan Cisarua 47 Orang, Semua Dirujuk ke RS PMI Bogor
-
230 Komentar
-
190 Komentar
-
176 Komentar
-
159 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 863.000
- Rp 600.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

