Bahasyim Akui Tidak Bisa Buktikan Asal-usul Hartanya
Senin, 27/12/2010 15:19 WIB
Jakarta -
Pejabat Ditjen Pajak, Bahasyim Assifie, tidak bisa menunjukan asal-usul harta yang menurutnya diperoleh secara legal. Dia beralasan, saat menanam investasi dari hasil bisnisnya, ia tidak pernah berpikir akan diperkarakan di meja hijau.
"Saya tidak menyimpan dokumentasi dengan pihak ketiga. Saya tidak mengira akan dipermasalahkan. Dulu teman memperingatkan, 'Anda pejabat pajak hati-hati menyimpan uang'. Saya yakini sah, saya tidak beranjak. Saya yang akan berkata sebenar-benarnya," kata Bahasyim Assifiie saat diperiksa sebagai terdakwa di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jl Ampera Raya, Senin (27/12/2010).
Menurut Bahasyim, jauh sebelum kasus ini mencuat, ia telah terjun di bisnis fotografi, hiburan dan jual beli tanah, rumah, serta mobil. Keuntungan itu yang kemudian diinvestasikan dalam berbagai produk perbankan. Total uangnya yang kini diblokir polisi mencapai Rp 64 miliar.
"Dari akumulasi keuntungan, saya merapat ke bisnis dengan pihak ketiga, jual beli tanah dan bangunan. Saya kerja dengan sahabat alat-alat senjata, beliau juga bisnis di permak batu mulia. Tahun 1984 kami kerjasama, investasi awal Rp 100 juta. Kemudian saya masuk ke dirjen pajak, sambilan kerja tapi tidak menggganggu kerja karena semua ada partner," imbuh Bahasyim yang mengaku sempat menjadi sopir taksi sebelum menjadi PNS.
Meski Bahasyim terpojok, jaksa penuntut umum Fachrizal tidak mau gegabah. Dia menyatakan akan mempelajari terlebih dahulu bukti-bukti lain yang disodorkan Bahasyim.
"Kalau itu (bersalah atau tidak) sudah penilaian. Kita pelajari dulu berkas bukti yang disodorkan. Asli apa tidak berkasnya. Kan nggak ada waktu penyidikan," ucap Fachrizal usai sidang.
(Ari/lrn)
"Saya tidak menyimpan dokumentasi dengan pihak ketiga. Saya tidak mengira akan dipermasalahkan. Dulu teman memperingatkan, 'Anda pejabat pajak hati-hati menyimpan uang'. Saya yakini sah, saya tidak beranjak. Saya yang akan berkata sebenar-benarnya," kata Bahasyim Assifiie saat diperiksa sebagai terdakwa di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jl Ampera Raya, Senin (27/12/2010).
Menurut Bahasyim, jauh sebelum kasus ini mencuat, ia telah terjun di bisnis fotografi, hiburan dan jual beli tanah, rumah, serta mobil. Keuntungan itu yang kemudian diinvestasikan dalam berbagai produk perbankan. Total uangnya yang kini diblokir polisi mencapai Rp 64 miliar.
"Dari akumulasi keuntungan, saya merapat ke bisnis dengan pihak ketiga, jual beli tanah dan bangunan. Saya kerja dengan sahabat alat-alat senjata, beliau juga bisnis di permak batu mulia. Tahun 1984 kami kerjasama, investasi awal Rp 100 juta. Kemudian saya masuk ke dirjen pajak, sambilan kerja tapi tidak menggganggu kerja karena semua ada partner," imbuh Bahasyim yang mengaku sempat menjadi sopir taksi sebelum menjadi PNS.
Meski Bahasyim terpojok, jaksa penuntut umum Fachrizal tidak mau gegabah. Dia menyatakan akan mempelajari terlebih dahulu bukti-bukti lain yang disodorkan Bahasyim.
"Kalau itu (bersalah atau tidak) sudah penilaian. Kita pelajari dulu berkas bukti yang disodorkan. Asli apa tidak berkasnya. Kan nggak ada waktu penyidikan," ucap Fachrizal usai sidang.
(Ari/lrn)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 28/01/2012 20:32 WIB
Laporan dari Den Haag
Masyarakat Bagian dari Kekhususan Hubungan RI-Belanda
-
Sabtu, 28/01/2012 20:26 WIB
Ical Luncurkan Buku 'Anak Sejuta Bintang'
-
Sabtu, 28/01/2012 19:50 WIB
ABG Penabrak 15 Orang Bawa Kabur Jazz Ayahnya
-
Sabtu, 28/01/2012 19:27 WIB
Bawa Senpi Rakitan, Anggota FBR Diamankan Polisi
-
Sabtu, 28/01/2012 19:21 WIB
ABG Penabrak 15 Orang Tak Punya SIM dan Baru 2 Kali Kemudikan Mobil
-
Sabtu, 28/01/2012 19:50 WIB
ABG Penabrak 15 Orang Bawa Kabur Jazz Ayahnya
-
Sabtu, 28/01/2012 19:21 WIB
ABG Penabrak 15 Orang Tak Punya SIM dan Baru 2 Kali Kemudikan Mobil
-
Sabtu, 28/01/2012 18:00 WIB
Ugal-ugalan Nyetir Mobil, ABG di Makassar Tabrak 15 Orang
-
Sabtu, 28/01/2012 17:12 WIB
Bukan Salah Patung 'Bahenol', Tapi Salah Orang yang Berpikir Porno
-
1092 Komentar
-
464 Komentar
-
426 Komentar
-
348 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 16/01/2012 15:13 WIB
Para Jenderal di Wisma Bakrie
Jokowi pun Mampir ke Wisma Bakrie
-
Senin, 16/01/2012 15:07 WIB
Para Jenderal di Wisma Bakrie
Berebut Bintang, Bermimpi Menang
-
Sabtu, 28/01/2012 08:13 WIB
Anas Urbaningrum: Politik Itu Keras, Harus Siap Lahir Batin
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 1,512.000
- Rp 9,674.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)


